Minggu Biasa XVII

Tahun B

Sekali peristiwa Yesus berangkat ke seberang Danau Galilea, yaitu Danau Tiberias. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mukjizat-mukjizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit. Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya. Ketika itu Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat. Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya, dan melihat bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus, "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?" Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai Filipus, sebab Ia sendiri tahu apa yang hendak dilakukan-Nya. Jawab Filipus kepada-Nya, "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja!" Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada Yesus, "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya untuk orang sebanyak ini?" Kata Yesus, "Suruhlah orang-orang itu duduk!" Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya. Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ; demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki. Dan setelah mereka kenyang, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih, supaya tidak ada yang terbuang." Maka mereka pun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari lima roti jelai yang lebih setelah orang makan. Ketika orang-orang itu melihat mukjizat yang telah diadakan Yesus, mereka berkata, "Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dunia." Karena Yesus tahu bahwa mereka akan datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk dijadikan raja, Ia menyingkir lagi ke gunung seorang diri.


St. Viktor I

28 Juli

Paus Viktor I adalah Paus ke-14 Gereja Katolik yang menjadi Paus pada tahun 189-199. Viktor diyakini berasal dari Afrika wilayah Romawi. Tidak banyak yang diketahui mengenai kehidupan Viktor sebelum menjadi Paus. Ia adalah putera dari Felix. Viktor terpilih sebagai Paus menggantikan Paus Eleutherius pada tahun 189. Umat Kristen masih merasakan suasana tenang dan damai pada awal masa Kepausan Viktor. Suatu ketika, Paus Viktor dipanggil oleh Marcia, yang merupakan simpanan dari Kaisar Commodus. Marcia meminta daftar nama orang Kristen Romawi yang dihukum kerja paksa di pertambangan di Sardinia, agar dapat membebaskan mereka. Paus Viktor  menyerahkan daftar nama yang diminta, dan merekapun dibebaskan. Setelah itu kembali muncul masalah mengenai perayaan Paskah akibat para pendatang dari Asia yang masih merayakan Paskah pada tangga 14 bulan Nisan (hari apapun) sementara umat di Roma merayakannya pada hari Minggu. Paus Viktor berkeinginan agar masalah ini dapat terselesaikan, sehingga ia mengumpulkan para Uskup Italia dalam sebuah sinode. Paus Viktor juga bertanya dengan Uskup-Uskup lain, dan pada akhirnya Paus Viktor membuat keputusan yang mengejutkan, yaitu dengan meminta para Uskup di Asia untuk meninggalkan tradisi lama mereka dan mulai merayakan Paskah pada hari Minggu dan bagi yang melawan akan terkena ekskomunikasi. Keputusan membuat St. Irenaeus membuat surat kepada Paus Viktor yang isinya mengingatkan Paus Viktor untuk menjaga hubungan baik dengan para Uskup di Asia, seperti yang telah dilakukan para pendahulunya. Masalah ini tidak jelas bagaimana kelanjutannya dalam masa Kepausan Viktor. Paus Viktro juga membuat sebuah keputusan bahwa dalam keadaan darurat, air apapun dapat digunakan untuk membaptis seseorang. Masalah kemudian kembali muncul, kali ini dari seorang pedagang kulit kaya dari Konstantinopel, bernama Theodotus. Ketika berada di Roma, Theodotus menyebarkan ajaran sesat yang mengajarkan bahwa Yesus adalah manusia biasa dan ketika Ia dibaptis, Ia kerasukan Roh Kudus dan memperoleh kekuatan supranatural. Paus Viktor mengutuk dan mengekskomunikasi Theodotus. Selain itu, Paus Vikto juga melawan ajaran sesat Gnostisisme dan Montanisme. St. Hieronimus menyebut Paus Viktor sebagai penulis Latin pertama, walaupun hanya surat Paus Viktor mengenai Paskah yang masih dapat ditemukan. Paus Viktor meninggal pada tahun 199 sebagai seorang martir dan dimakamkan di Vatikan. 


