Sto. Efrem

9 Juni

Efrem lahir pada sekitar tahun 306 di Nisibis, Mesopotamia, Syria. Ia adalah putera dari seorang pendeta Paganisme. Ia mengenal Kekristenan dan dibaptis oleh Sto. Yakobus dari Nisibis, Uskup Nisibis. Setelah kematian Sto. Yakobus, Nisibis ditaklukan oleh bangsa Persia yang memaksa umat Kristen meninggalkan kota itu. Efrem membawa orang-orang Kristen untuk menetap di Edessa. Di Edessa, Efrem menjadi seorang diakon yang melayani umat, tetapi ia selalu menolak untuk dijadikan seorang imam. Efrem menuliskan komentar untuk tulisan Kitab Suci. Selain itu ia juga menulis syair dan puisi yang bertujuan untuk melawan ajaran sesat yang berkembang. Efrem memiliki devosi yang sangat besar kepada Sta. Perawan Maria. Efrem juga mendirikan sebuah sekolah teologi. Salah satu julukan terhadapnya adalah kecapi Roh Kudus. Efrem meninggal dunia pada 9 Juni 373 di Edessa, Irak. Pada 5 Oktober 1920, ia dinyatakan sebagai Pujangga Gereja oleh Paus Benediktus XV.


dari sumber:
http://www.newadvent.org/
http://saints.sqpn.com/
http://www.catholic.org/
http://www.imankatolik.or.id/
http://www.catholicculture.org/
http://en.wikipedia.org/

Minggu Biasa X

Tahun C

Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong. Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!" Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!" Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya." Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.


dari sumber Alkitab Deuterokanonika, LAI-LBI

Sto. Yosef de Anchieta

9 Juni

Yosef de Anchieta lahir pada 19 Maret 1534 di San Cristobal de la Laguna, Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol. Ia adalah putera dari Juan López de Anchieta dan Mencia Díaz de Clavijo y Llarena, sebuah keluarga bangsawan kaya. Yosef dikatakan masih memiliki hubungan keluarga dengan Sto. Ignasius dari Loyola. Yosef memperoleh pendidikan di Coimbra, Portugal. Ketika berusia tujuhbelas tahun, ia memutuskan untuk bergabung dengan Serikat Yesus. Selama masa novisiatnya, Yosef mengalami cedera punggung yang selalu menemani Yosef seumur hidupnya. Superiornya mengirim Yosef ke Brazil, dengan harapan udara yang lebih baik dapat memulihkan kesehatannya. Yosef tiba di Brazil ketika berusia sembilanbelas tahun. Ia bertemu dengan Suku Indian Tupi, dan tinggal di dekat Sao Vicente. Yosef beradaptasi dengan mempelajari bahasa masyarakat setempat. Yosef dan Pastor Manuel de Nobrega kemudian pergi ke Piratininga, dan mendirikan Misi yang dinamakan Sao Paolo, karena mereka tiba pada Pesta St. Paulus. Mereka mengajarkan agama dan bahasa kepada orang-orang Tupi maupun Portugis. Yosef kemudian membuat kamus bagi orang-orang Portugis dan para Missionaris. Pada tahun 1563, Yosef ditangkap oleh Suku Tamayo, pada saat melakukan perundingan damai. Selama ditahan, Yosef berkarya dengan menuliskan puisi-puisi dalam bahasa Latin di pasir, yang kemudian ia ingat. Ketika Yosef berhasil dibebaskan, ia menuliskan puisi-puisinya dalam sebuah kertas. Yosef ditahbiskan sebagai imam ketika berusia tigapuluh dua tahun. Setelah itu ia ikut mendirikan pemukiman yang kemudian dikenal dengan Rio de Janeiro. Pada tahun 1577, Yosef ditunjuk sebagai provinsial Serikat Yesus. Dalam hal seni, Yosef menuliskan naskah drama dalam beberapa bahasa, Latin, Spanyol, Portugis, dan Tupi. Karena menuliskan dalam bahasa Brazil, Yosef juga dikenal sebagai Bapa Sastra Nasional Brazil. Dikisahkan juga beberapa hal ajaib terjadi disekitar Yosef, seperti ketika ia berdoa, air dilaut membentuk tembok disekitarnya, selain itu burung-burung  datang menerima belaian Yosef, dan orang sakit yang menyetuh jubahnya kembali sembuh. Yosef juga dikisahkan memiliki karunia meramal dan seringkali menjelaskan kejadian yang sedang terjadi di tempat lain. Yosef memperoleh julukan sebagai Rasul dari Brazil. Yosef de Anchieta, S.J., meninggal dunia pada 9 Juni 1597 di Anchieta, Espirito Santo, Brazil. Pada 22 Juni 1980, ia dibeatifikasi oleh Paus Sto. Yohanes Paulus II, dan pada 3 April 2014, ia dikanonisasi oleh Paus Fransiskus.


dari sumber:
http://saints.sqpn.com/
http://www.newadvent.org/
http://www.jesuit.org.sg/
http://www.ignatianspirituality.com/
http://en.wikipedia.org/

Kalender Orang Kudus