Sto. Gabriel dari Bunda Berdukacita

27 Februari

Fransiskus Possenti lahir pada 1 Maret 1838 di Asisi, Italia. Ia adalah putera dari Sante Possenti dan Agnes Frisciotti. Fransiskus pada awalnya lebih menyukai kehidupan-kehidupan duniawi. Tetapi kemudian Bunda Maria memanggilnya untuk hidup lebih religius, sehingga ia memutuskan untuk hidup membiara. Ia memperoleh pendidikan pada sebuah sekolah Yesuit, tetapi panggilannya membuat ia memilih bergabung dengan Kongregasi Passionist dibandingkan Yesuit. Fransiskus diterima masuk novisiat pada 21 September 1856 di Morrovalle. Ia mengambil nama Gabriel dari Bunda Berdukacita, sehingga ia sering dikenal dengan Gabriel Fransiskus dari Bunda Berdukacita, atau Gabriel Possenti, atau Gabriel Maria Possenti. Tidak banyak hal yang dilakukan oleh Gabriel, tetapi doa, kontemplasi dan devosinya kepada Bunda Berdukacita dikagumi banyak orang. Gabriel dari Bunda Berdukacita, C.P., meninggal dunia pada 27 Februari 1862 di Abruzzi, Italia karena terkena TBC. Banyak mukjizat terjadi melalui perantaraan doanya dan salah satunya terjadi pada Sta. Gemma Galgani. Ia dibeatifikasi oleh Paus Sto. Pius X pada 31 Mei 1908 dan dikanonisasi oleh Paus Benediktus XV pada 13 Mei 1920.


dari sumber http://saints.sqpn.com/http://en.wikipedia.org/http://www.catholic.org/http://www.passionist.org/http://www.provrepac.com/, dan http://www.imankatolik.or.id/

Minggu Prapaskah II

Tahun C

Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa. Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan. Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia. Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem. Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur dan ketika mereka terbangun mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya: dan kedua orang yang berdiri di dekat-Nya itu. Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya: "Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu. Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka. Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: "Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia." Ketika suara itu terdengar, nampaklah Yesus tinggal seorang diri. Dan murid-murid itu merahasiakannya, dan pada masa itu mereka tidak menceriterakan kepada siapapun apa yang telah mereka lihat itu.


dari sumber Alkitab Deuterokanonika, LAI-LBI

Sto. Polikarpus

23 Februari

Polikarpus lahir sekitar tahun 69. Polikarpus dikenal sebagai murid dari Sto. Yohanes, dan satu dari sedikit orang yang menerima Injil langsung dari rasul Kristus. Polikarpus dipertobatkan dan menjadi murid Sto. Yohanes sekitar tahun 80. Ia bersahabat dengan Sto. Ignatius dari Antiokia. Polikarpus kemudian diangkat sebagai Uskup Smyrna pada sekitar tahun 96. Ia banyak melawan ajaran-ajaran sesat, terutama ajaran Gnostisme Marcionites dan Valentinians. Polikarpus dikisahkan juga pergi ke Roma dan menjadi utusan Paus Sto. Anisentus, tetapi hal ini sulit dibuktikan karena tanggal kematian Polikarpus dan tanggal Sto. Anicentus menjadi Paus yang berdekatan. Polikarpus ditangkap karena dihianati. Ketika ditangkap, Polikarpus dikatakan mengadakan perjamuan dengan para penangkapnya dan meminta waktu untuk berdoa. Dalam doanya, Polikarpus diperlihatkan bahwa ia akan dibakar. Polikarpus kemudian dihadapkan pada pengadilan yang berusaha meyakinakan Polikarpus untuk menyangkal imannya. Polikarpus dengan tegas menyatakan dirinya sebagai seorang Kristen, sehingga ia dibakar. Saat api dinyalakan, api tidak membakar Polikarpus. Kemudian Seorang prajurit menusuknya, dan barulah Polikarpus meninggal sebagai martir. Polikarpus meninggal dunia pada sekitar tahun 155 di Smyrna.


dari sumber:
http://saints.sqpn.com/
http://www.catholic.org/
http://www.indocell.net/yesaya/
http://www.imankatolik.or.id/
http://www.newadvent.org/

Takhta St. Petrus

22 Februari

Sekali peristiwa Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi. Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Jawab mereka, “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.” Lalu Yesus bertanya kepada mereka, “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Kata Yesus kepadanya, “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus, sebab bukan manusia yang mengatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di surga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini akan Kudirikan Gereja-Ku, dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga, dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.”


Sto. Petrus Damianus

21 Februari

Pier lahir pada tahun 1007 di Ravenna, Italia. Ia adalah putera sebuah kelarga bangsawan yang besar. Petrus kehilangan kedua orangtuanya saat masih kecil, dan diasuh oleh kakaknya yang tertua. oleh kakanya, ia diperlakukan dengan kasar, bahkan ia dipaksa untuk bekerja pada sebuah peternakan babi. Petrus kemudian diasuh oleh saudaranya yang lain, Damianus, yang juga adalah Imam Agung di Ravenna. Damianus memperlakukannya dengan sangat baik, sehingga Petrus menggunakan nama saudaranya di belakang namanya. Petrus memperoleh pendidikan di Ravenna, Faenza, dan Parma. Petrus kemudian menjadi seorang guru yang terkenal di Ravenna dan Parma ketika ia berusia duapuluh lima tahun. Sekitar tahun 1035, Petrus memutuskan meninggalkan kehidupan duniawinya, karena mengganggu kehidupan rohaninya yang sangat ketat. Petrus kemudian bergabung dengan biara Benediktin di Fonte Avellana. Kesehatannya sempat terganggu karena caranya dalam melakukan pertobatan atas dosa-dosanya yang tergolong berlebihan. Ia bahkan sempat menderita insomnia. Ketika dalam masa penyembuhan, ia mengisi waktunya dengan mempelajari Kitab Suci. Setelah sembuh, Petrus ditugaskan untuk mengajar sesama biarawan. Ketika mengajar inilah, Petrus menuliskan kisah hidup Sto. Romualdus kepada para biarawan di Pietrapertosa. Petrus kemudian diangkat sebagai prior dalam biaranya. Ia mengembangkan biara, terutama perpustakaan dengan menambah koleksi buku-bukunya, dan juga mendirikan pertapaan di San Severino, Gamugno, Acerata, Murciana, San Salvatore, Sitria, dan Ocri. Petrus Damianus berteman dengan Hildebrand yang kemudian menjadi Paus Sto. Gregorius VII. Ketika Paus Gregorius VI menjadi Paus, Petrus segera menuliskan surat kepadanya yang meminta agar segera menyelesaikan skandal Gereja di Italia. Petrus hadir di Roma ketika Paus Klement II memahkotai Henry III dan isterinya, Agnes. Ia hadir di Sinode Lateran pada tahun 1047, yang menentang simoni. Petrus kemudian mempublikasikan "Liber Gomorrhianus" yang didedikasikan kepada Paus Sto. Leo IX. Petrus kemudian mengikuti sinode di Florence yang masih membahas tentang simoni. Paus Stefanus IX kemudian mengangkatnya sebagai Kardinal-Uskup Ostia pada 30 November 1057, setelah sebelumnya ditolak oleh Petrus dan diterima setelah diancam akan diekskomunikasikan. Setelah Paus Stefanus IX meninggal, muncullah anti-paus Benediktus X yang dilawan dengan keras oleh Petrus. Pada tahun 1059, ia menjadi utusan Paus Nikolas II ke Milan untuk memberantas simoni. Disana ia bekerja dengan Sto. Arialdus dan Sto. Anselmus, Uskup Lucca. Pada Juli 1061, Paus Nikolas II meninggal dan kembali terjadi skisma, dimana Petrus mendukung Paus Alexander II. Pada tahun 1067, ia dikirim ke Florence untuk menyelesaikan masalah antara Uskup dan biarawan di Vallombrosa, yang diawali atas tuduhan simoni. Petrus kurang berhasil dalam tugasnya kali ini. Diakhir hidupnya, ia masih berusaha mendamaikan umat Ravenna dengan Tahta Suci karena sebelumnya mereka diekskomunikasi karena mendukung skisma. Petrus Damianus, O.S.B., meninggal dunia pada 22 Februari 1072 di Ravenna, Italia. Pada tahun 1823, ia dikanonisasi oleh Paus Leo XII. Pada tahun 1828, ia dinyatakan sebagai Pujangga Gereja oleh Paus Leo XII.


dari sumber:
http://www.newadvent.org/
http://saints.sqpn.com/
http://www.catholic.org/
http://www.indocell.net/yesaya/
http://www.imankatolik.or.id/