St. Innocentius I

28 Juli

Paus Innocentius I adalah Paus ke-40 Gereja Katolik yang menjadi Paus pada tahun 401-417. Tidak banyak yang diketahu mengenai kehidupan Innocentius sebelum menjadi Paus. Innocentius berasal dari Albano, Italia. Setelah kematian Paus St. Anastasius I, Innocentius terpilih secara bulat untuk menggantikannya pada 22 Desember 401. Paus Innocentius harus menghadapi berbagai aliran sesat selama masa Kepausannya. Aliran sesat Novatianisme berhasil diredamnya dan Paus berhasil mengambil alih gereja-gereja yang sempat dikuasai penganut Novatianisme di Roma. Paus Innocentius juga menghadapi ajaran sesat Manicheanisme, Montanisme, dan Priscillianisme. Paus Innocentius juga mengutuk Pelagius dan ajaran sesatnya, Pelagianisme. Paus Innocentius mendorong keutamaan seorang Paus atas para Uskup dalam Gereja. Paus Innocentius meminta kepada para Uskup di Afrika untuk mengikuti hasil konsili Kartago dan Milevis pada tahun 416 terkait masalah Pelagianisme. Masalah kembali muncul ketika St. Yohanes Krisostomus diturunkan dari jabatannya sebagai Uskup Konstantinopel. Paus Innocentius membelanya sampai St. Yohanes Krisostomus dapat kembali ke takhta keuskupannya, dan bahkan setelah kematian St. Yohanes Krisostomus, Paus Innocentius berusaha agar namanya kembali berada dalam daftar Uskup Konstantinopel. Paus Innocentius kemudian menyelesaikan masalah ajaran sesat Arianisme yang terjadi di Antiokia. Dimasa Kepausannya juga, Roma mendapat serangan dari bangsa Goth. Usahanya untuk jalan damai gagal, sehingga pada tahun 410, Paus tidak dapat kembali ke kota Roma yang telah direbut. Paus Innocentius juga berhasil membangun gereja untuk menghormati St. Gervasius dan St. Protasius. Sampai dengan akhir masa Kepausannya, Paus Innocentius tetap berjuang menghadapi ajaran-ajaran sesat, dan penindasan yang dilakukan mereka di berbagai tempat. Pelagius sempat mengerimkan pengakuan imannya agar dapat kembali bersatu dengan Gereja, tetapi Paus Innocentius lebih dahulu meninggal sebelum pengakuan itu tiba. Paus Innocentius meninggal pada 12 Maret 417 di Roma, Italia. Ia dimakamkan di pemakaman Pontianus.


dari sumber http://www.newadvent.org/http://www.imankatolik.or.id/http://saints.sqpn.com/http://www.catholic.org/, dan http://www.catholicculture.org/

St. Panteleon

27 Juli

Panteleon berasal dari Nikomedia, Asia Kecil. Ia adalah seorang tabib yang terkenal sampai Kaisar Maximian menjadikannya tabib pribadinya. Kehidupan di istana membuatnya melupakan iman Kristennya. Suatu ketika, seorang imam, St. Hermolaus, menyadarkannya sampai Panteleon kembali pada iman Kristennya. Ia menyerahkan hartanya kepada orang miskin, dan ia juga membantu orang-orang miskin yang sakit dengan memberikan pengobatan tanpa dibayar. Beberapa mukjizat kesembuhan terjadi ketika ia membisikan nama Yesus. Banyak orang bertobat karena karyanya, termasuk ayahnya. Ketika terjadi penganiayaan umat Kristen oleh Kaisar Diokeltian, Panteleon ditangkap. Ada sebuah kisah dimana ia bertanding dengan seorang imam Paganisme untuk menyembuhkan seseroang, dimana Panteleon berhasil menyembuhkannya dengan melalui doanya. Segala upaya dilakukan untuk membuat Panteleon menyangkal imannya, termasuk menawarinya kebebasan, tetapi Panteleon menolaknya. Ia kemudian disiksa menggunakan obor, tetapi kehadiran Yesus dihadapannya memperkuat imannya. Api-api yang menyiksanya seketika itu juga padam. Panteleon kemudian dimasukan ke kandang bindatang buas, tetapi binatang-binatang tidak ada yang memakannya. Dikisahkan juga ketika akan dipenggal, pedang yang akan memotong kepalanya rusak, sehingga pengeksekusi bertobat. Sampai akhirnya Panteleon meninggal sebagai martir setelah dipenggal pada sekitar tahun 303, setelah ia sendiri menghendaki kematiannya.


Minggu Biasa XVI

Tahun B

Sekali peristiwa Yesus mengutus murid-murid-Nya mewartakan Injil. Setelah menunaikan perutusannya, mereka kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. Lalu Yesus berkata kepada mereka, "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah sejenak!" Sebab memang begitu banyaknya orang datang dan pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat. Maka pergilah mereka mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi pada waktu mereka bertolak, banyak orang melihat, dan mereka mengetahui tujuannya. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu dan mereka malah mendahului Yesus dan murid-murid-Nya. Ketika mendarat, dan melihat jumlah orang yang begitu banyak, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.


dari sumber:
http://renunganpagi.blogspot.com/

St. Margaret dari Antiokia

20 Juli

Margaret berasal dari Antiokia dan merupakan putri dari seorang imam Paganisme. Ibunya meninggal ketika ia masih kecil, sehingga ia diasuh oleh seorang pengasuh. Setelah Margaret memilih untuk menjadi seorang Kristen, maka ia dicampakan oleh ayahnya, dan memilih menjadi seorang penggembala. Pada suatu hari, Olybrius, seorang Prefek Romawi melihat kecantikan Margaret dan tertarik untuk menjadikannya istrinya. Karena kesetiaan Margaret kepada Allah, ia menolak Olybrius, sehingga ia dilaporkan dengan tuduhan sebagai seorang Kristen. Margaret disiksa dan dipenjarakan, dan ketika dipenjara, munculah sebuah legenda yang menceritakan Margaret berhadapan dengan seekor naga yang memakannya, tetapi salib yang dibawa Margaret membuat naga itu kesakitan dan mengeluarkan Margaret kembali. Margaret kemudian oleh orang-orang Romawi dibakar dan direbus, tetapi tidak ada satupun yang melukai Margaret. Pada akhirnya Margaret menjadi martir Kristus setelah ia dipenggal. St. Margaret dari Antiokia merupakan salah satu yang menampakan diri kepada St. Jeanne d'Arc. Ia juga dikenal dengan nama Menaea atau Marina.


