St. Melania Muda

31 Desember

Melania lahir pada sekitar tahun 383 di Roma. Ia adalah puteri Publicola dan Albina, suami-isteri Kristen yang kaya dan saleh. Ia juga merupakan cucu dari St. Melania tua. Dalam usia tigabelas tahun, Melania dinikahkan dengan Valerius Pinianus, yang sebenarnya tidak disetujui oleh Melania. Mereka dikaruniai dua anak. Melania amat lembut hati, penuh pengabdian dan berjiwa sosial. Sifat sosialnya itu menjadikannya tak disenangi kaum kerabatnya. Setelah kedua anak Melania meninggal dunia dalam usia muda, orangtua Melania dapat menerima bahkan meneladani cara hidup puterinya. Mereka banyak beramal untuk Gereja dan kaum miskin. Kekayaan mereka dijual untuk membebaskan ratusan budak belian. Pada tahun 410, ketika Roma diserang oleh tentara Visigoth, mereka mengungsi ke Thagaste, Afrika Utara, di mana mereka bertemu dengan St Agustinus dari Hippo. Pada tahun 417, rasa keagamaan dan sosial yang kuat mendorong mereka untuk pindah ke Yerusalem dan tinggal dekat makam suci Yesus. Sesudah suaminya meninggal dunia pada tahun 432, Melania mendirikan biara di Bukit Zaitun. Ia juga mendirikan dua biara lain di Afrika, untuk perempuan dan laki-laki. Sebagian besar waktunya digunakan Melania untuk menyalin buku-buku keagaman. Ia juga menjalin hubungan baik dengan St Paulinus dari Nola, St Agustinus dan St Hieronimus. Ia wafat pada tahun 439 di Betlehem.


Keluarga Kudus

Tahun B

Ketika genap waktu pentahiran menurut hukum Taurat, Maria dan Yusuf membawa Kanak Yesus ke Yerusalem untuk menyerahkan Dia kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah. Juga mereka datang untuk mempersembahkan kurban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur dan dua ekor anak merpati. Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh hidupnya, yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Atas dorongan Roh Kudus Simeon datang ke Bait Allah. Ketika Kanak Yesus dibawa masuk oleh orangtua-Nya untuk melakukan apa yang ditentukan hukum Taurat, Simeon menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya, "Sekarang Tuhan, biarlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang daripada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi pernyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu Israel." Yusuf dan Maria amat heran akan segala sesuatu yang dikatakan tentang Kanak Yesus. Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu, "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan -- dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri --, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang." Pada waktu itu ada pula di Yerusalem seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer, namanya Hana. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah menikah, ia hidup tujuh tahun bersama suaminya, dan sekarang ia sudah janda, berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah, dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. Pada hari itu Hana pun datang ke Bait Allah dan mengucap syukur kepada Allah, serta berbicara tentang Kanak Yesus kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. Setelah menyelesaikan semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah Maria dan Yusuf beserta Kanak Yesus ke kota kediaman mereka, yaitu kota Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.


dari sumber:

St. Anysius

Anysius adalah Uskup Tesalonika pada tahun 383, menggantikan St. Ascolus. Ia adalah sahabat dari St. Ambrosius, dan ia juga ditunjuk oleh Paus St. Damasus untuk menjadi Vikaris Apostolik di Illyricum. Ia juga membela St. Yohanes Krisostomus ketika ia berada dalam pengasingan. Anysius bersama dengan enambelas Uskup-Uskup Makedonia mengajukan banding kepada Paus St. Innoccentius pada tahun 404. Anysius meninggal pada tahun 410.


dari sumber http://saints.sqpn.com/ dan http://www.catholic.org/

St. Ansyia

30 Desember

Ansyia lahir di Salonika, Tesalonika, dari keluarga yang kaya. Sepeninggalan kedua orangtuanya, ia membagikan hartanya kepada orang miskin. Pada suatu hari, seorang prajurit menyapa dan mengajaknya menuju upacara persembahan kafir. Ansyia menolak dan prajurit itu mengetahui bahwa Ansyia adalah seorang Kristen. Prajurit itupun memukulinya hingga mati sebagai martir Kristus pada tahun 304.


dari sumber http://saints.sqpn.com/http://www.catholic.org/, dan http://www.indocell.net/yesaya/

St. Marsellus


30 Desember


Marsellus adalah diakon dari St. Sabinus. Bersama dengan St. Sabinus beserta diakon lainnya, St. Exuperantius, St. Venustian dan keluarga, dan umat lainnya ditangkap dan menjadi martir Kristus di Spoleto, Italia pada tahun 303.


St. Exuperantius


30 Desember


Exuperantius adalah diakon dari St. Sabinus. Bersama dengan St. Sabinus beserta diakon lainnya, St. Marsellus, St. Venustian dan keluarga, dan umat lainnya ditangkap dan menjadi martir Kristus di Spoleto, Italia pada tahun 303.


St. Venustian


30 Desember


Venustian adalah seorang gubernur pada masa penganiayaan Kristen oleh Kaisar Diokletianus dan Maximianus. Ia menangkap Uskup St. Sabinus dan memerintahkannya untuk menyembah dewa Jupiter. St. Sabinus mendoakan Venustian ketiak ia hendak dipotong tangannya karena menghancurkan patung dewa Jupiter. Venustian sembuh dalam sekejap dari penyakitnya dan iapun bertobat. Tidak lama setelah itu, mereka semua ditangkap kembali oleh Gubernur yang baru. St. Sabinus beserta dua diakonnya, St. Exuperantius dan St. Marsellus, Venustian bersama keluarga, dan umat lainnya ditangkap dan menjadi martir Kristus di Spoleto, Italia pada tahun 303.


St. Sabinus

30 Desember

Sabinus adalah seorang Uskup dan keuskupannya diklaim oleh tiga kota yang berbeda, yakni Asisi, Spoleto, dan Faenza. Pada masa St. Venustian menjadi gubernur dimasa penganiayaan Kristen oleh Kaisar Diokletianus dan Maximianus, Sabinus dan para imam serta diakonnya ditangkap. Ia diminta untuk menyembah dewa Jupiter. Sabinus bergerak menuju patung dewa Jupiter dan seolah-oleh menuruti perintah sang gubernur. Ia kemudian menyentuh patung itu dan dalam sekejap patung itu hancur berkeping-keping. St. Venustian menjadi marah dan memerintahkan untuk memotong tangan Sabinus. Sabinus dibawa ke hadapan St. Venustian untuk dipotong tangannya, tetapi ia malah mendoakan St. Venustian untuk bisa sembuh dari penyakitnya. Dan seketika itu juga, penyakit St. Venustian sembuh dan iapun bertobat. Tidak lama setelah itu, mereka semua ditangkap kembali oleh Gubernur yang baru. Sabinus beserta dua diakonnya, St. Exuperantius dan St. Marsellus, St. Venustian bersama keluarga, dan umat lainnya ditangkap dan menjadi martir Kristus di Spoleto, Italia pada tahun 303.