Sto. Konradus dari Piacenza

19 Februari

Konradus lahir sekitar tahun 1290 di Piacenza, Italia. Ia adalah putera dari keluarga bangsawan Piacenza. Ia menikahi seorang puteri bangsawan bernama Euphrosyne. Keduanya mempraktekan kehidupan yang saleh. Suatu kali ketika pergi berburu, Konradus menyalakan api untuk membantunya agar dapat berburu dengan mudah. Ketika api dinyalakan, arah angin berubah, sehingga membakar hutan dan juga desa disekitarnya. Konradus melarikan diri setelah mengetahui apa yang diperbuatnya. Seorang petani bahkan ditangkap dengan tuduhan membakar hutan. Petani tersebut pada akhirnya disiksa dan dihukum mati. Melihat hal itu, tergeraklah hati Konradus. Konradus mengakui perbuatannya dan ia diharuskan membayar ganti-rugi, yang menguras hampir semua hartanya. Dalam kesulitan ini, Konradus dan isterinya menemukan Allah. Mereka berpisah, dengan Euphrosyne memilih bergabung dengan biara Klaris, sementara Konradus memilih bergabung dengan Ordo Ketiga Fransiskan, dan hidup sebagai Pertapa. Informasi mengenai kekudusannya cepat tersebar, sehingga banyak orang ingin menemuinya, karena Konradus juga dipercaya dapat melakukan mujizat penyembuhan. Banyak orang mencarinya, tetapi hal ini mengganggu kehidupan Konradus, sehingga ia pergi. Konradus sempat pergi ke Roma, dan akhirnya menetap pada akhirnya di Sisilia, dan berkarya disana selama hampir selama tigapuluh sampai tigapuluh enam tahun. Diakhir hidupnya, Konradus pergi ke Syracuse dan bertemu Uskup untuk mengaku dosa. Dalam perjalanan pulangnya, Konradus ditemani burung-burung  yang juga hinggap pada bahunya. Konradus dari Piacenza, T.O.F.S., meninggal dunia pada 19 Februari 1351, ketika berlutut dihadapan salib. Pada tahun 1515, Paus Leo X menyetujui pestanya di Noto, Italia. Pada tahun 1625, Paus Urbanus VIII juga menyetujui pestanya, untuk dirayakan oleh Ordo Fransiskan, dan mengkanonisasinya.


dari sumber http://ofm.or.id/http://www.imankatolik.or.id/http://www.newadvent.org/http://saints.sqpn.com/http://catatanseorangofs.wordpress.com/http://365rosaries.blogspot.com/, dan http://en.wikipedia.org/

Sto. Fransiskus Regis Clet

18 Februari

Fransiskus Regis Clet lahir pada 19 Agustus 1748 di Grenoble, Perancis. Ia diberi nama sesuai dengan Sto. Yohanes Fransiskus Regis, yang belum lama dikanonisasi. Ia adalah putera seorang petani dan pedagang di Grenoble, dan Claudine Bourquy. Keluarganya adalah keluarga saleh, setidaknya saudaranya ada yang menjadi imam dan biarawati. Fransiskus belajar di Kolose Yesuit di Grenoble dan kemudian masuk seminari Keuskupan setempat. Pada 6 Maret 1769, ia masuk novisiat Kongregasi Misi di Lyon. Fransiskus mengikrarkan kaul kekalnya pada tahun 1771 dan ia ditahbiskan sebagai imam pada 27 Maret 1773. Ia langsung ditunjuk sebagai dosen Moral Teologi di seminari Annecy, dan pada tahun 1786, ia menjadi rektor. Pada tahun 1788, ia ditunjuk sebagai pembimbing para novis di Paris, dan juga pembimbing internal seminari. Pada saat Revolusi Perancis terjadi, karyanya harus terhenti. Pada tahun 1791, ia dikirim untuk melakukan misi di Cina, atas permintaannya. Ia tiba di Kiang-Si pada 15 Oktober 1792 dan menjadi satu-satunya orang Eropa di daerah itu. Pada tahun 1793, ia pindah ke Hou-Kouang, Provinsi Hopei dan berkarya sebagai superior bagi Kongregasi Misi di China. Selama bertahun-tahun ia berkarya, tetapi ia tidak berhasil menguasai bahasa setempat. Pada tahun 1811, muncul penganiayaan terhadap umat Kristen oleh pemerintah setempat. Para misionaris dituduh akan melakukan pemberontakan. Pada tahun 1819, Pemerintah China memberikan harga untuk kepala Fransiskus. Akhirnya ia dihianati oleh seorang guru sekolah Kristen. Ia dipaksa untuk berjalan ratusan mil dengan rantai untuk diadili. Pada 1 Januari 1820, Fransiskus dinyatakan bersalah dengan tuduhan memperdaya orang China dengan kotbah Kristennya. Ia dihukum mati dengan diikatkan pada salib. Fransiskus Regis Clet, C.M., meninggal dunia pada 18 Februari 1820 di Au-tshung-fu, China. Pada 27 Mei 1900, ia dibeatifikasi oleh Paus Leo XIII dan pada 1 Oktober 2000, ia dikanonisasi oleh Paus Sto. Yohanes Paulus II.


dari sumber http://saints.sqpn.com/http://www.filles-de-la-charite.org/http://www.newadvent.org/, dan http://famvin.org/

Sto. Simeon

18 Februari

Simeon adalah putera dari Kleopas dan Maria. Dalam Injil, Ia disebut sebagai saudara Tuhan, dan diyakini sebagai saudara dari Sto. Yakobus Alfeus dan Sto. Yudas Tadeus. Simeon diyakini juga sebagai satu dari ke-72 murid Yesus. Ia hadir pada hari Pentakosta dan juga saat kemartiran saudaranya, St. Yakobus Alfeus. Setelah itu, Simeon ditunjuk untuk menggantikan saudaranya sebagai Uskup Yerusalem. Pada tahun 66, ia memimpin umat di Yerusalem untuk meninggalkan kota, karena Yerusalem jatuh ke tangan bangsa Romawi dan akan dihancurkan. Setelah itu Simeon memimpin mereka kembali ke Yerusalem, dimana mereka berkembang, melakukan mukjizat, dan mempertobatkan banyak orang. Pada masa penganiayaan Kaisar Trajan, Simeon ditangkap, dengan tuduhan sebagai seorang Yahudi keturunan Daud, dan juga sebagai seorang Kristen. Ia disiksa dan pada akhirnya disalibkan. Simeon meninggal dunia pada 18 Februari 106. Dikisahkan, ia berusia 120 tahun ketika menerima mahkota kemartiran.


dari sumber:
http://www.catholicculture.org/
http://saints.sqpn.com/
http://www.catholic.org/
http://en.wikipedia.org/

Tujuh Saudara Suci Pendiri Tarekar O.S.M.

17 Februari

Pada 15 Agustus 1233, Bunda Maria memberikan penampakan kepada ketujuh Saudara Suci dan meminta mereka untuk mendirikan tarekat Hamba-Hamba St. Perawan Maria dengan mengikuti aturan hidup Sto. Agustinus. Mereka diberikan skapulir hitam untuk mengingatkan mereka akan penderitaan. Ketujuh Saudara Suci mendirikan tarekat Hamba-Hamba St. Perawan Maria/ Ordo Servorum Mariæ atau dikenal dengan nama Servites (O.S.M.). Ordo ini memperoleh pengakuan pertamanya pada tahun 1249, dan pengakuan Paus Benediktus XI pada tahun 1304. Pada 1 Desember 1717, ketujuh Saudara Suci dibeatifikasi oleh Paus Klement XI, dan pada 15 Januari 1887, mereka dikanonisasi oleh Paus Leo XIII. Mereka adalah:
  1. Sto. Alexis Falconieri
  2. Sto. Bartholomeus degli Amidei 
  3. Sto Benediktus dell'Antella 
  4. Sto. Buonfiglio Monaldi 
  5. Sto. Gherardino Sostegno 
  6. Sto. Hugh dei Lippi-Uguccioni 
  7. Sto. Yohanes Buonagiunta Monetti

Minggu Prapaskah I

Tahun C

Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun. Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar. Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti." Jawab Yesus kepadanya: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja." Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia. Kata Iblis kepada-Nya: "Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki. Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu." Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau, dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu." Yesus menjawabnya, kata-Nya: "Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!" Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.