dari sumber http://www.imankatolik.or.id/http://www.catholic.org/http://saints.sqpn.com/http://www.newadvent.org/, dan http://www.catholicculture.org/

St. Symmachus

19 Juli

Paus Symmachus adalah Paus ke-51 Gereja Katolik yang menjadi Paus pada tahun 498-514. Symmachus berasal dari Sardinia, dan adalah putera dari Fortunatus. Symmachus berasal dari keluarga penganut Paganisme. Ia dibaptis di Roma dan ditahbiskan sebagai Diakon pada masa Kepausan Paus Anastasius II. Setelah kematian Paus Anastasius II, Symmachus terpilih sebagai Paus pada 22 November 498, dengan suara terbanyak di Basilika Lateran. Suara terkecil, yang juga sebagai pendukung Byzantium, memilih Laurensius di Basilika St. Maria Maggiore. Permasalahan ini kemudian dibawa kepada Raja Gothic, Theodoric yang pada saat itu menguasai Italia. Raja mengakui Paus Symmachus, karena dipilih lebih dahulu dan memiliki suara terbanyak, sementara Laurensius menjadi Uskup Nocera. Pada tahun 501, usaha menurunkan Paus Symmachus dilakukan oleh pendukung Anti-Paus Laurensius. Mereka menuduh Paus Symmachus merayakan Paskah diwaktu yang salah. Ketika akan menghadapi tuduhan ini, Paus Symmachus juga dituduh dalam beberapa kasus lain, seperti penyalahgunaan harta Gereja. Paus Symmachus menolak untuk diadil oleh Raja dan meninggalkan Basilika Lateran dan hidup di gereja St. Petrus. Sebuah sinode diadakan untuk menyelesaikan masalah ini, tetapi ketika Paus Symmachus hendak membela diri dalam sinode, Paus diserang sekelompok orang dalam perjalanan, sehingga Paus Symmachus kembali ke gereja St. Petrus. Dalam sesi terakhir sinode, para Uskup memutuskan untuk bersatu penuh dengan Paus Symmachus, dan bagi yang menentang Paus akan dianggap melakukan skisma. Keputusan sinode tidak memuaskan banyak pihak, termasu Raja Theodoric. Sementara Anti-Paus Laurensius kembali ke Roma dan bertahan disana selama empat tahun. Paus Symmachus terus mendapatkan dukungan, terutama ketika Diakon Dioscorus dari Alexandria datang ke Roma. Motif politik juga menjadi alasan Paus Symmachus mendapatkan dukungan, sehingga Anti-Paus Laurensius memutuskan meninggalkan Roma dan hidup di sebuah peternakan. Paus Symmachus kemudian harus menghadapi Skisma Acacian. Pada 8 Oktober 512, Paus Symmachus menyurati Uskup Illyria, agar para klerus disana tidak menjalin hubungan dengan penganut ajaran sesat. Paus Symmachus membatalkan Edikta yang diterbitkan Paus Anastasius II terkait Uskup Agung Vienne, dan mengakui hak metropolitan, dari Uskup Agung Arles, St. Caesarius. Paus Symmachus juga menghadapi Manicheanisme. Paus membakar buku-buku mereka dan mengusir mereka dari kota. Paus Symmachus membangun gereja St. Andreas, Basilika St. Agnes, memperbaiki Basilika St. Silvester dan Martinus, dan menghiasi gereja St. Petrus. Paus memperluas katakombe Jordani dan membangun wisma Keuskupan di samping gereja St. Petrus. Paus mengirimkan uang dan pakaian bagi para Uskup Afrika yang tetindas penguasa Arian, dan bagi umat di Sardinia, yang diserang oleh bangsa Barbar. Paus Symmachus meninggal pada 19 Juli 514, di Roma, dan dimakamkan di Basilika St. Petrus.


St. Justa dari Sevilla

19 Juli

Justa lahir sekitar tahun 268 di Sevilla. Ia adalah saudara dari St. Rufina. Mereka adalah puteri dari seorang pengrajin tembikar Kristen, dan mereka sendiri meneruskan usaha ayah mereka. Ketika hari perayaan Paganisme, mereka menolak menjual tembikar mereka, sehingga warga menjadi marah dan menghancurkan tembikar-tembikar Justa dan St. Rufina. Keduanya membalas dengan menghancurkan patung dewi Venus, sehingga merekapun ditangkap dan dihadapkan pada prefek. Dihadapan prefek setempat, mereka menyatakan diri mereka sebagai umat Kristen, sehingga prefek memerintahkan mereka untuk disiksa. Dikisahkan bahwa segala siksaan tidak mengubah iman mereka, bahkan Justa meninggal dalam penyiksaan ini. Sementara St. Rufina yang masih bertahan dimasukan ke kandang singa. Disana para singa tidak memakannya, tetapi menjadi jinak, sehingga ia dicekik, ada juga yang mengatakan dipenggal, dan tubuhnya dibakar. St. Rufina dan Justa meninggal pada sekitar tahun 287.


dari sumber http://www.catholic.org/http://en.wikipedia.org/, dan http://saints.sqpn.com/