St. Kaspar del Bufalo

29 Desember

Kaspar Del Bufalo yang dikenal sebagai pendiri Kongregasi Misionaris Darah Mulia, lahir pada tahun 1786 di Roma, Italia. Pada tahun 1808 ia ditahbiskan menjadi imam di Roma. Pada waktu tentara-tentara Napoleon I menduduki kota Roma, Kaspar ditangkap dan dipenjarakan tetapi ia kemudian berhasil meloloskan diri dari penjara dan melarikan diri dari Roma. Dengan dukungan kuat dari Kardinal Cristaldi dan Paus Pius VII (1800-1823), Kaspar mendirikan Kongregasi Misionaris Darah Mulia pada tahun 1815 di Giano. Sambil mendirikan pusat biara di Albano Laziale, dekat Roma, dan di seluruh Kerajaan Napoli, Italia Selatan, kongregasi itu berjuang membangun kembali Italia yang diporak-porandakan oleh perang dan berbagai pertikaian. Kaspar dikenal sebagai seorang pengkotbah yang berhasil terutama di daerah-daerah pedesaan. Selain aktif dalam karya pewartaan dan karya karitatif untuk menolong orang-orang miskin, Kaspar mendirikan perkumpulan-perkumpulan doa untuk adorasi malam di hadapan Sakramen Mahakudus. Ia meninggal dunia di Roma pada tanggal 28 Desember karena terserang penyakit kolera yang menyerang kota Roma. Pada 29 Agustus 1904, Kaspar Del Bufalo dibeatifikasi oleh Paus Pius X dan pada 12 Juni 1954, ia dikanonisasi oleh Paus Pius XII


St. Fabiola

27 Desember

Fabiola hidup pada abad ke-4 di Roma. Ia berasal dari keluarga Fabia, sebuah keluarga terkenal dan kaya yang masuk dalam golongan Patrician (bangsawan). Ia menikah dengan seseorang yang kasar dan iapun menceraikannya. Ia menikah kembali, tetapi suaminya yang kedua meninggal dan meninggalkan Fabiola menjadi seorang janda. Fabiola kemudian ingin kembali kepada Gereja, tetapi ia terhalangi, karena pernah melakukan perceraian dengan suaminya yang pertama. Fabiola kemudian melakukan penitensi dan pada akhirnya, Paus St. Siricus mengabulkan dispensasi untuk bergabung kembali ke dalam Gereja. Ia kemudian mendevosikan hidupnya untuk karya-karya kasih, membatu gereja-gereja, dan mendirikan rumah sakit umum Kristen pertama di barat. Pada tahun 395, ia mengunjungi St. Hieronimus di Bethlehem untuk mendukungnya ketika terjadi masalah dengan Patriark Yohanes dari Yerusalem. Ia juga bersahabat dengan St. Paula dan ia juga memutuskan untuk tidak bergabung dengan komunitas St. Paula, dan memilih kembali ke Roma untuk melanjutkan karya-karya kasihnya. Ia juga mendirikan rumah perawatan di daerah miskin dan juga bagi peziarah di Porto bersama St. Pammachius. St. Hieronimus juga menulis dua buah risalah kepada Fabiola, yang menjadi sumber informasi mengenai Fabiola. Fabiola meninggal pada tahun 399.


dari sumber http://www.catholic.org/ dan http://saints.sqpn.com/

St. Zosimus

26 Desember

Paus Zosimus adalah Paus ke-41 Gereja Katolik yang menjadi Paus pada tahun 417-418. Zosimus diyakini berasal dari Yunani. Ayahnya bernama Abram dan masih keturunan Yahudi. Tidak ada yang diketahui mengenai kehidupan Zosimus sebelum menjadi Paus. Ia terpilih sebagai Paus pada 18 Maret 417, menggantikan Paus St. Innocentius I. Pada masa Kepausannya, terjadi permasalahan antara para Uskup di daerah Galia, dimana masalah ini baru dapat diselesaikan pada masa Kepausan St. Leo. Ia juga mengutuk kembali Pelagius dan ajarannya, Pelagianisme, setelah sebelumnya sudah dikutuk oleh St. Innocentius I. Pada akhir masa Kepausannya, Paus Zosimus membuat kesalahan dalam membuat keputusan terkait masalah hukum kanonik Gereja. Paus Zosimus sendiri membuat aturan yang ditujukan kepada para Imam untuk menjauhi tempat minum. Paus Zosimus meninggal pada 27 Desember 418 dan dimakamkan di gereja St. Laurensius di Agro Verano. Ada yang mengatakan ia meninggal ketika hendak mengekskomunikasi sekelompok klerus yang bermasalah.


dari sumber http://www.catholic.org/http://saints.sqpn.com/, dan http://www.newadvent.org/

St. Dionisius

26 Desember

Paus Dionisius adalah Paus ke-25 Gereja Katolik yang menjadi Paus pada tahun 259-268. Dionisius diyakini lahir di Yunani, walaupun tanggal kelahirannya tidak diketahui. Dionisius kemudian diketahui menjadi seorang imam Gereja Roma, pada masa Kepausan St. Stefanus I. Ia kemudian terpilih sebagai Paus pada 22 Juli 259. Pemilihannya sedikit tertunda karena adanya penganiayaan umat Kristen oleh Kaisar Valerian. Setelah terpilih sebagai Paus, tugas utamanya adalah membangun kembali Gereja setelah penganiayaan. Gereja memperoleh kembali gereja-gereja, pemakaman, properti lainnya. Paus Dionisius dikenal dengan pembelaannya terhadap dogma Trinitas dalam menghadapi ajaran sesat  Sabellianisme yang pada tahun 260 dikutuk Paus Dionisius melalui sinode Roma. Paus Dionisius juga diinformasikan mengenai diturunkannya Paulus dari Samosata, Uskup Antiokia dari takhta Keuskupannya karena ajarannya yang menyesatkan. Paus Dionisius juga mengirim uang yang banyak ke Cappadocia untuk pembangunan, dan membayar tebusan untuk para budak. setelah kota itu diserang oleh orang-orang Goth. Ia juga menjalin perdamaian dengan Kaisar Gallienus, setelah Kaisar menerbitkan edikta toleransi. Paus Dionisius meninggal pada 26 Desember 268 dan menjadi Paus pertama yang tidak didaftarkan sebagai seorang martir. Ia dimakamkan di pemakaman St. Kallistus.


St. Anastasia

25 Desember

Anastasia dikenal berasal dari Sirmius. Anastasia adalah puteri seorang bangsawan Roma bernama Praetextatus. Ia kemudian menikah dengan seorang kafir bernama Publius, yang meninggal pada sebuah misi ke Persia. Anastasia kemudian menjadi murid spiritual St. Krisogonus. Pada penganiayaan umat Kristen pada masa Kaisar Diokletian ia menyerahkan diri. Ia kemudian bersama beberapa tahanan lain ditenggelamkan ke laut. Secara ajaib, ia berhasil selamat dan diselamatkan oleh St. Theodota. Para tahanan termasuk Anastasia mendarat di pulau Palmaria, dimana mereka dibakar sampai mati pada tahun 304. Pada Gereja Roma, St. Anastasia baru diperingati sejak abad ke-5, dan namanya dimasukan pada Doa Syukur Agung I (Kanon Misa). Dalam sejarah liturgi, Gereja mengenang St. Anastasia secara khusus pada Misa kedua Natal / Misa Pagi / Misa Fajar.


Hawa

24 Desember

Hawa adalah perempuan pertama yang diciptakan Allah menurut gambar Allah (Imago Dei) menurut Kitab Kejadian. Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam, ketika Adam sedang tidur di taman Eden. Pada suatu ketika, Hawa dipengaruhi bujukan iblis dalam rupa ular untuk makan buah yang telah dilarang oleh Allah. Hawa terpengaruh bujukan iblis, dan ia juga membawakan buah itu kepada Adam. Ketika Allah bertanya kepada Adam mengenai apa yang ia lakukan, Adam menyalahkan Hawa karena telah memberinya buah itu. Hawa kemudian menyalahkan iblis, dan akhirnya mereka semua dihukum oleh Allah. Adam dan Hawa diusir dari taman Eden ke dunia, dan menadai rusaknya hubungan manusia dengan Tuhan. Di dunia, Adam dan Hawa memiliki anak Kain, Habel, Seth, dan kemungkinan beberapa anak lain yang tidak tercantum dalam Kitab Suci.