dari sumber Alkitab Deuterokanonika, LAI-LBI

Sto. Yohanes Buonagiunta Monetti

17 Februari

Yohanes Buonagiunta Monetti lahir di Italia. Yohanes bergabung dengan persaudaraan Laudesi, dimana ia bertemu dengan Sto. Alexis Falconieri, Sto. Bartholomeus degli Amidei, Sto Benediktus dell'Antella, Sto. Buonfiglio Monaldi, Sto. Gherardino Sostegno, dan Sto. Hugh dei Lippi-Uguccioni. Pada 15 Agustus 1233, mereka semua memperoleh pengelihatan akan Bunda Maria yang meminta mereka mendirikan tarekat Hamba-Hamba St. Perawan Maria dengan mengikuti aturan hidup Sto. Agustinus. Mereka diberikan skapulir hitam untuk mengingatkan mereka akan penderitaan. Mereka mendirikan tarekat Hamba-Hamba St. Perawan Maria/ Ordo Servorum Mariæ atau dikenal dengan nama Servites (O.S.M.). Yohanes ditahbiskan menjadi imam. Mereka hidup dengan devosi penuh kepada Sengasara Kristus dan Tujuh Duka Cita Maria. Yohanes terpilih sebagai prior-jendral Ordo Servites yang kedua pada tahun 1256. Yohanes Buonagiunta Monetti, O.S.M., meninggal dunia sekitar tahun 1257 di Kapel saat mendengarkan Injil. Pada 1 Desember 1717 ia dibeatifikasi oleh Paus Klement XI, dan pada 15 Januari 1887, ia dikanonisasi oleh Paus Leo XIII.


dari sumber http://www.gcatholic.org/, http://www.imankatolik.or.id/http://www.indocell.net/yesaya/http://www.catholic.org/http://saints.sqpn.com/http://www.catholicculture.org/, dan http://en.wikipedia.org/

Sto. Hugh dei Lippi-Uguccioni


17 Februari

Ricovero dei Lippi-Ugoccioni lahir di Florence, Italia. Ricovero bergabung dengan persaudaraan Laudesi, dimana ia bertemu dengan Sto. Alexis Falconieri, Sto. Bartholomeus degli Amidei, Sto Benediktus dell'Antella, Sto. Buonfiglio Monaldi, Sto. Gherardino Sostegno, dan Sto. Yohanes Buonagiunta Monetti. Pada 15 Agustus 1233, mereka semua memperoleh pengelihatan akan Bunda Maria yang meminta mereka mendirikan tarekat Hamba-Hamba St. Perawan Maria dengan mengikuti aturan hidup Sto. Agustinus. Mereka diberikan skapulir hitam untuk mengingatkan mereka akan penderitaan. Mereka mendirikan tarekat Hamba-Hamba St. Perawan Maria/ Ordo Servorum Mariæ atau dikenal dengan nama Servites (O.S.M.). Ricovero ditahbiskan menjadi imam, dan diyakini mengganti namanya menjadi Hugh. Mereka hidup dengan devosi penuh kepada Sengasara Kristus dan Tujuh Duka Cita Maria. Hugh bekerja bersama dengan Sto. Filipus Benizi di Perancis dan Jerman. Hugh kemudian ditunjuk sebagai vikaris-jendral Ordo Servites di Jerman. Hugh dei Lippi-Uguccioni, O.S.M., meninggal dunia pada 3 Mei 1282 di Monte Senario, Italia. Pada 1 Desember 1717 ia dibeatifikasi oleh Paus Klement XI, dan pada 15 Januari 1887, ia dikanonisasi oleh Paus Leo XIII.


dari sumber http://www.imankatolik.or.id/http://www.indocell.net/yesaya/http://www.catholic.org/http://saints.sqpn.com/http://www.catholicculture.org/, dan http://en.wikipedia.org/

Sto. Gherardino Sostegno

17 Februari

Gherardino Sostegno lahir di Italia. Gherardino bergabung dengan persaudaraan Laudesi, dimana ia bertemu dengan Sto. Alexis Falconieri, Sto. Bartholomeus degli Amidei, Sto Benediktus dell'Antella, Sto. Buonfiglio Monaldi, Sto. Hugh dei Lippi-Uguccioni, dan Sto. Yohanes Buonagiunta Monetti. Pada 15 Agustus 1233, mereka semua memperoleh pengelihatan akan Bunda Maria yang meminta mereka mendirikan tarekat Hamba-Hamba St. Perawan Maria dengan mengikuti aturan hidup Sto. Agustinus. Mereka diberikan skapulir hitam untuk mengingatkan mereka akan penderitaan. Mereka mendirikan tarekat Hamba-Hamba St. Perawan Maria/ Ordo Servorum Mariæ atau dikenal dengan nama Servites (O.S.M.). Gherardino ditahbiskan menjadi imam. Mereka hidup dengan devosi penuh kepada Sengasara Kristus dan Tujuh Duka Cita Maria. Gherardino memimpin Ordo Servites provinsi Umbria dan menyebarkan Ordo Servites sampai ke Jerman. Gherardino Sostegno, O.S.M., meninggal dunia pada sekitar tahun 1282. Pada 1 Desember 1717 ia dibeatifikasi oleh Paus Klement XI, dan pada 15 Januari 1887, ia dikanonisasi oleh Paus Leo XIII.



dari sumber http://www.gcatholic.org/, http://www.imankatolik.or.id/http://www.indocell.net/yesaya/http://www.catholic.org/http://saints.sqpn.com/http://www.catholicculture.org/, dan http://en.wikipedia.org/

Sto. Buonfiglio Monaldi

17 Februari

Buonfiglio Monaldi lahir di Italia. Buonfiglio bergabung dengan persaudaraan Laudesi, dimana ia bertemu dengan Sto. Alexis Falconieri, Sto. Bartholomeus degli Amidei, Sto Benediktus dell'Antella, Sto. Gherardino Sostegni, Sto. Hugh dei Lippi-Uguccioni, dan Sto. Yohanes Buonagiunta Monetti. Pada 15 Agustus 1233, mereka semua memperoleh pengelihatan akan Bunda Maria yang meminta mereka mendirikan tarekat Hamba-Hamba St. Perawan Maria dengan mengikuti aturan hidup Sto. Agustinus. Mereka diberikan skapulir hitam untuk mengingatkan mereka akan penderitaan. Mereka mendirikan tarekat Hamba-Hamba St. Perawan Maria/ Ordo Servorum Mariæ atau dikenal dengan nama Servites (O.S.M.). Buonfiglio ditahbiskan menjadi imam. Mereka hidup dengan devosi penuh kepada Sengasara Kristus dan Tujuh Duka Cita Maria. Buonfiglio menjadi prior-jendral Ordo Servites yang pertama, pada tahun 1249-1256. Buonfiglio Monaldi, O.S.M., meninggal dunia pada 1 Januari 1261 di Italia. Pada 1 Desember 1717 ia dibeatifikasi oleh Paus Klement XI, dan pada 15 Januari 1887, ia dikanonisasi oleh Paus Leo XIII.


dari sumber http://www.imankatolik.or.id/http://www.indocell.net/yesaya/http://www.catholic.org/http://saints.sqpn.com/http://www.catholicculture.org/, dan http://en.wikipedia.org/

Sto. Benediktus dell'Antella

17 Februari

Manetto dell'Antella lahir di Italia. Manneto bergabung dengan persaudaraan Laudesi, dimana ia bertemu dengan Sto. Alexis Falconieri, Sto. Bartholomeus degli Amidei, Sto Buonfiglio Monaldi, Sto. Gherardino Sostegni, Sto. Hugh dei Lippi-Uguccioni, dan Sto. Yohanes Buonagiunta Monetti. Pada 15 Agustus 1233, mereka semua memperoleh pengelihatan akan Bunda Maria yang meminta mereka mendirikan tarekat Hamba-Hamba St. Perawan Maria dengan mengikuti aturan hidup Sto. Agustinus. Mereka diberikan skapulir hitam untuk mengingatkan mereka akan penderitaan. Mereka mendirikan tarekat Hamba-Hamba St. Perawan Maria/ Ordo Servorum Mariæ atau dikenal dengan nama Servites (O.S.M.). Batholomeus ditahbiskan menjadi imam, dan diyakini juga mengganti namanya menjadi Benediktus. Mereka hidup dengan devosi penuh kepada Sengasara Kristus dan Tujuh Duka Cita Maria. Pada tahun 1264, Benediktus menjadi prior-jendral Ordo Servites yang keempat. Benediktus dell'Antella, O.S.M., meninggal dunia sekitar pada 20 Agustus 1268 di Italia.

dari sumber http://www.gcatholic.org/, http://www.imankatolik.or.id/http://www.indocell.net/yesaya/http://www.catholic.org/http://saints.sqpn.com/http://www.catholicculture.org/, dan http://en.wikipedia.org/