St. Rufina dari Sevilla

19 Juli

Rufina lahir sekitar tahun 270 di Sevilla. Ia adalah saudara dari St. Justa. Mereka adalah puteri dari seorang pengrajin tembikar Kristen, dan mereka sendiri meneruskan usaha ayah mereka. Ketika hari perayaan Paganisme, mereka menolak menjual tembikar mereka, sehingga warga menjadi marah dan menghancurkan tembikar-tembikar St. Justa dan Rufina. Keduanya membalas dengan menghancurkan patung dewi Venus, sehingga merekapun ditangkap dan dihadapkan pada prefek. Dihadapan prefek setempat, mereka menyatakan diri mereka sebagai umat Kristen, sehingga prefek memerintahkan mereka untuk disiksa. Dikisahkan bahwa segala siksaan tidak mengubah iman mereka, bahkan St. Justa meninggal dalam penyiksaan ini. Sementara Rufina yang masih bertahan dimasukan ke kandang singa. Disana para singa tidak memakannya, tetapi menjadi jinak, sehingga ia dicekik, ada juga yang mengatakan dipenggal, dan tubuhnya dibakar. Rufina dan St. Justa meninggal pada sekitar tahun 287.


dari sumber http://www.catholic.org/http://en.wikipedia.org/, dan http://saints.sqpn.com/

Martir Karmelit dari Compiegne

17 Juli

Pada saat Revolusi Perancis, empatbelas biarawati Karmel Tak Berkasut dan dua pelayannya, dari Biara Inkarnasi di Compiegne, Perancis ditangkap pada 24 Juni 1794. Karena kesetiaan mereka kepada Gereja, mereka semua dijatuhi hukuman mati, dan pada 17 Juli 1794 mereka semua dipenggal menggunakan guillotin di Place du Trone Renverse, atau sekarang dikenal dengan Place de la Nation, Paris, Perancis. Pada 27 Mei 1906, mereka semua dibeatifikasi oleh Paus St. Pius X. Mereka adalah:

  1. B. Madeleine-Claudine Ledoine (Teresa dari St. Agustinus, O.C.D.)
  2. B. Marie-Anne Brideau, O.C.D.
  3. B. Marie-Anne Piedcourt, O.C.D.
  4. B. Anne-Marie-Madeleine Thouret (Charlotte dari Kebangkitan, O.C.D.)
  5. B. Marie-Antoniette atau Anna Hanisset (Teresa dari Hati Kudus Maria, O.C.D.)
  6. B. Marie-Francoise Gabrielle de Croissy (Henriette dari Yesus, O.C.D.)
  7. B. Marie-Gabrielle Trezel (Teresa dari St. Ignatius, O.C.D.)
  8. B. Rose-Chretien de la Neuville (Julia Louisa of Jesus, O.C.D.)
  9. B. Anne Petras (Maria Henrietta dari Penyelenggaraan, O.C.D.)
  10. B. Euphrasia dari Imakulata, O.C.D.
  11. B. Marie-Genevieve Meunier (Constance, O.C.D.)
  12. B. Angelique Roussel (Maria dari Roh Kudus, O.C.D.)
  13. B. Marie Dufour, O.C.D.
  14. B. Julie atau Juliette Vero-lot, O.C.D.
  15. B. Katarina Soiron
  16. B. Teresa Soiron


Minggu Biasa XV

Tahun B

Sekali peristiwa, Yesus memanggil kedua belas murid dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, kecuali tongkat; roti pun tidak boleh dibawa, demikian pula bekal, dan uang dalam ikat pinggang; mereka boleh memakai alas kaki, tetapi tidak boleh memakai dua baju. Kata Yesus selanjutnya kepada murid-murid itu, "Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu. Kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu, dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka." Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, Mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.


dari sumber:
http://renunganpagi.blogspot.com/

St. Kateri Tekakwitha

14 Juli

Kateri Tekakwitha lahir pada tahun 1656 di Osserneon (Auriesville), Amerika Serikat. Ibunya adalah seorang Kristen dari suku Algonquin, sementara ayahnya adalah seorang kepala suku Mohawk. Ketika berusia empat tahun, terjadi wabah cacar yang merengut nyawa ayah, ibu, dan saudaranya. Kateri sendiri terkena cacar, dan meninggalkan tanda diwajahnya. Ia kemudian diasuh oleh paman dan bibinya, yang berasal dari suku kura-kura. Pada tahun 1667 tiga orang misionaris Yesuit, Fremin, Bruyas, dan Pierron datang berkunjung ke desa mereka. Pada saat inilah, Kateri pertama kali mendengar mengenai ajaran Kristen. Kemudian ketika berusia delapanbelas tahun, datanglah Pater Jacques de Lamberville yang kemudian membaptisnya. Kateri mendapat perlakuan yang buruk dari para anggota suku kura-kura, sehingga Pater Jacques de Lamberville menyarankannya untuk mengungsi ke Caughnawaga, Kanada. Disana ia tinggal bersama Anastasia Tegonhatsihonga, yang juga seorang wanita Indian Kristen. Pada tahun 1679, ia mengucapkan kaul keperawanan. Pada 17 April 1680, Kateri Tekakwitha meninggal dunia. Tidak lama setelah meninggal, wajah Kateri yang penuh luka bekas cacar menjadi bersih. Ia dikenal dengan nama Lili dari Mohawk. Pada 22 Juni 1980, Ia dibeatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II dan pada 21 Oktober 2012, ia dikanonisasi oleh Paus Benediktus XVI.