Adam

24 Desember

Adam adalah manusia pertama yang diciptakan menurut gambar Allah (Imago Dei) oleh Allah, dalam Kitab Kejadian. Dari Adam, Allah menciptaan wanita sebagai pasangan Adam, yang diberi nama Hawa. Mereka tinggal di taman Eden. Pada suatu ketika, Hawa dipengaruhi oleh iblis dalam bentuk ular untuk memakan buah yang sebelumnya sudah dilarang oleh Allah untuk dimakan. Setelah itu, ia membujuk Adam untuk memakannya juga. Setelah memakan buah itu, pikiran mereka terbuka, dan mereka menyadari bahwa mereka tidak mengenakan pakaian sama sekali, sehingga mereka bersembunyi. Ketika Allah mencari mereka, Adam dan Hawa ketakutan, karena sudah melanggar perintah Allah. Adam menyalahkan Hawa dan Hawa menyalahkan ular. Allah menghukum mereka semua. Adam dan Hawa diusir dari taman Eden. Hal ini membuat rusaknya hubungan Allah dengan manusia. Setelah diusir ke dunia, Adam dan Hawa memiliki beberapa orang anak, Kain, Habel, Seth, dan beberapa anak lainnya. Dikatakan dalam Kitab Suci bahwa Adam meninggal setelah berusia 930 tahun, tetapi sistim penanggalan dalam Kitab Suci dengan sekarang sangatlah berbeda, sehingga tidak diketahui berapa usia Adam ketika ia meninggal.

St. Marguerite d'Youville

23 Desember

Maria Marguerite Dufrost de Lajemmarais d'Youville dilahirkan di Quebec, Kanada, pada tanggal 15 Oktober 1701. Ayahnya, Christophe Dufrost de Lajemmerais meninggal dunia pada tahun 1708 dan keluarganya hidup dalam kemiskinan. Sanak keluarga membayar uang sekolah untuk Marguerite di sekolah biara Ursuline di Quebec. Dua tahun yang dilewatkannya di sekolah asrama mempersiapkan Marguerite untuk dapat mengajar adik-adik lelaki dan perempuannya.

St. Servulus

23 Desember

Servulus hidup pada sekitar abad ke 6 di Roma, Italia. Kisah hidupnya dituliskan oleh St Gregorius yang Agung. Dikisahkan bahwa Servulus mengalami kelumpuhan sejak ia kecil. Oleh keluarganya, ia dibaringkan di depan gereja St. Klement di Roma, Italia, agar ia dapat mengemis dan mendapat sumbangan. Ia menyisihkan sebagian uang yang ia peroleh, untuk sesama pengemis. Dengan hasil mengemis juga, ia mampu membeli Kitab Suci, dan tidak jarang ia meminta seseorang untuk membacakannya. Pada tahun 590, ia meninggal, dan kemudian dimakamkan di pemakaman gereja St. Klement, Roma.


dari sumber http://www.catholic.org/http://saints.sqpn.com/http://www.indocell.net/yesaya/, dan http://www.imankatolik.or.id

St. Teodoros

Teodoros lahir di Sykeon, Galatia. Ia adalah anak dari seorang pengantar pesan Kekaisaran Byzantium. Ia bertobat dan memeluk Kristen, dan ia juga masuk biara di Yerusalem. Ia berkarya beberapa tahun di biara itu sebelum akhirnya ditunjuk menjadi abbot. Ia pernah memprediksi kenaikan tahta Kaisar Maurice dan menyembuhkan pangeran dari penyakit lepra. Pada sekitar tahun 590, ia ditunjuk sebagai Uskup Anastasiopolis, Galatia. Teodoros meninggal pada tahun 613.


dari sumber http://www.catholic.org/ dan http://saints.sqpn.com/

St. Yosef Moscati

22 Desember

Yosef Mario Karolus Alfonso Moscati atau biasa disingkat Yosef (Giuseppe) Moscati, lahir pada 28 Juli 1880 di Beneveto, Italia. Ia adalah anak ke tujuh dari 9 bersaudara. Ayahnya, Fransiskus Moscati, adalah seorang pengacara dan hakim, yang juga melayani sebagai putera altar (Misa pada saat itu adalah Misa Tridentina). Ibunya, Rosa de Luca dei Marchesi di Roseto, adalah seorang keturunan bangsawan Italia. Pada usia empat tahun, Keluarga Yosef pindah ke Naples, Italia. Ia kemudian menerima Komuni pertama pada usia delapan tahun dan Penguatan/Krisma pada usia sepuluh tahun. Ia juga sahabat dari B. Bartolomeus Longo dan B. Katarina Volpicelli. Ia kuliah di Universitas Naples, dan mendapatkan gelar pada tahun 1903. Ia kemudian bekerja sebagai administrator pada sebuah rumah sakit bigi penyakit yang tidak dapat disembuhkan sembari melanjutkan belajar dan melakukan penelitian. Pada 8 April 1906, Gunung Vesuvius meletus dan Yosef membantu dalam persiapan pemulihan dari letusan gunung tersebut, tetapi dalam hal ini, Yosef menolak segala pengakuan atas karyanya. Yosef juga menjadi pemimpin dalam menghentikan wabah kolera di Naples. Pada tahun 1911 ia menjadi anggota Royal Academy of Surgical Medicine, dan juga memperoleh gelar fisiologis kimia. Ia kemudian memimpin beberapa rumah sakit dan komunitas medis. Salah satu percobaan pertamanya adalah penggunaan insulin untuk diabetes. Pada saat perang dunia I, ia pernah mencoba mendaftar tetapi ia ditolak. Ia kemudian mendirikan rumah sakit bagi para tentara yang terluka, dimana ia merawat sekitar 3000 orang. Terkadang ia juga menyembuhkan secara ajaib. Ia kemudian mengajar di beberapa universitas dan rumah sakit. Ia mendukung para orang miskin dan terlantar. Pada 12 April 1927, jam 3 sore, Yosef Moscati meninggal dunia ketika ia beristirahat menunggu pasien di kantornya di Naples. Pada 16 November 1975, Yosef Moscati dibeatifikasi oleh Paus Bto. Paulus VI, dan pada 25 Oktober 1987, ia dikanonisasi oleh Paus Sto. Yohanes Paulus II. St. Yosef Moscati adalah ilmuwan modern pertama yang dikanonisasi.


St. Dominukus dari Silos

20 Desember

Dominukus lahir pada sekitar tahun 1000 di Navarre, Spanyol. Ia lahir dari keluarga petani, dan sejak kecil sudah bekerja sebagai gembala. Ia kemudian bergabung menjadi biarawan Benediktin di biara San Millán de Cogolla. Ia kemudian menjadi Imam dan juga prior/abbot untuk biaranya. Pada saat itu, Raja Garcia III dari Navarre memerintahkannya untuk memberikan sebagian harta biaranya kepada Raja. Dominikus menolaknya, dan iapun dipaksa bersama beberapa biarawan lainnya untuk meninggalkan biaranya. Mereka kemudian meminta perlindungan kepada Raja Ferdinand I dari Castilla. Dominikus kemudaian diangkat sebagai abbot di biara St. Sebastian di Silos, yang sekarang dikenal dengan biara St. Dominikus. Dominikus dan biarawannya harus mendirikan kembali biara itu dan melakukan reformasi terhadapnya. Dominikus juga melakukan banyak mukjizat menyembuhkan orang sakit. Ia juga membebaskan tawanan Kristen dari bangsa Moors. Dominikus meninggal pada 10 Desember 1073. Banyak mukjizat terjadi setelah kematiannya, terutama dalam hal kehamilan. B. Joanna de Aza adalah salah seorang yang meminta perantaraan St. Dominukus dan akhirnya iapun mengandung anak yang ia beri nama Dominikus. Anak dari B. Yoana de Aza inilah yang kemudian dikenal sebagai St. Dominikus (de Guzman) pendiri Ordo Dominikan.