Sto. Bartholomeus degli Amidei

17 Februari

Amadio lahir di Italia. Amadeus bergabung dengan persaudaraan Laudesi, dimana ia bertemu dengan Sto. Alexis Falconieri, Sto. Benediktus dell'Antella, Sto Buonfiglio Monaldi, Sto. Gherardino Sostegni, Sto. Hugh dei Lippi-Uguccioni, dan Sto. Yohanes Buonagiunta Monetti. Pada 15 Agustus 1233, mereka semua memperoleh pengelihatan akan Bunda Maria yang meminta mereka mendirikan tarekat Hamba-Hamba St. Perawan Maria dengan mengikuti aturan hidup Sto. Agustinus. Mereka diberikan skapulir hitam untuk mengingatkan mereka akan penderitaan. Mereka mendirikan tarekat Hamba-Hamba St. Perawan Maria/ Ordo Servorum Mariæ atau dikenal dengan nama Servites (O.S.M.). Batholomeus ditahbiskan menjadi imam, dan diyakini juga mengganti namanya menjadi Bartholomeus. Mereka hidup dengan devosi penuh kepada Sengasara Kristus dan Tujuh Duka Cita Maria. Bartholomeus bertugas mengurus biara di Caffagio. Bartholomeus degli Amidei, O.S.M., meninggal dunia pada 18 April 1266 di Monte Sennario, Italia. Pada 1 Desember 1717 ia dibeatifikasi oleh Paus Klement XI, dan pada 15 Januari 1887, ia dikanonisasi oleh Paus Leo XIII.


dari sumber http://www.gcatholic.org/, http://www.imankatolik.or.id/http://www.indocell.net/yesaya/http://www.catholic.org/http://saints.sqpn.com/http://www.catholicculture.org/, dan http://en.wikipedia.org/

Sto. Alexis Falconieri

17 Februari

Alessio Falconieri lahir pada sekitar abad ke 13 di Florence, Italia. Ia adalah putera dari Berdard Falconieri, seorang pedagang kaya. Ia juga merupakan paman dari Sta. Juliana Falconieri. Alexis pada sekitar tahun 1225 bergabung dengan persaudaraan Laudesi, dimana ia bertemu dengan Sto. Bartholomeus degli Amidei, Sto. Benediktus dell'Antella, Sto Buonfiglio Monaldi, Sto. Gherardino Sostegni, Sto. Hugh dei Lippi-Uguccioni, dan Sto. Yohanes Buonagiunta Monetti. Pada 15 Agustus 1233, mereka semua memperoleh pengelihatan akan Bunda Maria yang meminta mereka mendirikan tarekat Hamba-Hamba St. Perawan Maria dengan mengikuti aturan hidup Sto. Agustinus. Mereka diberikan skapulir hitam untuk mengingatkan mereka akan penderitaan. Mereka mendirikan tarekat Hamba-Hamba St. Perawan Maria/ Ordo Servorum Mariæ atau dikenal dengan nama Servites (O.S.M.). Ketika hendak ditahbiskan, Alexis merasa tidak pantas dan memutuskan untuk hidup sebagai bruder. Mereka hidup dengan devosi penuh kepada Sengasara Kristus dan Tujuh Duka Cita Maria. Alexis bertugas bekerja untuk memenuhi kebutuhan materi dan finansial dari tarekatnya. Ia bahkan mengemis di jalan ketika tidak memiliki penghasilan. Alexis menjadi satu-satunya pendiri Ordo Servites yang masih hidup. ketika Ordo ini diakui oleh Paus Benediktus XI, pada tahun 1304. Alexis Falconieri, O.S.M., meninggal dunia pada 17 Februari 1310 di Monte Sennario, Italia. Pada 1 Desember 1717 ia dibeatifikasi oleh Paus Klement XI, dan pada 15 Januari 1887, ia dikanonisasi oleh Paus Leo XIII.


dari sumber http://www.imankatolik.or.id/http://www.indocell.net/yesaya/http://www.catholic.org/http://saints.sqpn.com/http://www.catholicculture.org/, dan http://en.wikipedia.org/

Bto. Simon dari Corsia

16 Februari

Simeone Fidati lahir pada sekitar tahun 1295 di Cascia, Italia. Pada awalnya ia tidak terlalu tertarik pada kehidupan religius dengan memilih belajar pengetahuan alam, tetapi kemudian ia tertarik pada hal religius. Ia bergabung dengan Ordo St. Agustinus ketika berusia duapuluh tahun. Ia kemudian dikenal sebagai seorang pengkotbah yang hebat, dan juga seorang ahli kehidupan spiritual di Italia. Simon menulis beberapa buku, surat, dan tulisan lainnya yang banyak dibaca oleh umat pada masa itu, dan melalui itu juga, ia dianggap sebagai seorang ahli dalam bimbingan rohani. Karyanya yang paling dikenal adalah De Gestis Domini Salvatoris. Simon dari Cascia, O.S.A., meninggal dunia pada 2 Februari 1348 di Florence, Italia. Pada tahun 1833, ia dibeatifikasi oleh Paus Gregorius XVI.


Sto. Jovita


15 Februari


Jovita lahir di Brescia, Lombardia, Italia. Ia adalah putera dari sebuah keluarga bangsawan, dan saudara dari Sto. Faustinus. Jovita adalah seorang Diakon yang tanpa takut menyebarkan Injil bersama dengan Sto. Faustinus. Mereka ditangkap oleh Julian pada masa pemerintahan Kaisar Hadrian. Mereka dibawa dari Milan, Roma, dan Naples untuk disiksa. Siksaan itu tidaklah menggoyahkan iman mereka. Mereka dibawa kembali ke Brescia dan disana mereka dipenggal sebagai martir Kristus. Jovita meninggal dunia pada sekitar tahun 120 di Brescia, Italia.


dari sumber:
http://saints.sqpn.com/
http://www.newadvent.org/
http://www.catholic.org/
http://www.indocell.net/yesaya/
http://www.catholicculture.org/

Sto. Faustinus

15 Februari

Faustinus lahir di Brescia, Lombardia, Italia. Ia adalah putera sebuah keluarga bangsawan, dan merupakan saudara dari Sto. Jovita. Faustinus adalah seorang Imam yang tanpa takut menyebarkan Injil bersama dengan Sto. Jovita. Mereka ditangkap oleh Julian pada masa pemerintahan Kaisar Hadrian. Mereka dibawa dari Milan, Roma, dan Naples untuk disiksa. Siksaan itu tidaklah menggoyahkan iman mereka. Mereka dibawa kembali ke Brescia dan disana mereka dipenggal sebagai martir Kristus. Faustinus meninggal dunia pada sekitar tahun 120 di Brescia, Italia.


dari sumber:
http://saints.sqpn.com/
http://www.newadvent.org/
http://www.catholic.org/
http://www.indocell.net/yesaya/
http://www.catholicculture.org/

Sto. Klaudius de la Colombiere

15 Februari

Claude La Colombiere lahir pada 2 Februari 1641 di Symphorien d’Ozon, Dauphine, Perancis. Ia adalah putera dari keluarga bangsawan Bertrand La Colombiere dan Margaret Coindat. Keluarganya pindah ke Vienna dan Kaludius memulai pendidikannya dikota itu. Klaudius melanjutkan pendidikannya dengan mempelajari retorika dan filsafat di Lyon. Pada saat inilah, Klaudius merasakan panggilan untuk menjadi seroang Yesuit. Pada tahun 1659, Klaudius bergabung dengan Serikat Yesus di Avignon. Pada tahun 1660, Klaudius pindah dari novisiat menuju kolose di Avignon. Selama lima tahun, Klaudius mengajar sebagai dosen bahasa dan sastra. Pada tahun 1666, Klaudius belajar teologi di kolose Clermont di Paris. Setelah menyelesaikan pendidikannya, Klaudius ditahbiskan menjadi seorang imam, dan kembali ke Lyon. Klaudius bertugas sebagai guru, dan pengkotbah. Ia juga menjadi moderator beberapa kongregasi Marian. Pada 2 Februari 1675, Klaudius mengikrarkan kaul untuk mengawasi aturan dan konstitusi Serikat Yesus dan ditugaskan sebagai rektor Kolose Yesuit di Paray Le Monial. Di Paray, Klaudius bertemu dengan St. Margaretha Maria Alacoque dan St. Margareta menceritakan pengalaman spiritual dan penglihatannya akan suara Tuhan. Klaudius meyakini apa yang dialami oleh St. Margareta dan memintanya untuk menuliskannya. Klaudius juga menjadi pembimbing rohani St. Margareta serta ikut menyebarkan Devosi kepada Hati Kudus Yesus. Pada tahun 1676, Klaudius pergi bertugas ke London, Inggris, sebagai pengkotbah bagi Dutchess of York. Melalui hidupnya yang penuh dengan kekudusan, ia berhasil mempertobatkan banyak orang, termasuk Mary Beatrice d’Este dari York. Pada tahun 1678, Klaudius ditangkap atas tuduhan melawan Raja dan hendak mengembalikan Katolik ke Inggris. Ia hampir saja menjadi martir jika saja Louis XIV tidak memberikan rekomendasi atas pekerjaannya. Selama di penjara, kondisi yang buruk membuat kesehatan Klaudius menurun. Klaudius diusir dari Inggris, dan kembali ke Paray, dan kesehatannya terus menurun. Klaudius de la Colombiere, S.J., meninggal dunia pada 15 Februari 1682, di  Paray-le-Monial, Saône-et-Loire, Perancis. Pada 10 Juni 1929, ia dibeatifikasi oleh Paus Pius XI, dan pada 31 Mei 1992, ia dikanonisasi oleh Paus Sto. Yohanes Paulus II.