dari sumber http://www.catholic.org/http://www.marypages.com/http://saints.sqpn.com/http://yesaya.indocell.net/, dan http://www.newadvent.org/

St. Veronika

12 Juli

Veronika diperkirakan berasal dari Yerusalem. Menurut tradisi, namanya merupakan nama Latin dari Berenice, dan diyakini sebagai seorang yang sama dengan wanita yang mengalami pendarahan dalam Injil. Kisah Veronika lebih dikenal dalam peristiwa Jalan Salib, dimana dikisahkan Veronika mengusap wajah Yesus dengan kainnya dan Yesus memberikan Wajah Sucinya ke dalam kain itu. Masih menurut tradisi, Veronika membawa kain itu untuk menyembuhkan Kaisar Tiberius dan kain itupun kemudian dibawa ke Roma pada sekitar abad ke-8. Kisah-kisah ini sulit untuk dibuktikan karena kurangnya bukti-bukti yang dapat dipercaya, oleh sebab itu, nama Veronika sendiri tidak dimasukan ke dalam Martyrologium Romanum.


St. Pius I

11 Juli

Paus Pius I adalah Paus ke-10 Gereja Katolik yang menjadi Paus pada tahun 140-155. Pius diperkirakan lahir di Aquileia, karena ayahnya adalah, Rufinus dikisahkan menetap di kota itu. Pius dipercaya juga sebagai saudara dari seorang penulis bernama Hermas. Keduanya diperkirakan pernah menjadi budak. Pius terpilih sebagai Paus menggantikan Paus St. Hyginus. Selama masa Kepausannya, Paus Pius dihadapkan pada beberapa ajaran sesat Gnostikisme. Setidaknya Gnostikisme Valentinus, Gnostikisme Cerdon, dan Gnostikisme Marcion berkembang pada masa Kepausannya. Paus Pius mengekskomunikasi Marcion pada sekitar tahun 144. Paus Pius juga membuat sebuah aturan bagi orang-orang Yahudi yang ingin bertobat menjadi Kristen. Paus Pius meninggal pada sekitar tahun 155, dan dipercaya meninggal sebagai seorang martir, walaupun ia pertama kali disebut sebagai martir pada abad-9.


dari sumber http://www.catholic.org/http://saints.sqpn.com/http://en.wikipedia.org/, dan http://www.newadvent.org/

St. Olga

11 Juli

Olga Prekrasna lahir pada sekitar tahun 879 di Psikov, Rusia. Pada tahun 903, Olga menikah dengan Igor I dari Kiev, pemimpin Kievan-Rus. Dari pernikahannya, ia dikaruniai seorang anak, Svyatoslav. Igor meninggal dunia karena dibunuh oleh bangsa Drevlians pada tahun 945. Olga memilih mempertahankan takhta Igor untuk kemudian diserahkan kepada puteranya, Svytoslav, ketika ia telah dewasa. Olga membalaskan kematian suaminya dengan berbagai cara yang sangat kejam. Olga menyerahkan kekuasaan Igor kepada puteranya, dan pada tahun 957, Olga bertobat dan dibaptis menjadi Kristen di Konstantinopel. Ia menambahkan namanya dengan Helena. Olga berusaha untuk mempertobatkan Svytoslav, tetapi ia gagal. Barulah cucunya, St. Vladimir, menjadi pemimpin Kristen di Rusia pertama. Olga juga merupakan leluhur dari St. Boris dan St. Gleb. Olga juga berusaha menyebarkan Kekristenan di negaranya. Olga meninggal dunia pada 11 Juli 969 di Kiev, Ukrania.


dari sumber http://saints.sqpn.com/http://www.catholic.org/http://en.wikipedia.org/, dan http://www.newadvent.org/

St. Secunda dari Roma

10 Juli

Secunda lahir sekitar abad ke-3. Ia adalah saudara dari St. Rufina dan keduanya adalah puteri dari seorang senator Roma bernama Asterius. Mereka memiliki tunangan pemuda Kristen bernama, Armetarius dan Verinus. Pada masa penganiayaan umat Kristen oleh Kaisar Valerian, ayah mereka dibunuh, tunangan mereka berapostasi, dan Secunda dan St. Rufina memutuskan untuk melarikan diri ke Etruria. Disana mereka ditangkap dalam perjalanan, dan dihadapkan kepada prefek Junius Donatus. Mereka disiksa tetapi karena tidak ada tanda-tanda bahwa mereka akan menyangkal iman mereka, merekapun dipenggal pada sekitar tahun 257 di Roma. Kisah lain menggambarkan mereka sebagai pria dengan nama St. Rufinus dan St. Secundus.


dari sumber http://www.imankatolik.or.id/http://en.wikipedia.org/http://www.catholic.org/http://www.newadvent.org/, dan http://www.saintpatrickdc.org/