St. Filigon

20 Desember

Filigon atau Philogonius adalah seorang Uskup Antiokia. Tidak banyak yang diketahui mengenai kehidupan awalnya, tetapi ia dikenal sebagai seorang penagcara yang tak pernah kalah dalam pembelaannya. Ia dikenal sebagai seorang yang jujur dan tidak pernah membela seseorang yang bersalah. Sepeninggalan isterinya, ia bergabung dengan Gereja, dan ketika Uskup Antiokia, Vitalis meniggal dunia, ia menggantikannya sebagai Uskup. Ia dikenal sebagai salah seorang pemimpin Gereja yang menentang bidaah Arianisme. Lima tahun semenjak menjabat sebagai seorang Uskup, Filigon meninggal dunia pada tahun 324.


dari sumber http://www.imankatolik.or.id/http://www.indocell.net/yesaya/http://www.catholic.org/, dan http://saints.sqpn.com/

B. Urbanus V

19 Desember

Paus Urbanus V adalah Paus ke-200 Gereja Katolik yang menjadi Paus pada tahun 1362-1370. Ia terlahir dengan nama Guillaume de Grimoard di Grisac, Languedoc pada tahun 1310. Ia belajar di Montpellier, Toulouse sebelum menjadi seorang Benediktin di Marseilles. Ia sempat memperoleh gelar hukum dan menjadi abbot di biara St. Jermain di Auxerre dan biara St. Viktor di Marseilles. Pada akhir 1362, ia terpilih sebagai Paus menggantikan Paus Innocetius IV. Pada awal Kepausannya, ia menetap di Avignon, dan mejadikannya sebagai Paus ke-6 yang memilih tinggal di Avignon. Pada tahun 1366, Paus Urbanus V memutuskan untuk kembali ke Roma. Keputusan ini disambut gembira, kecuali oleh orang Perancis, khususnya Avignon. Paus Urbanus V kembali ke Roma, dan membangun gereja-gereja di Roma. Ia juga membantu orang-orang miskin di Roma. Pada akhir masa kepausannya, Paus Urbanus V berniat mengembalikan Kepausan ke Avignon. Iapun diperingati oleh St Brigitta dari Swedia bahwa ia akan meninggal jika kembali ke Avignon. Paus Urbanus V menghiraukan peringatan St. Birgitta dan tetap kembali ke Avignon. Tiga bulan sejak kembali ke Avignon, Paus Urbanus V wafat. Paus Urbanus V dibeatifikasi oleh Paus Pius IX pada tahun 1870.


St. Anastasius I

19 Desember

Paus Anastasius I adalah Paus ke-39 Gereja Katolik yang menjadi Paus pada tahun 339-401. Sangat sedikit yang diketahui mengenai kehidupan Anastasius, salain ia diyakini lahir di Roma. Ia terpilih menjadi Paus pada 27 November 339. Dalam masa kepausannya yang singkat, ia menghadapi tulisan-tulisan Origen yang menyesatkan. Ia mengatur sebuah sinode yang mengambil keputusan untuk mengutuk kesesatan yang dilakukan oleh Origen. Selain Origenisme, Paus Anastasius I juga harus menghadapi ajaran sesat Donatisme yang terjadi di Afrika Utara. Pada tahun 402, Paus Anastasius I meninggal dunia. Dalam hidupnya, ia bersahabat dengan St. Agustinus, St. Hieronimus, dan St. Paulinus dari Nola.


dari sumber http://www.newadvent.org/http://saints.sqpn.com/ dan http://www.catholic.org/

St. Nemesio

19 Desember

Nemesio hidup pada masa penganiayaan Kristen oleh Kaisar Decius di Alexandria, Mesir. Ia ditangkap dengan tuduhan mencuri, tetapi ia dapat bebas karena dapat membuktikan bahwa ia tidak bersalah. Kemudian ia ditangkap kembali, kali ini dengan tuduhan sebagai seorang Kristen. Nemesio kemudian bersaksi akan imannya. Oleh karena itu, ia disiksa dengan sangat kejam, sebelum akhirnya dihukum mati bersama dua orang penjahat lainnya dengan cara dibakar pada sekitar tahun 307.


dari sumber http://www.catholic.org/http://saints.sqpn.com/, dan http://www.indocell.net/yesaya/

Minggu Adven IV

Tahun B

Dalam bulan keenam, Allah mengutus Malaikat Gabriel ke sebuah kota di Galilea, bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud. Nama perawan itu Maria. Ketika masuk ke rumah Maria, malaikat itu berkata, “Salam, hai engkau yang dikarunia, Tuhan menyertai engkau.” Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hati, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya, “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhurnya. Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya, dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” Kata Maria kepada malaikat itu, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat itu kepadanya, “Roh Kudus akan turun atasmu, dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya, dan inilah bulan yang keenam bagi dia yang dikatakan mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada hal yang mustahil.” Maka kata Maria, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; terjadilah padaku menurut perkataanmu.” Lalu malaikat itu meninggalkan Maria.


dari sumber:

St. Flannan

Flannan hidup pada abad ke-7 adalah anak serang kepala suku bernama Turlough. Ia dididik oleh para biarawan dan pada suatu ketika ia melakukan peziarahan ke Roma. Di Roma ia ditahbiskan oleh Paus Yohanes IV. Ia kemudian kembali ke kampung halamannya dan menjadi Uskup Killaloe yang pertama. Kotbah-kotbahnya mampu membuat ayahnya meninggalkan kekuasaannya dan menjadi seorang biarawan. Flannan juga berkotbah di Hebrides.


St. Gatian

18 Desember

Gatian adalah murid dari St. Dionisius dari Paris. Bersama dengan enam orang lainnya, ia mendampingi St. Dionisius menuju Roma dan kemudian ke Perancis. Ia kemudian pergi ke Tours dan menyebarkan agama Kristen disana. Ia mendirikan Keuskupan dan menjadi Uskup pertama di Tours. Gatian meninggal di Tours pada 20 Desember 301. Setelah kematiannya, semua karyanya dilupakan oleh orang-orang Tours hingga kedatangan St. Martinus dari Tours yang terus menyanjung Gatian, pendahulunya.


dari sumber http://saints.sqpn.com/ dan http://www.catholic.org/

St. Makrina Muda

18 Agustus

Makrina muda lahir pada sekitar tahun 327 di Kaisarea, Kapadocia. Ia adalah cucu dari St. Makrina tua, anak dari St. Basilius tua dan St. Emmilia, saudara dari St. Basilius Agung, St. Gregorius dari Nyssa, dan St. Petrus dari Sebastea. Makrina muda dididik dengan sangat baik, sehingga ia sudah dapat membaca ketika ia masih berusia muda. Ia sangat terdidik, terutama dalam Kitab Suci. Pada usia duabelas tahun ia bertunangan, dan kemudian tunangannya itu meninggal, sehingga Makrina muda memutuskan untuk tidak menerima lamaran siapapun dan hanya mendedikasikan hidupnya hanya untuk Tuhan. Setelah ayahnya meninggal, ibunya menghentikan usaha ayahnya di Pontus dan bersama Makrina muda hidup dalam kehidupan doa dan kontemplasi dalam sebuah komunitas yang mereka dirikan bersama. Setelah ibunya meninggal, Makrina muda meneruskan ibunya sebagai pemimpin komunitas ini. Dikemudian hari, Makrina muda memasuki biara adiknya, St. Basilius Agung untuk menjadi biarawati. Ia meninggal pada tahun 379 di Pontus. Kisah hidupnya ditulis oleh adiknya yang lain, St. Gregorius dari Nyssa. Ia juga sering disebut sebagai St. Makrina dari Kapadocia.