Sto. Metodius

14 Februari

Methodius lahir sekitar tahun 826 di Tesalonika, Yunani. Ia adalah saudara dari Sto. Sirilus, dan kemungkinan besar ibunya adalah orang Slavia, karena mereka mampu berbahasa Slavia. Keluarganya adalah keluarga bangsawan dan dikatakan masih memiliki hubungan dengan senat Tesalonika. Metodius belajar filsafat di Universitas Konstantinopel. Ia kemudian ditahbiskan sebagai seorang imam dan menjadi biarawan. Pada tahun 861, ia dikirim bersama Sto. Sirilus, saudaranya, oleh Kaisar untuk mempertobatkan orang-orang Yahudi Khazars. Dalam tugas ini, mereka tidak hanya berhasil, tetapi juga mempelajari budaya dan bahasa Khazars. Kemudian muncul permintaan dari Moravia untuk mengirimkan pengkotbah Injil. Dengan bermodalkan bahasa Slavia yang digunakan di Moravia, dan keberhasilan pada misi sebelumnya, Metodius dan Sto. Sirilus mengajukan diri mereka dan merekapun terpilih untuk pergi ke Moravia pada tahun 863. Di Moravia, mereka menerjemahkan Liturgi dan Kitab Suci ke dalam Bahasa Slavia. Apa yang mereka lakukan mendapat pertentangan, karena pada saat itu penggunaan bahasa setempat belumlah dikenal dalam Gereja Barat (Gereja Barat/Roma baru menggunakan bahasa setempat setelah Konsili Vatikan II). Metodius dan Sirilus dipanggil oleh Paus Nikolas II ke Roma, tetapi Paus Sto. Nikolas meninggal sebelum bertemu mereka. Penggantinya, Paus Adrian II menerima mereka dan memberikan dukungan atas perbuatan mereka. Keduanya diangkat sebagai Uskup, tetapi Sto. Sirilus tidak dapat kembali ke Moravia, karena ia meninggal di Roma pada 14 Februari 869. Metodius kembali ke Moravia dan menjadi Uskup Agung. Pada tahun 870, dalam Sinode Ratisbon, Metodius dikutuk, diturunkan, dan dipenjarakan. Tiga tahun kemudian ia dibebaskan oleh Paus Yohanes VIII dan dikembalikan jabatannya. Metodius kemudian menyelesaikan menerjemahkan seluruh Kitab Suci kedalam bahasa Slavia, kecuali Kitab Makabe. Metodius meninggal dunia pada 6 April 885 di Moravia, Republik Ceko.


Sto. Sirilus

14 Februari

Sirilus lahir sekitar tahun 827 di Tesalonika, Yunani, dengan nama Konstantin. Ia adalah saudara dari Sto. Metodius, dan kemungkinan besar ibunya adalah orang Slavia, karena mereka mampu berbahasa Slavia. Keluarganya adalah keluarga bangsawan dan dikatakan masih memiliki hubungan dengan senat Tesalonika. Konstantin belajar filsafat di Universitas Konstantinopel. Ia kemudian ditahbiskan sebagai seorang imam.  Pada saat menjadi biarawan, ia mengganti namanya menjadi Sirilus Pada tahun 861, ia dikirim bersama Sto. Metodius, saudaranya, oleh Kaisar untuk mempertobatkan orang-orang Yahudi Khazars. Dalam tugas ini, mereka tidak hanya berhasil, tetapi juga mempelajari budaya dan bahasa Khazars. Kemudian muncul permintaan dari Moravia untuk mengirimkan pengkotbah Injil. Dengan bermodalkan bahasa Slavia yang digunakan di Moravia, dan keberhasilan pada misi sebelumnya, Sirilus dan Sto. Metodius mengajukan diri mereka dan merekapun terpilih untuk pergi ke Moravia pada tahun 863. Di Moravia, mereka menerjemahkan Liturgi dan Kitab Suci ke dalam Bahasa Slavia. Apa yang mereka lakukan mendapat pertentangan, karena pada saat itu penggunaan bahasa setempat belumlah dikenal dalam Gereja Barat (Gereja Katolik Roma baru menggunakan bahasa setempat setelah Konsili Vatikan II). Sirilus dan Sto. Metodius dipanggil oleh Paus Sto. Nikolas I ke Roma, tetapi Paus Sto. Nikolas I meninggal sebelum bertemu mereka. Penggantinya, Paus Adrian II menerima mereka dan memberikan dukungan atas perbuatan mereka. Keduanya diangkat sebagai Uskup, tetapi Sirilus tidak dapat kembali ke Moravia. Sirilus meninggal dunia pada 14 Februari 869 di Roma, Italia.


Sto. Valentinus dari Roma

14 Februari

Tidak terlalu diketahui kapan dan dimana Valentinus lahir, tetapi ia adalah seorang Imam, yang bersama Sto. Marius dan keluarganya mendampingi para martir selama penganiayaan umat Kristen oleh Kaisar Klaudius II. Diceritakan pada masa itu, Kaisar Klaudius juga melarang para pria untuk menikah agar dapat meningkatkan jumlah pasukannya. Valentinus menentang hal ini dan ia mengundang para pasangan untuk bertemu dengannya dan memberikan mereka Sakramen Perkawinan secara sembunyi-sembunyi. Atas perbuatannya, ia ditangkap oleh Kaisar Klaudius yang mengetahuinya. Kaisar Klaudius melihat suatu hal dalam diri Valentinus dan berusaha untuk membuat agar Valentinus menyangkal imannya dan menjadi seorang penganut Paganisme. Disisi lain, Valentinus selalu berusaha untuk mempertobatkan Kaisar Klaudius. Akhirnya Kaisar menjatuhinya hukuman mati. Di dalam penjara, Valentinus bersahabat dengan Asterius, sipir penjara dan puterinya yang buta. Valentinus mempertobatkan mereka dan menyembuhkan puteri Asterius dari kebutaannya. Valentinus kemudian dihukum mati setelah dipukul dengan balok kayu dan dipenggal. Valentinus meninggal dunia sebagai martir pada 14 Februari 269 di Roma, Italia. Beberapa ahli sering menyamakannya dengan Sto. Valentinus dari Terni.


dari sumber:
http://saints.sqpn.com/
http://www.catholicculture.org/
http://www.catholic.org/
http://www.imankatolik.or.id/
http://www.newadvent.org/

Bto. Yordanus dari Saksonia

13 Februari

Jordan lahir pada sekitar tahun 1190 di Kastil Padberg, Westphalia, Jerman. Ia adalah putera dari sebuah keluarga bangsawan Eberstein. Yordanus memperoleh pendidikannya di Jerman, kemudian ia memperoleh gelar teologi dari Universitas Paris. Pada tahun 1220, Bto. Reginald dari Orleans tiba di Paris dan menarik banyak mahasiswa untuk bergabung dengan Ordo Pengkotbah, dan Yordanus menjadi salah satu yang memutuskan untuk bergabung. Pada tahun 1221, Yordanus ditunjuk sebagai prior untuk provinsi Lombardy. Pada tahun 1222, ia terpilih untuk menggantikan Sto. Dominikus sebagai master-jendral Ordo Pengkotbah. Yordanus mengembangkan Ordo Pengkotbah ke Jerman dan Swiss. Ia juga mengirimkan misionaris ke Denmark. Yordanus adalah seorang pengkotbah yang kuat, bahkan Sto. Albertus Agung bergabung dengan Ordo Pengkotbah setelah mendengarkan Kotbahnya. Ia juga merupakan pembimbing spiritual Bta. Diana d'Andalo dan membantunya dalam mendirikan biara St. Agnes. Yordanus juga menulis Libellus de Principiis Ordinis Praedicatorum atau buku pegangan dasar Ordo Pengkotbah. Buku itu juga menuliskan sejarah awal berdirinya Ordo Pengkotbah dan kisah hidup awal dari Sto. Dominikus. Pada tahun 1237, Yordanus pergi berziarah ke Tanah Suci, tetapi kapalnya karam di sekitar Syria. Yordanus dari Saksonia, O.P., meninggal dunia pada tahun 1237 di sekirat Syria. Tubuhnya berhasil ditemukan dan dimakamkan di Akko, Israel. Pada tahun  1825, ia dibeatifikasi oleh Paus Leo XII.