St. Rufina dari Roma

10 Juli

Rufina lahir sekitar abad ke-3. Ia adalah saudara dari St. Secunda dan keduanya adalah puteri dari seorang senator Roma bernama Asterius. Mereka memiliki tunangan pemuda Kristen bernama, Armetarius dan Verinus. Pada masa penganiayaan umat Kristen oleh Kaisar Valerian, ayah mereka dibunuh, tunangan mereka berapostasi, dan Rufina dan St. Secunda memutuskan untuk melarikan diri ke Etruria. Disana mereka ditangkap dalam perjalanan, dan dihadapkan kepada prefek Junius Donatus. Mereka disiksa tetapi karena tidak ada tanda-tanda bahwa mereka akan menyangkal iman mereka, merekapun dipenggal pada sekitar tahun 257 di Roma. Kisah lain menggambarkan mereka sebagai pria dengan nama St. Rufinus dan St. Secundus.


dari sumber http://www.imankatolik.or.id/http://en.wikipedia.org/http://www.catholic.org/http://www.newadvent.org/, dan http://www.saintpatrickdc.org/

Tujuh Saudara Kudus

10 Juli

Tujuh Saudara Kudus adalah sebutan bagi:
  1. St. Alexander
  2. St. Vitalis
  3. St. Martialis
  4. St. Yanuarius
  5. St. Feliks
  6. St. Filipus
  7. St. Silverius
Mereka semua mati sebagai martir Kristus bersama ibu mereka, St. Felisitas, pada masa pemerintahan Kaisar Antoninus, atau juga pada masa Kaisar Marcus Aurelius pada tahun 165.

St. Silvanus

23 November

Silvanus adalah seorang putera dari St. Felisitas. Bersama dengan ibu dan ketujuh saudaranya, St. Alexander, St. Vitalis, St. Martialis, St. Yanuarius, St. Feliks, dan St. Filipus mereka menjadi martir kerana iman mereka. Karena iman, ibunya ditangkap dan diperintahkan untuk memberikan persembahan kepada dewa-dewi Paganisme. St. Felisitas menolak dan kemudian anak-anaknya ditangkap dan diberikan perintah yang sama. Mereka juga menolak. Mereka semua dihukum mati atas perintah Kaisar Antonius atau Kaisar Marcus Aurelius pada tahun 165. St. Felisitas dipaksa melihat anaknya dipenggal satu-persatu, tetapi imannya semakin kuat dan iapun mati sebagai martir.


dari sumber http://saints.sqpn.com/http://www.imankatolik.or.id/, dan http://www.newadvent.org/

St. Filipus

23 November

Filipus adalah seorang putera dari St. Felisitas. Bersama dengan ibu dan ketujuh saudaranya, St. Alexander, St. Vitalis, St. Martialis, St. Yanuarius, St. Feliks, dan St. Silvanus mereka menjadi martir kerana iman mereka. Karena iman, ibunya ditangkap dan diperintahkan untuk memberikan persembahan kepada dewa-dewi Paganisme. St. Felisitas menolak dan kemudian anak-anaknya ditangkap dan diberikan perintah yang sama. Mereka juga menolak. Mereka semua dihukum mati atas perintah Kaisar Antonius atau Kaisar Marcus Aurelius pada tahun 165. St. Felisitas dipaksa melihat anaknya dipenggal satu-persatu, tetapi imannya semakin kuat dan iapun mati sebagai martir.


dari sumber http://saints.sqpn.com/http://www.imankatolik.or.id/, dan http://www.newadvent.org/

St. Feliks

23 November

Feliks adalah seorang putera dari St. Felisitas. Bersama dengan ibu dan ketujuh saudaranya, St. Alexander, St. Vitalis, St. Martialis, St. Yanuarius, St. Filipus, dan St. Silvanus mereka menjadi martir kerana iman mereka. Karena iman, ibunya ditangkap dan diperintahkan untuk memberikan persembahan kepada dewa-dewi Paganisme. St. Felisitas menolak dan kemudian anak-anaknya ditangkap dan diberikan perintah yang sama. Mereka juga menolak. Mereka semua dihukum mati atas perintah Kaisar Antonius atau Kaisar Marcus Aurelius pada tahun 165. St. Felisitas dipaksa melihat anaknya dipenggal satu-persatu, tetapi imannya semakin kuat dan iapun mati sebagai martir.


dari sumber http://saints.sqpn.com/http://www.imankatolik.or.id/, dan http://www.newadvent.org/

St. Yanuarius

23 November

Yanuarius adalah seorang putera dari St. Felisitas. Bersama dengan ibu dan ketujuh saudaranya, St. Alexander, St. Vitalis, St. Martialis, St. Feliks, St. Filipus, dan St. Silvanus mereka menjadi martir kerana iman mereka. Karena iman, ibunya ditangkap dan diperintahkan untuk memberikan persembahan kepada dewa-dewi Paganisme. St. Felisitas menolak dan kemudian anak-anaknya ditangkap dan diberikan perintah yang sama. Mereka juga menolak. Mereka semua dihukum mati atas perintah Kaisar Antonius atau Kaisar Marcus Aurelius pada tahun 165. St. Felisitas dipaksa melihat anaknya dipenggal satu-persatu, tetapi imannya semakin kuat dan iapun mati sebagai martir.