St. Olympias

17 Desember
Olympias lahir pada sekitar tahun 361 di Konstantinopel pada sebuah keluarga yang kaya. Setelah kedua orangtuanya meninggal, ia diasuh oleh seorang perempuan Kristen bernama Theodosia. Olympias menikah dengan Nebridius, tetapi penikahannya tidak berlangsung lama, karena Nebridius meninggal dunia. Setelah menjadi janda, ia menolak untuk menikah kembali, sekalipun Kaisar Theodosius yang memintanya. Ia bersahabat baik dengan St. Yohanes Krisostomus yang kemudian menjadi Patriark Konstantinopel pada tahun 398. Ia banyak mendermakan hartanya untuk membangun rumah sakit, panti asuhan, dan penampungan bagi para biarawan yang diasingkan dari Nitria. Ia adalah pendukung terbesar St. Yohanes Krisostomus, ketika pada tahun 404 diasingkan dari Konstantinopel. Ia juga menolak Arsacius, dan Atticus penggatinya. Atas tindakannya, ia didenda dan karya-karyanya dihentikan. Ia kemudian diasingkan ke Nikomedia, dimana ia meninggal disana pada 25 Juli 408.


dari sumber http://www.catholic.org/http://www.indocell.net/yesaya/http://www.imankatolik.or.id/, dan http://saints.sqpn.com/

St. Lazarus

17 Desember

Lazarus adalah saudara dari Maria dan Marta. Mereka tinggal di Betania, sebuah desa kecil yang terletak di tebing Timur bukit Zaitun. Ia dikenal sebagai sahabat Tuhan Yesus, dan kisah hidupnya terdapat dalam Kitab Injil Yohanes. Dalam Injil Yohanes (Yoh 11: 1-44), dikisahkan Lazarus sakit dan akhirnya meninggal dunia. Yesus datang setelah ia dimakamkan, tetapi kemudian Yesus membangkitkannya kembali dari kematian. Pada Injil Yohanes (Yoh 12: 1-11), dikisahkan Yesus makan semeja dengan Lazarus. Setelah itu, kisah tentang Lazarus hanya diperoleh melalui tradisi yang beredar di masyarakat. Dalam sebuah tradisi, dikisahkan Lazarus, Marta, dan Maria pergi menuju Perancis. Lazarus kemudian menjadi Uskup Marseilles yang pertama sebelu akhirnya menjadi seorang martir. Dalam tradisi lain dikisahkan mereka pergi ke Siprus, dimana Lazarus menjadi Uskup Kition atau Lamaka. Tradisi lain lagi mengatakan ia pergi ke Syria. Secara umum, Lazarus ini dipanggil dengan sebutan Lazarus dari Betania, untuk membedakannya dengan Lazarus lain dalam Injil Lukas (Luk 16: 19-31).


St. Adelaide

16 Desember

Adelaide dilahirkan pada tahun 931 di Burgandy. Ia adalah puteri dari Raja Rupert dari Burgandy yang saat ia berusia 2 tahun sudah merencanakan pernikahannya dengan Lothair dari Italia. Dalam usia enambelas tahun, Puteri Burgundi ini dinikahkan dengan Raja Lothair. Tiga tahun kemudian, suaminya meninggal dunia. Berengar dari Ivrea yang diyakini telah meracuni suaminya berusaha menjadikan Adelaide sebagai isteri puteranya. Adelaide tentu saja menolak. Dalam murkanya, sang penguasa memperlakukannya dengan kejam. Ia bahkan mengurung Adelaide dalam sebuah benteng di tengah sebuah danau. Adelaide diselamatkan ketika Raja Otto Agung dari Jerman menaklukkan penguasa ini. Meski Adelaide duapuluh tahun lebih muda darinya, Otto menikahi Puteri Adelaide yang cantik pada Hari Natal. Ketika raja membawa pulang ratunya yang baru, rakyat Jerman segera mencintainya. Adelaide seorang yang lemah lembut dan anggun lagi cantik jelita. Tuhan menganugerahkan lima anak kepada pasangan kerajaan ini. Mereka hidup bahagia selama duapuluh dua tahun. Ketika Otto mangkat, putera sulung Adelaide menjadi penguasa. Puteranya ini, Otto II, seorang yang baik, tetapi terlalu cepat bertindak tanpa pikir panjang. Ia dan isterinya, Teofanu melawan ibunya sendiri sehingga ibunya meninggalkan istana. Dalam kepedihan hatinya, Adelaide minta pertolongan seorang abbas, St Majolus. Abbas ini membuat Otto menyesali perbuatannya. Adelaide menemui puteranya di Italia dan raja memohon pengampunan dari bundanya. Adelaide berdoa bagi puteranya dengan membawa persembahan ke tempat ziarah St Martinus dari Tours. Di masa tuanya, Adelaide dipanggil untuk memimpin negara sementara cucunya, Otto III masih kanak-kanak. Ia membangun banyak biara dan berkarya demi mempertobatkan orang-orang Slavic. Sepanjang hidupnya, ratu yang kudus ini taat pada nasehat orang-orang kudus. Ia senantiasa siap sedia mengampuni mereka yang bersalah kepadanya. Adelaide wafat pada tanggal 16 Desember 999 di biara Seltz yang ia dirikan. Pada tahun 1097, ia dikanonisasi oleh Paus Urbanus II.


St. Teofanu

16 Desember

Teofanu adalah anak dari Konstanin dan Anna, yang masih kerabat beberapa kaisar. Orangtuanya sudah lama hidup tanpa anak, dan meminta pertolongan Bunda Allah untuk memberikan mereka sebuah keluarga. Tuhan memberikan mereka Teofanu. Setelah besar, Teofanu menikah dengan Leo, putera Kaisar Basil dari Makedonia. Leo dan Teofanu difitanah akan membunuh Kaisar Basil, sehingga mereka dipenjarakan selama tiga tahun. Kemudian suatu hari, Kaisar mengadakan pesta bersama para bangsawan. Pada saat itu, burung beo milik kaisar terus memanggil nama Leo dan membuat kebingungan. Akhirnya mereka meminta kaisar untuk membebaskan Leo dan Teofanu. Kaisar melakukannya dan setelah ia meninggal, Leo menjadi kaisar dan sering disebut kaisar yang bijak. Teofanu melihat ini semua adalah berkat dari Tuhan. Ia berpuasa dan berdoa, juga berdoa untuk keselamatan jiwanya. Ia mendirikan biara-biara dan gereja-gereja. Teofanu meninggal pada tahun 892 dihadapan teman-teman dekatnya. Dikisahkan setelah Teofanu meninggal, Kaisar Leo ingin mendirikan sebuah gereja yang didedikasikan kepadanya, tetapi pihak Patriark setempat tidak memperbolehkannnya. Oleh karena itu, Kaisar mendirikan gereja yang ia dirikan kepada "Semua Orang Kudus." Kaisar berharap jika Teofanu adalah seorang kudus, ia akan dimuliakan bersama dengan yang lainnya. Saat itulah pesta semua orang kudus diperkenalkan, dan dirayakan pada hari Minggu setekag Hari Raya Tritunggal Mahakudus, di Gereja Timur. Teofanu lebih dikenal sebagai seorang "santa" pada Gereja Orthodox Timur dan Katolik Ritus Timur.


St. Sturmius

16 Desember

Sturmius lahir pada tahun 715 di Bavaria. Ia dididik oleh St Wigbert di Biara Fritzlar di bawah bimbingan St Bonifasius. Kemudian ia menjadi seorang Imam dan menjadi misionaris di Westphalia selama tiga tahun. Kemudian ia menjadi seorang pertapa di Hersfeld, dimana ia mencoba mendirikan sebuah biara pada tahun 742, tetapi ia harus melarikan diri dari kejaran perampok Saxon. Ia lemudian mendirikan biara di Fulda pada tahun 744, dan menjadi abbot pertamanya. Ia juga merupakan orang Jerman pertaa yang menjadi seorang Benediktin dan menerapkan aturan Benediktin pada rumahnya. Ia kemudian terlibat pertengkarang dengan Uskup St. Lull dari Mainz terhadap yurisdiksi biaranya. Pada tahun 763, Sturmius di asingkan oleh Raja Pepin, tetapi hal ini mendapat perlawanan dari para biarawan, sehingga Raja Pepin memanggilnya kembali setelah dua tahun dalam pengasingan. Kisah lain mengatakan ia ikut berperang besama B. Karolus Agung. Sturmius meninggal pada tahun 779 di Fulda. Sturmius dikanonisasi pada tahun 1139 oleh Paus Innocentius II.