dari sumber http://saints.sqpn.com/http://www.dominicans.ie/http://www.catholic.org/, dan http://en.wikipedia.org/

Bta. Kristina dari Spoleto

13 Februari

Agostina Camozzi lahir pada sekitar tahun 1435 di Ostenso, Como, Italia. Ia adalah puteri dari seorang dokter yang dikenal di Como. Ketika masih muda, Agostina menikah dengan seorang tukang batu yang sebenarnya jauh dari keinginan orangtuanya. Agostina menjadi janda tidak lama kemudian karena suaminya meninggal dunia. Agostina kemudian melakukan perzinahan dengan seorang prajurit dan melahirkan seorang anak laki-laki, yang juga meninggal dunia dalam usia muda. Kemudian ia menikah kembali dengan seorang petani dari Mantua, tetapi suaminya ini juga meninggal dunia tidak lama kemudian setelah dibunuh oleh seorang pesaingnya yang cemburu. Agostina kemudian bertobat pada tahun 1450 dan bergabung dengan Ordo Ketiga St. Agustinus dan mengganti namanya menjadi Kristina. Kristina sering berpindah dari satu biara Agustinian ke biara yang lainnya, sampai akhirnya ia sampai di Spoleto, dimana ia merawat orang sakit disana. Pada tahun 1457, Kristina ingin melakukan ziarah ke Asisi, Roma, dan Tanah Suci, tetapi ia tidak berhasil melakukannya. Kristina dari Spoleto meninggal dunia pada 13 Februari 1458, di Spoleto, Italia. Pada tahun 1834, ia dibeatifikasi oleh Paus Gregorius XVI.


dari sumber http://augustinians.net/http://www.midwestaugustinians.org/http://www.osa-west.org/http://www.parokisantolukas.org/http://saints.sqpn.com/, dan http://www.imankatolik.or.id/

Rabu Abu

Rabu Abu

Dalam khotbah di bukit Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Hati-hatilah, jangan sampai melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat. Karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di surga. Jadi, apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong supaya dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri di rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu, ‘Mereka sudah mendapat upahnya’. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu, dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu, ‘Mereka sudah mendapat upahnya’. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu supaya jangan dilihat orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”


Bta. Humbelina

12 Februari

Humbelina lahir pada sekitar tahun 1092, kemungkinan di Fontaines-les-Dijon, Burgundy, Perancis. Ia adalah puteri dari keluarga bangsawan Perancis, dan Ia juga adalah saudara dari Sto. Bernardus dari Clairvaux. Pada masa mudanya, ia menikah dengan Guy de Marcy, dan ia sangat populer sekali. Suatu ketika, Humbelina mengunjungi saudaranya, Sto. Bernardus. Pada saat itu ia bertobat atas kehidupan yang selama ini ia jalani. Atas seizin suaminya, Humbelina menjadi seorang biarawati Benediktin di biara Jully les Nonnais. Humbelina kemudian menjadi pertapa dan abdis menggantikan saudara iparnya, Elizabeth. Humbelina, O.S.B., meninggal dunia pada tahun 1135 dalam dekapan tangan saudaranya. Pada tahun 1763, Kultusnya diakui oleh Paus Klement XIII, tetapi kurang jelas apakah ia dibeatifikasi atau dikanonisasi. Oleh karena itu dalam beberapa sumber, ia telah dinyatakan sebagai Santa.


dari sumber http://saints.sqpn.com/http://www.catholic.org/http://www.ocso.org/, dan http://www.glencairnabbey.org/

Sto. Benediktus dari Aniane

11 Februari

Witiza lahir pada sekitar tahun 747 di Languedoc, Perancis. Ia putera dari Aigul, seorang bangsawan Maguelone, Visigoth. Ia belajar dan kemudian bekerja sebagai juru minum bagi Raja Pepin III dan Bto. Karolus Agung. Ia kemudian meninggalkan kehidupannya dan menjadi seorang biarawan di biara Sto. Sequanus, dimana kemudian ia mengganti namanya menjadi Benediktus. Pada tahun 779, ia kembali ke kediamannya di Aniane dan mendirikan biara disana. Ia menerapkan aturan Sto. Benediktus dari Nursia  pada biaranya, sehingga banyak orang yang tertarik untuk bergabung. Ia kemudian mereformasi dan juga meresmikan beberapa biara lainnya. Pada saat itu, ia didampingi oleh Sto. Ardo yang menjadi sekretarisnya. Pada saat muncul ajaran sesat Adopsianisme, Benediktus menentang dengan keras. Ia menulis pembelaan dan membantu sinode Frankfurt pada tahun 794. Raja Louis yang saleh kemudian memintanya untuk menjadi pembimbing untuk dua biara yang ia dirikan, yaitu biara Maurmunster, di Alsace, Perancis, dan biara Cornelimunster, dekat Aachen, Jerman. Kaisar juga meminta Benediktus untuk membuka dan memimpin sinode Aachen pada tahun 817 yang memutuskan untuk menerapkan aturan Sto. Benediktus pada semua biara pada kerajaan Louis. Benediktus dari Aniane meninggal dunia pada 11 Februari 821, di Cornelimunster, Aachen, Jerman. Kisah hidupnya dituliskan oleh Sto. Ardo.


dari sumber http://www.imankatolik.or.id/, http://catholic.org/, http://saints.sqpn.com/, http://en.wikipedia.org/, dan http://www.newadvent.org/

Sta. Perawan Maria dari Lourdes

11 Februari

Pada tanggal 11 Februari 1858, Sta. Perawan Maria menampakan dirinya kepada Sta. Bernadette Soubirous di gua Massabielle, Lourdes, Perancis. Pada awalnya, Sta. Bernadette bersama dengan saudara dan temannya pergi ke sungai Gave. Disana Sta. Bernadette seorang diri mendengar bunyi gemericik dan mencari sumber bunyi itu, sampai ia mendapati seorang wanita bergaun putih dengan ikat pinggang terang. Dikakinya juga terdapat mawar terdapat mawar kuning pucat, warna yang sama dengan rosario yang dibawa oleh Bunda Maria. Sta. Bernadette kemudian mendaraskan doa rosario, sementara Bunda Maria ikut menggerakan manik-manik rosario yang dibawanya. Setelah selesai, Bunda Maria menghilang. Sta. Bernadette kemudian datang kembali seminggu kemudian dan pada kedatangannya yang ketiga, Bunda Maria meminta kepada Sta. Bernadette untuk datang selama lima belas hari. Ia meminta agar dibangun sebuah kapel dan meminta Sta. Bernadette minum air dari sumber air. Pada awalnya St. Bernadette menyangka sumber air yang dimaksud adalah dari sungai Gave, tetapi ia menyadari bahwa yang dimaksud Bunda Maria adalah sumber air yang berada didekat tempat penampakannya. Sta. Bernadette kemudian menggali dan mendapatkan cukup air untuk diminum. Bunda Maria menampakan diri sebanyak 18 kali kepada Sta. Bernadette Soubirous, dengan penampakan terakhir tanggal 16 Juli 1858. Pesan Bunda Maria adalah untuk mendoakan orang-orang berdosa. Pada tanggal 25 Maret, Hari Raya Kabar Sukacita, Bunda Maria memperkenalkan dirinya sebagai Yang Dikandung Tanpa Noda Dosa, yang juga merupakan penegasan dogma Gereja yang dinyatakan oleh Paus Bto. Pius IX pada 8 Desember 1854. Pada tahun 1862, Uskup Tarbes dan Lourdes, Mgr. Bertrand-Sévère Mascarou-Laurence, menyatakan penampakan Lourdes adalah benar, dan peziarahan boleh dilakukan. Pada tahun 1864, sebuah patung Bunda Maria diletakan pada gua Missabielle. Pada tahun 1876, sebuah Basilika didirikan disana. Paus Leo XIII menjadikan penampakan Lourdes sebagai sebuah Pesta Gereja pada tahun 1892, sementara Paus Sto. Pius X menetapkan peristiwa ini untuk dirayakan diseluruh dunia. Lourdes menjadi sebuah tempat peziarahan terkenal yang banyak dikunjungi umat setiap tahunnya. Banyak mukjizat terjadi, tetapi hanya sedikit yang diakui, karena sulitnya proses pembuktian mengenai mukjizat tersebut. Pada peringatan 150 tahun penampakan Lourdes, Paus Benediktus memberikan indulgensi khusus bagi para peziarah.