dari sumber http://saints.sqpn.com/http://www.imankatolik.or.id/, dan http://www.newadvent.org/

St. Martialis

23 November

Martialis adalah seorang putera dari St. Felisitas. Bersama dengan ibu dan ketujuh saudaranya, St. Alexander, St. Vitalis, St. Yanuarius, St. Feliks, St. Filipus, dan St. Silvanus mereka menjadi martir kerana iman mereka. Karena iman, ibunya ditangkap dan diperintahkan untuk memberikan persembahan kepada dewa-dewi Paganisme. St. Felisitas menolak dan kemudian anak-anaknya ditangkap dan diberikan perintah yang sama. Mereka juga menolak. Mereka semua dihukum mati atas perintah Kaisar Antonius atau Kaisar Marcus Aurelius pada tahun 165. St. Felisitas dipaksa melihat anaknya dipenggal satu-persatu, tetapi imannya semakin kuat dan iapun mati sebagai martir.


dari sumber http://saints.sqpn.com/http://www.imankatolik.or.id/, dan http://www.newadvent.org/

St. Vitalis

23 November

Vitaslis adalah seorang putera dari St. Felisitas. Bersama dengan ibu dan ketujuh saudaranya, St. Alexander, St. Martialis, St. Yanuarius, St. Feliks, St. Filipus, dan St. Silvanus mereka menjadi martir kerana iman mereka. Karena iman, ibunya ditangkap dan diperintahkan untuk memberikan persembahan kepada dewa-dewi Paganisme. St. Felisitas menolak dan kemudian anak-anaknya ditangkap dan diberikan perintah yang sama. Mereka juga menolak. Mereka semua dihukum mati atas perintah Kaisar Antonius atau Kaisar Marcus Aurelius pada tahun 165. St. Felisitas dipaksa melihat anaknya dipenggal satu-persatu, tetapi imannya semakin kuat dan iapun mati sebagai martir.


dari sumber http://saints.sqpn.com/http://www.imankatolik.or.id/, dan http://www.newadvent.org/

St. Alexander

23 November

Alexander adalah seorang putera dari St. Felisitas. Bersama dengan ibu dan ketujuh saudaranya, St. Vitalis, St. Martialis, St. Yanuarius, St. Feliks, St. Filipus, dan St. Silvanus mereka menjadi martir kerana iman mereka. Karena iman, ibunya ditangkap dan diperintahkan untuk memberikan persembahan kepada dewa-dewi Paganisme. St. Felisitas menolak dan kemudian anak-anaknya ditangkap dan diberikan perintah yang sama. Mereka juga menolak. Mereka semua dihukum mati atas perintah Kaisar Antonius atau Kaisar Marcus Aurelius pada tahun 165. St. Felisitas dipaksa melihat anaknya dipenggal satu-persatu, tetapi imannya semakin kuat dan iapun mati sebagai martir.


dari sumber http://saints.sqpn.com/http://www.imankatolik.or.id/, dan http://www.newadvent.org/

St. Aquila

8 Juli

Aquila berasal dari Pontus. Ia adalah suami dari St. Priscilla atau Priska. Mereka adalah orang Yahudi di Roma yang bekerja sebagai pembuat tenda. Pada suatu ketika mereka meninggalkan Roma karena diusir oleh Kaisar Claudius. Mereka kemudian menetap di Korintus, dimana mereka bertemu dan menghibur St. Paulus. Diperkirakan disinilah mereka bertobat dan menjadi pengikut Kristus. Priscilla dan St. Aquila kemudian mengikuti St. Paulus menuju Efesus. Mereka menetap disana selama tiga tahun, sebelum kembali ke Roma. Mereka meninggalkan Roma tidak lama kemudian dan kembali menetap di Efesus. Keduanya dipercaya meninggal sebagai martir yang menurut tradisi terjadi di Roma. Kisah keduanya dapat ditemukan dalam Kitab Suci.


dari sumber http://newadvent.org/http://saints.sqpn.com/, dan http://www.catholic.org/

St. Priscilla

8 Juli

Priscilla atau Priska adalah istri dari St. Aquila. Mereka adalah orang Yahudi di Roma yang bekerja sebagai pembuat tenda. Pada suatu ketika mereka meninggalkan Roma karena diusir oleh Kaisar Claudius. Mereka kemudian menetap di Korintus, dimana mereka bertemu dan menghibur St. Paulus. Diperkirakan disinilah mereka bertobat dan menjadi pengikut Kristus. Priscilla dan St. Aquila kemudian mengikuti St. Paulus menuju Efesus. Mereka menetap disana selama tiga tahun, sebelum kembali ke Roma. Mereka meninggalkan Roma tidak lama kemudian dan kembali menetap di Efesus. Keduanya dipercaya meninggal sebagai martir yang menurut tradisi terjadi di Roma. Kisah keduanya dapat ditemukan dalam Kitab Suci.


dari sumber http://newadvent.org/http://saints.sqpn.com/, dan http://www.catholic.org/