St. Maria di Rosa

15 Desember

Maria di Rosa lahir pada 6 November 1813 dengan nama Paula Fransiska Maria di Rosa, di Brescia, Italia. Ia adalah satu dari sembilan bersaudara, pasangan Klement di Rosa dan Camilla Albani. Ia tumbuh dalam keluarga yang bahagia dan saleh. Ia belajar pada suster-suster Visitandine. Pada usia 17 tahun, ibunya meninggal, dan Maria meninggalkan sekolahnya untuk membantu usaha ayahnya. Karena panggilan akan hidup religius, ia menolak lamaran beberapa pria. Ia bekerja dengan para gadis-gadis muda dalam komunitasnya. Mereka bekerja tanpa henti ketika terjadi wabah kolera pada tahun 1836. Ia kemudian mendirikan sebuah rumah yang didediaksikan untuk kebutuhan spiritual gadis-gadis muda itu dan juga sebuah sekolah bagi anak-anak tuli. Pada tahun 1840, ia ditunjuk sebagai superior "suster-suster pelayan kasih", kelompok suster yang merawat orang sakit. Ia kemudian memilih nama Maria disalibkan(Crucifixa). Komunitas ini mendapat persetujuan Uskup pada tahun 1843, dan pengakuan dari Kepausan pada tahun 1850. Ia memimpin kelompok ini sampai dengan kematiannya pada 15 Desember 1855. Maria di Rosa  dibeatifikasi pada 26 Mei 1940 dan dikanonisasi pada 12 Juni 1954 oleh Paus Pius XII.


dari sumber http://saints.sqpn.com/

St. Kristiana

15 Desember


St. Kristiana atau lebih dikenal dengan St. Nino/Nina dari Georgia, lahir di Cappadocia. Ia adalah seorang gadis pengikut Kristus yang hidup pada abad keempat. Ia diculik dan dibawa ke Georgia, sebagai budak. Di negara yang belum mengenal Tuhan itu, kebaikan hati serta kesucian hidup Kristiana menimbulkan kesan mendalam bagi para penduduknya. Memperhatikan betapa seringnya ia berdoa, mereka bertanya kepadanya mengenai agamanya. Jawaban sederhana yang diberikannya kepada mereka adalah bahwa ia menyembah Yesus Kristus sebagai Tuhan. Tuhan memilih gadis budak yang taat serta saleh ini untuk mewartakan Kristus kepada Georgia.

St. Venantius Fortunatus

14 Desember

Venantius Honorius Clementianus Fortunatus lahir di Tereviso, Italia, pada tahun 535. Ia lahir dari keluarga kafir, kemudian ia bertobat dan menjadi seorang Kristen. Ia tumbuh besar dan belajar di Aquileia, Italia dan pada suatu saat, ia pernah hampir mengalami kebutaan. Kebutaannya dapat disembuhkan setelah ia mengoleskan minyak lampu pada altar St. Martinus dari Tours. Oleh karenannya, ia melakukan peziarahan menuju makam Tours melalui Jerman sampai dengan Perancis selama tahun 565-567. Di Tours ia bersahabat dengan uskup setempat. Kemudian ia sempat tinggal di Lembah Loire sebelum akhirnya menetap di dekat Poitiers. Ia kemudian menjadi seorang imam dan bekerja sebagai penasehat dan asisten dari Ratu St. Radegunde, istri Raja Clotaire I, yang hidup sebagai seorang biarawati. Pada sekitar tahun 600, ia diangkat sebagai Uskup Poitiers. Venantius Fortunantus meninggal dunia pada tahun 605 di Poitiers, Perancis.


St. Spiridion

14 Desember

Sprirdion lahir pada sekitar tahun 270. Ia adalah seorang Uskup Termithus, Siprus. Sebelum menjadi uskup, ia hanyalah seorang peternak. Ia memiliki seorang istri dan seorang putri, yang menurut beberapa sumber mengatakan istri dan anaknya menjadi biarawati. Ia menjadi seorang biarawan di Gunung Karmel sebelum akhirnya menjadi Uskup. Ketika menjadi Uskup, ia melawan bidaah Arianisme dan turut hadir pada Konsili Nikea. Ia juga turut hadir pada Konsili Sardica yang bukan merupakan konsili ekumenis. Ia sendiri sempat menjadi korban penganiayaan pada masanya dan ditangkap, tetapi Edik Milano membebaskannya dan mengembalikannya ke tahta Keuskupannya. Kisah yang paling dikenal darinya adalah kisah ia mempertobatkan seorang filsuf kafir dengan menerangkan konsep Trinitas. Ia mengandaikan Trinitas seperti tembikar yang terbuat dari tiga unsur, air, api, dan tanah liat. Ketiganya bersatu menjadi satu objek. Pada saat yang sama, sebuah mukjizat terjadi dihadapan mereka. Sprindon meninggal pada tahun 344, tubuhnya tidak mengalami kehancuran.


St. Odilia

13 Desember

Odilia atau yang dikenal juga sebagai Ottilia, dilahirkan di Obernheim, suatu desa di pegunungan Vosge, Perancis pada tahun 660, dari pasangan bangsawan Aldaric dan Bereswinda. Aldaric seorang tuan tanah yang kaya raya. Karena puterinya lahir buta, Aldaric berniat membunuhnya, sebab ia berpendapat bahwa kebutaan itu amat memalukan serta merendahkan martabat keluarga. Tak ada jalan lain bagi Bereswinda selain dari melarikan bayinya yang malang ke suatu tempat yang aman. Seorang ibu petani yang dahulu bekerja sebagai pembantu di rumahnya bersedia menerima anak itu. Ketika peristiwa pelarian ini diketahui, Bereswinda menyuruh ibu pengasuh melarikan bayinya ke Baumeles-Dames, dekat Besancon. Di sana ada sebuah biara para suster. Untunglah suster-suster di biara bersedia menerima dan merawat Odilia.

Minggu Adven III

Tahun B

Datanglah seorang yang diutus Allah namanya Yohanes. Ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Yohanes sendiri bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus kepadanya beberapa imam dan orang-orang Lewi untuk menanyakan kepadanya, “Siapakah Engkau?” Yohanes mengaku dan tidak berdusta, katanya, “Aku bukan Mesias!” Lalu mereka bertanya kepadanya, “Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?” Yohanes menjawab, “Bukan!” Engkaukah nabi yang akan datang?” Ia pun menjawab, “Bukan!” Maka kata mereka kepadanya, “Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?” Jawab Yohanes, “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan, seperti yang telah dikatakan Nabi Yesaya. Di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi. Mereka bertanya kepada Yohanes, “Mengapa engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?” Yohanes menjawab kepada mereka, “Aku membaptis dengan air, tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia yang datang kemudian daripada aku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.” Hal itu terjadi di Betania yang di seberang Sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis orang.


dari sumber:

St. Gregorius III

10 Desember

Paus Gregorius III adalah Paus ke-90 Gereja Katolik yang menjadi Paus pada tahun 731-741. Gregorius lahir di Syria dan tercatat sebagai Paus terkahir yang lahir di luar Eropa. Tidak banyak yang diketahui tentang kehidupannya sebelum menjadi Paus, selain ia adalah seorang imam di gereja St. Chrisogono, Roma, dan ayahnya bernama Yohanes. Ia terpilih secara bulat ketika menghadiri pemakaman Paus St. Gregorius II, 11 Februari 731. Pada masa Kepausannya, muncul ajaran sesat ikonoklasme yang melarang penggunaan patung dan gambar-gambar orang-orang kudus. Paus Gregorius mengadakan sebuah sinode pada tahun 731 yang mengutuk ajaran ikonoklasme. Hal ini direspon dengan penyerbuan terhadap aset dan wilayah Kepausan oleh para pendukung ikonoklasme. Pada akhir masa Kepausannya, Paus Gregorius mendapat masalah dari invasi orang-orang Lombardia. Paus Gregorius kemudian mencari bantuan kepada Charles Martel dan membangun hubungan dengan Kerajaan Perancis yang berlangsung selama beberapa abad. Paus Gregorius III juga mempromosikan Gereja di Eropa Utara. Ia mendukung misi St. Bonifasius di Jerman dan St. Willibald di Bohemia. Paus Gregorius III meninggal pada 28 November 741 dan dimakamkan di oratori Bunda Maria yang ia dirikan di Basilika St. Petrus.