dari sumber:
http://www.imankatolik.or.id/
http://www.indocell.net/yesaya/
http://www.st-yohanesbosco.org/
http://www.catholicculture.org/
http://www.newadvent.org/
http://saints.sqpn.com/
http://en.wikipedia.org/
http://news.bbc.co.uk/

Sta. Skolastika

10 Februari

Skolastika lahir pada sekitar tahun 480 di Nursia, Umbria, Italia. Ia adalah saudara kembar dari Sto. Benediktus dari Nursia. Ketika Sto. Benediktus mendirikan biara di Monte Kasino, ia mendirikan sebuah biara di Plombariola, yang tidak jauh dari Monte Kasino. Skolastika mengunjungi saudaranya satu kali dalam satu tahun. Karena ia tidak diizinkan untuk memasuki biara Monte Kasino, mereka bertemu disebuah rumah kecil yang masih milik biara, tidak jauh dari tempat itu. Dikisahkan oleh Paus Sto. Gregorius Agung, suatu ketika mereka bertemu dan membicarakan berbagai hal kudus. Ketika hari sudah malam, Skolastika meminta Sto. Benediktus untuk tetap bersamanya hingga keesokan hari, tetapi St. Benediktus menolak permintaan saudaranya. Skolastika berdoa kepada Tuhan, dan seketika itu juga petir menyambar disertai hujan yang sangat kencang. St. Benediktus kemudian bertanya kepada Skolastika apa yang telah ia perbuat. Skolastika berkata bahwa St. Benediktus menolak permintaannya, sehingga ia meminta kepada Tuhan yang mendengarkan permohonannya. Setelah itu keduanya terjaga sampai pagi dan membicarakan kehidupan spiritual sepanjang malam. Tiga hari kemudian, Skolastika meninggal dunia pada sekitar tahun 543 di dekat Monte Kasino, Italia. Dikisahkan Sto. Benediktus dari dalam biaranya, melihat roh Skolastika keluar dari tubuhnya dalam rupa merpati dan terbang menuju surga.


dari sumber http://www.americancatholic.org/, http://en.wikipedia.org/, http://www.imankatolik.or.id/http://www.catholic.org/http://saints.sqpn.com/, dan http://www.indocell.net/yesaya/

Minggu Biasa V

Tahun C

Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa." Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia. Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.


dari sumber Alkitab Deuterokanonika, LAI-LBI

Sto. Callistus Caravario

9 Februari

Callistus Caravario lahir di Cuorgne, Turin, Italia pada 18 Juni 1903. Ketika berusia lima tahun, keluarganya ppindah ke Turin. Callistus merayakan Misa setiap hari, dan atas saran dari rektor oratori, ia bergabung dengan novisiat Salesian. Pada tahun 1921 ia bertemu dengan Sto. Alyosius Versiglia dan berkeinginan untuk mengikutinya ke Cina, dan hal itu terwujud dua tahun kemudian. Pada tanggal 25 Februari 1930, ia bersama Sto Aloysius Versiglia serta lima orang lainnya, yang semuanya anak muda, berada dalam suatu perjalanan mengunjungi sebuah komunitas kecil di Lin Chow (Li Tai Tseu). Dalam perjalanan tersebut, mereka dihadang oleh sekelompok orang yang bersenjata yang meminta uang saat itu juga. Sekelompok orang tersebut berusaha untuk merebut para wanita muda. Callistus dan Sto. Aloysius Versiglia dihantam dengan pangkal senjata dan mereka terjatuh ke kapal tidak sadarkan diri. Mereka diikat, diperiksa, dan disiksa. Tidak ada lagi yang dapat mereka lakukan untuk melindungi para wanita muda tersebut. Kemudian mereka diseret ke sebuah tempat tidak jauh dari tempat itu. Mengetahui apa yang akan terjadi pada mereka, Callistus dan Sto. Aloysius hanya dapat berdoa dalam keheningan dan pada akhirnya mereka ditembak mati. Callistus Caravario, S.D.B., meninggal dunia pada 25 Februari 1930 di Shui Chow, Cina. Ia dibeatifikasi pada tanggal 15 Mei 1983 dan dikanonisasi pada tanggal 1 Oktober 2000 oleh Paus Sto. Yohanes Paulus II.

dari sumber http://www.salesians.org.uk/http://www.catholic.org/, dan http://www.st-yohanesbosco.org/

Sto. Aloysius Versiglia

9 Februari

Luigi Versiglia lahir pada tanggal 5 Juni 1873 di Oliva Gessi,Pavia, Italia. Ia masuk ke dalam oratori ketika ia berumur 12 tahun dan akhirnya menjadi seorang imam Salesian. Setelah tahbisannya pada tahun 1895, ia menghabiskan 10 tahun sebagai kepala novisiat di Genzano di Roma. Pada tahun 1906, ia memimpin ekspedisi misionaris Salesian yang pertama ke Cina. Kemudian ia menetap di Macau dan memulai misi di Shiu Chow. Aloysius ditunjuk sebagai Uskup Shui Chow pada tanggal 22 April 1920. Ia mendirikan seminari, rumah yatim piatu dan rumah untuk orang-orang tua. Ia memimpin dengan cara memberikan contoh bagaimana ia bekerja keras dan melakukan segala sesuatu dengan dasar cinta kasih. Ia tidak pernah meminta seseorang untuk mengerjakan sesuatu tanpa melihat terlebih dahulu apa yang orang tersebut mampu kerjakan. Pada tanggal 25 Februari 1930, ia bersama Sto. Callistus Caravario serta lima orang lainnya, yang semuanya anak muda, berada dalam suatu perjalanan mengunjungi sebuah komunitas kecil di Lin Chow (Li Tai Tseu). Dalam perjalanan tersebut, mereka dihadang oleh sekelompok orang yang bersenjata yang meminta uang saat itu juga. Sekelompok orang tersebut berusaha untuk merebut para wanita muda. Aloysius dan Sto. Callistus Caravario dihantam dengan pangkal senjata dan mereka terjatuh ke kapal tidak sadarkan diri. Mereka diikat, diperiksa, dan disiksa. Tidak ada lagi yang dapat mereka lakukan untuk melindungi para wanita muda tersebut. Kemudian mereka diseret ke sebuah tempat tidak jauh dari tempat itu. Mengetahui apa yang akan terjadi pada mereka, Aloysius dan Sto. Callistus hanya dapat berdoa dalam keheningan dan pada akhirnya mereka ditembak mati. Aloysius Versiglia, S.D.B., meninggal dunia pada 25 Februari 1930 di Shui Chow, Cina. Ia dibeatifikasi pada tanggal 15 Mei 1983 dan dikanonisasi pada tanggal 1 Oktober 2000 oleh Paus Sto. Yohanes Paulus II.


Sta. Apollonia

9 Februari

Apollonia lahir pada sekitar abad ke-3 di Alexandria, Mesir. Dikisahkan bahwa ia adalah seorang diakones dan sering mmengunjungi umat Kristen yang berada di dalam penjara. Pada masa penganiayaan umat Kristen oleh Kaisar Philipus, Apillonia ditangkap. Apollonia disiksa dengan kejam sampai giginya dicabuti oleh para penyiksanya, karena Apollonia tetap berpegang teguh pada imannya. Kemudian para penyiksanya mengancam akan membakar Apollonia, tetapi Apollonia melompatkan diri ke dalam kobaran api untuk menunjukan imannya kepada Kristus yang tidak tergoyahkan. Apollonia meninggal dunia pada sekitar tahun 249 di Alexandria, Mesir.


dari sumber
http://www.imankatolik.or.id/
http://www.catholic.org/
http://saints.sqpn.com/
http://www.indocell.net/yesaya/
http://www.newadvent.org/
http://www.catholicnewsagency.com/

Sto. Yohanes dari Matha

8 Februari

Jean de Matha lahir pada 23 Juni 1160 di Faucon, Provence, Perancis. Ia adalah putera dari sebuah keluarga bangsawan. Yohanes memperoleh pendidikan di Aix, Perancis. Ketika ia kembali ke Faucon, ia memilih untuk menjadi seorang pertapa untuk beberapa saat. Yohanes kemudian melanjutkan pendidikan di Paris dalam bidang teologi. Yohanes ditahbiskan sebagai imam pada tahun 1197. Ia kemudian bergabung bersama Sto. Felix dari Valois pada pertapaan di Cerfroid. Dalam beberapa kesempatan, Yohanes mendapatkan pengelihatan mengenai salib merah dan biru. Ia kemudian mendirikan Ordo Tritunggal Mahakudus/ Ordo Sanctissimæ Trinitatis (O.SS.T.) atau dikenal dengan Ordo Trinitarians, yang juga mendapatkan dukungan dari Paus Innocentius III. Ordo ini bertujuam untuk menebus para tawanan bangsa Moor. Ciri ordo ini adalah salib merah dan biru pada jubah mereka, seperti apa yang dilihat Yohanes dalam pengelihatannya. Ordo ini mendapat pengakuan Paus Innocentius III pada tahun 1209, dan Yohanes menjadi superior pertama ordo ini. Banyak tawanan berhasil dibebaskan oleh Ordo ini. Menurut tradisi dikisahkan, sebelum meninggal, Yohanes sempat bertemu dengan Sto, Fransiskus dari Assisi. Yohanes dari Matha, O.SS.T., meninggal dunia pada 12 Desember 1223 di Roma, Italia. Pada 21 Oktober 1666, ia dikanonisasi oleh Paus Alexander VII.


Sta. Yosefa Bakhita

8 Februari

Yosefina Bakhita lahir pada tahun 1869 di Sudan. Ada yang mengatakan bahwa Bakhita terlahir dari keluarga kaya Sudan, tetapi yang pasti ia diculik sejak kecil. Bakhita bukanlah nama sebenarnya, tetapi merupakan sebuah nama yang diberikan para penculik kepadanya, bahkan Bakhita tidak pernah ingat nama yang diberikan orangtuanya. Bakhita diperjualbelikan oleh para penculiknya di El Obeid and Khartoum, tidak jarang juga ia mengalami penyiksaan. Pada suatu ketika, ia dibeli oleh konsul Italia, Callisto Legnani, dan untuk pertama kalinya, Bakhita mengalami rasa damai, karena tidak mendapatkan siksaan. Ketika Callisto Legnani meninggalkan Sudan, karena kondisi politik, Bakhita ikut bersamanya ke Italia. Di Italia, ia mendapatkan keluarga baru, setelah Augusto Michieli dan isterinya mengadopsinya dari Callisto Legnani. Bersama keluarga Michieli, Bakhita tetap dicintai dan disayangi. Ketika keluarga Michieli memperoleh seorang puteri, Mimmina, Bakhita menjadi pengasuh sekaligus sahabatnya. Pada suatu ketika, Bakhita dan Mimmina dititipkan kepada suster-suster Canossian, karena keluarga Michieli harus bekerja di Laut Merah. Disinilah Bakhita mengenal Tuhan, yang sebenarnya bisikannya sudah ia rasakan sejak kecil, tetapi ia tidak dapat mengenalinya. Bakhita dibaptis pada 9 Januari 1890 dan mengambil nama Yosefina. Ketika keluarga Michieli datang untuk mengambil Bakhita dan Mimmina, Bakhita memilih untuk tetap tinggal bersama suster-suster Canossian karena ia merasa terpanggil akan hidup religius. Pada 8 Desember 1896, ia secara resmi menjadi biarawati. Selama 50 tahun ia hidup di Schio melakukan berbagai karya. Kerendahan hati dan murah senyumnya memenagkan hati para penduduk di Schio. Muder Moretta (Hitam), itulah sebutan untuk dirinya. Ketika ia semakin tua, ia merasakan rasa sakit yang ia alami ketika ia menjadi budak. Bunda Maria kemudian membebaskannya dari rasa sakitnya. Josephine Bakhita, F.D.C.C., meninggal dunia pada 8 Februari 1947 di biara Canossian di Schio. Pada 17 Mei 1992, ia dibeatifikasi oleh Paus Sto. Yohanes Paulus II dan pada 1 Oktober 2000, ia dikanonisasi oleh Paus yang sama.


Sto. Hieronimus Emilianus

8 Februari

Gerolamo Emiliani lahir pada tahun 1481 di Venesia. Ia adalah putera dari Angelo Emilianus dan Eleonore Mauroceni. Hieronimus kemudian bergabung menjadi tentara. Pada tahun 1508, ia bertugas mempertahankan Kastelnuevo, di sebuah pegunungan dekat Treviso. Ia dan pasukannya mengalami kekalahan dan iapun ditangkap, dan dirantai dalam ruang bawah tanah. Hieronimus kemudian menemukan Tuhan di dalam penjara ini. Ia berdoa kepada Bunda Maria untuk diberikan kesempatan untuk bertobat. Doanya dikabulkan dan ia berhasil melarikan diri secara ajaib. Ia kemudian langsung mengunjungi gereja dan menggantungkan rantai yang gunakan diatas altar. Ia kembali ke Venesia dan merawat keponakannya. Hieronimus juga belajar teologi dan melakukan karya kasih. Hieronimus ditahbiskan sebagai imam pada tahun 1518. Tidak lama kemudian terjadi wabah demam, dan Hieronimus membantu merawat para korban. Ia menyewa sebuah rumah untuk menampung para anak yatim-piatu. Selanjutnya Hieronimus mendirikan enam panti asuhan, sebuah rumah penampungan bagi para prostitusi yang bertobat, dan sebuah rumah sakit. Hieronimus kemudian mendirikan Klerus Regula dari Somaska/ Ordo Clericorum Regularium a Somascha atau Somascans (C.R.S.). Nama Somaska diambil dari nama kota dimana Hieronimus dan dua imam lainnya, Alessandro Besuzio dan Agostino Bariso memulai karya mereka. Ordo ini mendapatkan pengakuan Paus Paulus III pada tahun 1540. Hieronimus Emilianus, C.R.S., meninggal dunia pada 8 Februari 1537 di Italia, ketika ia sedang menolong orang-orang sakit. Pada 29 September 1747, ia dibeatifikasi oleh Paus Benediktus XIV, dan pada 16 Juli 1767 ia dikanonisasi oleh Paus Klement XIII.


Sta. Koleta dari Corbie

7 Februari

Nikoleta Boilet lahir pada 13 Januari 1381 di Picardy, Perancis. Namanya diambil dari Sto. Nikolaus dari Myra. Dikisahkanan bahwa kedua orangtuanya baru mendapatkan Koleta ketika mereka telah berusia lanjut, melalui perantaraan doa kepada Sto. Nikolaus dari Myra. Ia adalah puteri dari Robert DeBoilet, seorang tukang kayu, dan Margaret Moyon. Koleta menjadi yatim piatu ketika ia berusia tujuhbelas tahun. Ia kemudian diasuh oleh seorang abbas Benediktin, yang kemudian ingin menikahkannya dengan seorang pemuda. Koleta menolaknya karena ia ingin menjadi biarawati. Koleta kemudian mencoba bergabung dengan Beguines dan Benediktin, tetapi ia ditolak. Koleta kemudian bergabung dengan Ordo  Ketiga St. Fansiskus, dan menjadi pertapa. Pada 17 September 1402, Koleta menjadi seorang anchoress. Pada suatu ketika, Koleta mendapatkan pengelihatan akan Sto. Fransiskus Asisi, yang memintanya untuk mereformasi Suster-Suster Klaris agar kembali ke aturan awal. Pada awalnya Koleta ragu-ragu, tetapi kemudian ia menjadi buta selama tiga hari, disusul menjadi bisu selama tiga hari, dan ia menganggap ini sebagai tanda bahwa ia harus segera bertindak. Pada tahun 1406, Koleta pergi meninggalkan menjalankan tugasnya, tetapi ia ditolak pada awalnya, sampai dengan ia menerima jubah dari Petrus de Luna atau anti-Paus Benediktus XIII. Petrus de Luna juga mengangkatnya menjadi superior untuk semua biara Klaris, sehingga Koleta dapat mereformasi ataupun mendirikan kembali. Ia pergi dari satu biara ke biara lain, walaupun pada awalnya mendapat hinaan dan tentangan, tetapi akhirnya ada juga yang bersimpati dan mendukung. Reformasi terjadi di Burgundy di Perancis, Flanders di Belgia, dan Spanyol. Koleta juga membantu Sto. Vinsensius Ferrer dalam menyembuhkan skisma Kepausan yang terjadi. Koleta mendirikan sekitar tujuhbelas biara dan salah satu cabang dari Suster-Suster Klaris dikenal dengan nama Colettines. Koleta memiliki devosi yang besar kepada kisah sengsara Kristus, dan berpuasa dan bermeditasi setiap hari Jumat. Setelah menerima Komuni, Koleta selalu berekskatasi selama beberapa jam. Koleta juga meramalkan kematiannya. Koleta dari Corbie, P.C.C., meninggal dunia pada 6 Maret 1447, di biaranya di Ghent, Belgia. Pada tahun 1664, ia dibeatifikasi oleh Paus Klement VIII, dan pada 24 Mei 1807, ia dikanonisasi oleh Paus Pius VII.


dari sumber http://www.catholic.org/http://saints.sqpn.com/http://en.wikipedia.org/http://www.imankatolik.or.id/http://www.indocell.net/yesaya/, dan http://www.catholicculture.org/

Kalender Orang Kudus