dari sumber http://saints.sqpn.com/ dan http://www.newadvent.org/

St. Miltiades

10 Desember

Paus Miltiades adalah paus ke-32 Gereja Katolik yang menjadi Paus pada tahun 311-314. Menurut tradisi, ia lahir di Afrika Utara. Miltiades terpilih menjadi Paus pada 2 Juli 311 menggantikan Paus St. Eusebius. Pada awal kepausannya Miltiades mengalami banyak kesusahan baik dari lingkungan Gereja sendiri maupun dari Kaisar Maximianus. Kaisar Maximianus kemudian dikalahkan oleh Kaisar Konstantinus Agung yang sudah bertobat. Kemudian Fausta, istri dari Kaisar Konstantin memberikan Istana Lateran (Basilika St. Yohanes Lateran) kepada Paus Miltiades. Kemudian Kaisar menerbitkan  Edikta Milano pada tahun 313 yang memberi kebebasan beragama kepada semua orang Kristen di seluruh kekaisaran di bawah perlindungan Kaisar Konstantinus. Pada masa kepemimpinannya berkembanglah suatu aliran sesat Donatisme di Kartago di bawah pimpinan Donatus. Paus Miltiades sangat menentang paham ini.  Paus Miltiades dalam kedudukannya sebagai Paus mengekskomunikasikan Donatus dari Gereja. Paus Miltiades bertindak bijaksana terhadap penganut paham sesat itu, sehingga banyaklah yang kembali ke pangkuan Gereja. Selain Donatisme, muncul juga ajaran sesat Manicheanisme. Paus melarang keras berpuasa pada hari Minggu. Paus Miltiades meninggal pada tahun 314 dan dimakamkan di pemakaman St. Kallistus.

St. Eutychianus

8 Desember

Paus Eutychianus adalah Paus ke-27 Gereja Katolik yang menajadi Paus pada tahun 275-283. Eutychianus  kemungkinan berasal Etruria atau dari Tuscany. Euthychianus terpilih menjadi Paus menggantikan Paus St. Felix I pada 4 Januari 275. Pada masa Kepausannya, Gereja mengalami masa damai. Paus Eutychianus mempromulgasikan aturan pemakaman seorang martir. Legenda mengatakan bahwa Paus Eutychianus sendiri memakamkan 324 martir dengan tangannya sendiri. Ada juga yang mengatakan Paus Eutychianus memulai pemberkatan sawah dan hasil pertanian, tetapi hal ini baru terjadi sesudah masa Kepausan Eutychianus. Paus Eutychianus meninggal pada 7 Desember 283. Walaupun ada yang mengatakan ia meninggal sebagai martir, tetapi diyakini ia meninggal dalam damai. Paus Eutychianus dimakamkan di pemakaman St. Kallistus.


St. Maria del Carmen

6 Desember

Maria del Carmen atau Carmen Salles y Baranqueras atau Carmen Fransiska Rosa lahir pada 9 April 1848, di Vic, Barcelona, Spanyol. Ia adalah puteri pasangan  Jose Salles dan Fransiskan Baranqueras. Ia dibaptis dengan nama Maria dari Gunung Karmel. Sejak kecil ia sudah diberikan pendidikan Kristen yang kuat. Ada dua peristiwa besar yang terjadi ketika ia kecil, yaitu diperkenalkannya dogma Maria Immaculata (St. Perawan Maria dikandung tanpa noda dosa) dan penampakan St. Perawan Maria di Lourdes, Perancis yang mengkonfirmasi ajaran tersebut. Sejak kecil ia sudah merasakan panggilan hidup religius. Ketika beranjak dewasa, Carmen dijodohkan, tetapi ia berhasil untuk menolak perjodohan itu dan masuk ke dalam novisiat Suster-Suster Adorasi. Disana ia memperoleh pengalaman merehabilitasi para wanita yang kemudian memberikan gambaran bahwa ia harus memberikan pendidikan kepada para wanita, terutama anak-anak perempuan agar terhindar dari penurunan moral. Sr. Carmen kemudian berpindah ke Ordo Dominikan dari Kabar Gembira yang didirikan oleh Pater Coll. Ia berkarya sekitar duapuluh dua tahun, tetapi kemudian ia harus meninggalkan Ordo ini karena mendapat tentangan dari beberapa pihak. Bersama dengan tiga sahabatnya, Candelaria Boleda, Remedios Pujol dan Emilia-Horta, mereka mendirikan kongregasi baru yang dikenal dengan Kongregasi Misionaris Pengajar. Kongregasi ini diakui oleh Uskup Agung Manuel Gómez-Salazar y Lucio Villegas, Uskup Agung Burgos pada tahun 1892. Pada Hari Raya St. Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda Dosa, mereka menerima jubah dan mengucapkan kaul mereka. Pada 16 April 1893, Muder Carmen diangkat sebagai superior jendral. Pada 29 Februari 1908, ia meminta Paus St. Pius X untuk mengakui kongregasinya. Muder Carmen suka memanggil komunitasnya dengan sebutan Maria Immaculata, dan iapun mendirikan tigabelas rumah yang diberi nama Rumah Maria Immaculata. Muder Maria del Carmen Salles y Baranqueras meninggal pada 26 Juli 1911 di Mardrid. Kongregasinya mendapat pengakuan secara resmi oleh Paus Pius XII pada Hari Raya St. Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda Dosa, 8 Desember 1954. Pada 15 Maret 1998, ia dibeatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II dan pada 21 Oktober 2012, ia dikanonisasi oleh Paus Benediktus XVI.


dari sumber http://www.concepcionistas.com/http://www.rc.net/, dan
Matthew Bunson, Margaret Bunson, Stephen Bunson, John Paul II's Book of Saints.

Minggu Adven II

Tahun B

Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah. Seperti ada tertulis dalam Kitab Nabi Yesaya, “Lihatlah Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu; ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Siapkanlah jalan bagi Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya,” demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan, “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis, dan Allah akan mengampuni dosamu.” Lalu datanglah kepada Yohanes orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem, dan sambil mengakui dosanya mereka dibaptis di sungai Yordan. Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, makanannya belalang dan madu hutan. Inilah yang diberitakannya, “Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku. Membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.”


dari sumber:

St. Osmund

4 Desember

Osmund lahir di Normandia, Perancis. Ia adalah anak dari Henry, seorang bangsawan dari Seez. Ia memperoleh pendidikan yang baik, dan pada saatnya, ia menggantikan posisi ayahnya. Ibunya, Isabella, adalah saudara dari Raja William. Bersama dengan Raja William, mereka menyerang Inggris pada tahun 1066. Pertempuran ini dikenal dengan nama Battle of Hastings (Pertemppuran di Hastings), dimana Raja William mengalahkan Raja Harrold II dari Inggris. Setelah pertempuran itu, Osmund yang sebelumnya sudah menerima tahbisan, diangakat sebagai rohaniawan kerajaan. Ia kemudian membantu mempersiakan buku yang berjudul "Doomsday". Pada tahun 1072, ia diangakat sebagai kanselir, tetapi jabatan ini ia tinggalkan pada tahun 1078, ketika ia diangakat sebagai Uskup Salisbury. Sebagai Uskup, ia sangat serius terhadap tanggung jawabnya akan kebaikan keuskupannya. Keuskupannya menjadi contoh bagi keuskupan-keuskupan lain. Ia juga menyelesaikan pembagunan katedral di Keuskupannya yang sudah lama dilakukan. Ia memperbaharui liturgi dan memperkenalkan ritus yang dikenal dengan Ritus Sarum. Pada suatu ketika, terjadi pertengkaran antara Raja William dengan Uskup St. Anselmus, dimana Osmund berpihak kepada raja, tetapi keputusan ini ia sesali di kemudian hari, dan meminta maaf dan bimbingan dari St. Anselmus. Ia juga menulis biografi St. Aldhelm. Osmund sangat gemar menyalin dan menjilid buku. Pada 4 Desember 1099, Osmund meninggal di Salisbury, Inggris. Ia dikanonisasi oleh Paus Kallistus III pada tahun 1456, dan merupakan kanonisasi terakhir di Inggris sebelum masa pemberontakan.


St. Kristian

12 Juni

Kristian adalah saudara dari St. Malakios dari Armagh. Nama Celticnya adalah Croistan O'Morgair. Pada 1126, ia diangkat sebagai Uskup Clogher, Irlandia. Tidak banyak yang diketahui mengenainya.


dari sumber http://www.catholic.org/

St. Barbara

4 Desember

Barbara adalah puteri dari Dioscorus, seorang pedagang yang kaya. Setiap kali ayahnya pergi, ia selalu dikunci dalam sebuah menara yang tinggi. Secara diam-diam, ia mempelajara Kekristenan dan iapun dibaptis. Pada suatu ketika, ketika ayahnya pergi, Barbara memasang tiga jendela di menaranya sebagai penghormatan terhadap Tritunggal Mahakudus. Mengetahui hal ini, ayanya sangat marah dan membawa Barbara ke pengadilan. Ayahnya sendiri yang menyuruh Barbara agar disiksa dengan harapan ia akan mengingakari imannya, tetapi Barbara tetap teguh pada imannya. Kemudian ayahnya mengambil pedang dan memenggal kepala anaknya sendiri. Saat itu juga, petir menyambar Dioscorus. Barbara menerima mahkota kemartiran pada tahun 235 di Nikomedia. Menurut beberapa sumber, St. Barbara menjadi martir ketika berusia empatbelas tahun.


St. Bibiana

2 Desember

Bibiana berasal dari sebuah keluarga Kristen yang seluruh anggotanya mati sebagai martir. Ayahnya, St. Flavianus, yang berpangkat Prefek kota Roma, dipenjarakan oleh Kaisar Yulianus yang mengingkari iman Kristennya, dan menemui ajalnya setelah kepalanya dicap besi panas dan ia diasingkan. Ibunya, St. Dafrosa, mula-mula ditahan di rumah bersama kedua anaknya: Bibiana dan Demetria. Setelah beberapa lama ia pun mati dipenggal kepalanya. Tinggallah Bibiana bersama adiknya, Demetria. Kedua gadis tak berdosa ini dipenjarakan dalam sebuah sel yang sempit, gelap lagi kotor, dan tidak diberi makanan sedikit pun. Dengan penyiksaan itu diharapkan mereka akhirnya menyangkal imannya. Namun perhitungan penguasa itu meleset. Kedua kakak-beradik itu tetap teguh dan berani mempertahankan imannya. Oleh karena itu mereka dihadapkan sekali lagi ke depan pengadilan. Berbagai ancaman yang sangat mengerikan ditimpakan kepada mereka, namun semuanya itu sia-sia belaka di hadapan keteguhan hati kedua gadis bersaudara ini. Mereka dibawa kembali ke penjara. Tak lama kemudian Demetria meninggal dunia di dalam sel yang mengerikan itu. Sekarang tinggallah Bibiana seorang diri. Ia diserahkan kepada seorang penjahat wanita bernama Rufina, yang ditugaskan untuk mengubah sikap dan pikiran Bibiana. Namun segala daya-upaya mulai dari bujuk-rayu yang lembut manis hingga penganiayaan yang kejam-bengis tidak berhasil mematahkan semangat iman Bibiana. Akhirnya ia diikat pada sebuah pilar dan di cambuk serta dipukuli hingga mati patia tahun 363. Di kemudian hari, sebuah gereja dibangun di atas makamnya; di kebun gereja tumbuhlah suatu tanaman yang dapat menyembuhkan sakit kepala dan epilepsi.


St. Natalia


1 Desember


Adrianus adalah seorang perwira Romawi di Nikomedia. Pada saat itu terjadi penganiayaan terhadap umat Kristiani dan sebagai perwira Romawi, maka Adrianus juga ikut menganiaya umat Kristiani. Kemudian Adrianus terkesan akan semangat keimanan umat Kristiani yang ia tangkap. Kemudian ia meminta para pasukannya untuk menangkapnya dan mengaku dirinya adalah seorang Kristen, walaupun pada saat itu ia belum dibaptis. Natalia, istri Adrianus adalah seorang Kristen. Mengetahui suaminya ditangkap, ia kerap mengunjunginya dan mengajarkan iman Kristen kepadanya. Natalia juga mengunjungi tahanan yang lain. Ketika Adrianus dijatuhi hukuman mati, Natalia tidak diperbolehkan untuk mengunjunginya. Nataliapun menyamar sebagai seorang pemuda untuk dapat menemuinya.

St. Adrianus

1 Desember

Adrianus adalah seorang perwira Romawi di Nikomedia. Pada saat itu terjadi penganiayaan terhadap umat Kristiani dan sebagai perwira Romawi, maka Adrianus juga ikut menganiaya umat Kristiani. Kemudian Adrianus terkesan akan semangat keimanan umat Kristiani yang ia tangkap. Kemudian ia meminta para pasukannya untuk menangkapnya dan mengaku dirinya adalah seorang Kristen, walaupun pada saat itu ia belum dibaptis. Natalia, istri Adrianus adalah seorang Kristen. Mengetahui suaminya ditangkap, ia kerap mengunjunginya dan mengajarkan iman Kristen kepadanya. Natalia juga mengunjungi tahanan yang lain. Ketika Adrianus dijatuhi hukuman mati, Natalia tidak diperbolehkan untuk mengunjunginya. Nataliapun menyamar sebagai seorang pemuda untuk dapat menemuinya.

St. Eligius

1 Desember

Eligius atau dikenal juga dengan Eloi, lahir di Limoges, Perancis pada sekitar tahun 588-590. Ia menjadi seorang pandai besi yang terkenal, dan juga menjadi orang kepercayaan dari Raja Clotaire II. Persahabatannya dengan Raja Clotaire II membuat namanya lebih dikenal, dan iapun mendapat rejeki yang sangat besar. Semua rejeki yang ia peroleh, ia dermakan untuk orang-orang miskin, membebaskan para budak (termasuk diantaranya, St. Tillo dari Solignac), membangun gereja dan biara di Perancis. Setelah kematian Raja Clotaire II, Eligius bersahabat dengan Raja Dagobert, penggantinya. Eligiuspun diangkat sebagai penasehat raja dan juga seorang diplomat. Ia berhasil meyakinkan Raja Breton, Judicael, untuk mengakui kekuasaan Raja Dagobert. Selain dengan para raja, Eligius juga bersahabat dengan St. Ouen dari Rouen dimana keduanya mendirikan sebuah komunitas religus kecil. Pada tahun 640, Eligius ditahbiskan sebagai seorang imam, untuk menggenapi keinginannya untuk melayani Tuhan. Pada tahun 641, ia diangkat sebagai Uskup Noyon, Perancis dan Tournai, Belgia. Ia membangun Basilika St. Paulus, berkotbah diberbagai tempat, terutama di Antwerp, Ghent, dan Courtai, dimana ia berhasil menobatkan banyak orang disana. Ia kemudian menjadi sahabat dan pembimbing spiritual St. Godeberta. Ia juga mendorong dilakukannya devosi kepada para kudus. Ia juga menemukan relikui dari St. Quentin, St. Piaton, dan St. Lucian dari Beauvais. Iapun membuat beberapa tempat penyimpanan relikui, yang diantaranya digunakan untuk menyimpan relikui St. Martinus dan St. Genoveva. Eligius meninggal pada tahun 660 di Noyon, Perancis.


Kalender Orang Kudus