St. Adrianus III

8 Juli

Paus Adrianus III adalah Paus ke-109 Gereja Katolik yang menjadi Paus pada tahun 884-885. Adrianus lahir di Teano atau di Roma, Italia. Tidak ada yang diketahui tentang masa lalu sebelum menjadi Paus. Pada 17 Mei 884, ia terpilih menjadi Paus menggantikan Paus Marinus I. Masa Kepausannya diwarnai dengan kekerasam, kejahatan, dan juga penderitaan bagi umat di kota Roma. Paus Adrianus berjuang keras untuk membantu umat di Roma menghadapi masa sulit, teutama pada masa kelaparan. Paus Adrianus juga melawan kelompok aristokrat yang dipimpin Uskup korup, Formosus, dan memberantas kelompok ini. Pada tahun 885, Paus Adrianus diundang oleh Kaisar Charles III untuk melakukan pertemuan di Worms, untuk membahas suksesi Kekaisaran Romawi. Paus memenuhi undangan tersebut, tetapi ketika dalam perjalanan di Modena, Paus Adrianus III meninggal dunia, pada Juli 885, di biara Nonatula. Paus Adrianus III dikanonisasi pada 2 Juni 1891 oleh Paus Leo XIII.


Minggu Biasa XIV

Tahun B

Sekali peristiwa, Yesus tiba kembali di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. Pada hari Sabat Yesus mulai mengajar di rumah ibadat, dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia. Mereka berkata, "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian, bagaimana dapat diadakan oleh tangan-Nya? Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria? Bukankah Ia saudara Yakobus, Yoses dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka, "Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya." Maka Yesus tidak dapat mengadakan satu mujizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. Yesus merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.


St. Leo II

3 Juli


Paus Leo II adalah Paus ke-80 Gereja Katolik yang menjadi Paus pada tahun 682-683. Leo berasal dari Sicilia, dan merupakan putera dari Paulus. Leo memiliki ketertarikan pada music, dan ia sendiri adalah seorang pengkotbah yang pandai. Setelah kematian Paus St. Agatho, Leo terpilih sebagai Paus beberapa hari kemudian, tetapi pengakuan dari Kaisar Konstantin membuatnya baru dapat diberkati pada 17 Agustus 682. Paus Leo melakukan negosiasi dengan pihak Kekaisaran terkait masalah pengakuan Kaisar terhadap pemilihan seorang Paus yang membuat tertundanya pemberkatan seorang Paus terpilih. Kaisar Konstantin sepakat dalam masalah pajak yang dibayarkan Paus terpilih untuk dihapuskan atau dikurangi. Paus Leo juga menerima hasil Konsili Konstantinopel III dan mengakuinya. Keputusan ini juga disebarkan kepada negara-negara Barat agar mereka dapat mengetahui hasilnya. Paus Leo juga memberikan penjelasan mengenai pengutukan terhadap Paus Honorius I, karena ia dianggap tidak berusaha aktif mencegah penyebaran ajaran sesat Monotelitisme. Paus Leo berhasil meminta Kaisar Konstantin IV menghapuskan Edikta yang diiterbitkan Kaisar Konstans II dalam masalah Ravenna. Paus Leo juga menghapuskan pajak yang harus dibayarkan Uskup terpilih ketika menerima pallium. Paus Leo mengatur agar Uskup Agung terpilih datang ke Roma untuk ditahbiskan. Paus Leo juga memindahkan relikui para martir ke sebuah gereja yang ia persiapkan untuk mengantisipasi serangan bangsa Lombardia. Paus Leo senang menghibur orang miskin, para janda, dan yatim-piatu. Paus Leo II meninggal pada 28 Juni 683 di Roma.



dari sumber http://saints.sqpn.com/http://www.catholic.org/http://www.newadvent.org/http://en.wikipedia.org/, dan http://www.catholicculture.org/

Minggu Biasa XIII

Tahun B

Sekali peristiwa, setelah Yesus menyeberang dengan perahu, datanglah orang banyak berbondong-bondong, lalu mengerumuni Dia. Ketika itu Yesus masih berada di tepi danau, Maka datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika melihat Yesus, tersungkurlah Yairus di depan kaki Yesus. Dengan sangat ia memohon kepada-Nya, “Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati. Datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup.” Lalu pergilah Yesus dengan orang itu.Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya. Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk. Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya. Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: "Siapa yang menjamah jubah-Ku?" Murid-murid-Nya menjawab: "Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?" Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu. Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya. Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!" Ketika Yesus masih berbicara, datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu, dan berkata, “Anakmu sudah mati! Apa perlunya lagi engkau menyusahkan Guru?” Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka, dan berkata kepada kepala rumah ibadat, “Jangan takut, percaya saja!” Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorang pun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus. Dan tibalah mereka di rumah kepala ibadat, dan di sana Yesus melihat orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring. Sesudah masuk, Yesus berkata kepada orang-orang itu, “Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!” Tetapi mereka menertawakan Yesus. Maka Yesus menyuruh semua orang itu keluar. Lalu Ia membawa ayah dan ibu anak itu, dan mereka yang bersama-sama dengan Yesus masuk ke dalam kamar anak itu. Lalu Yesus memegang tangan anak itu, seraya berkata, “Talita kum,” yang berarti: “Hai anak, Aku berkata kepadamu: Bangunlah!” Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub. Dengan sangat Yesus berpesan kepada mereka, supaya jangan seorang pun mengetahui hal itu. Lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.


dari sumber:
http://renunganpagi.blogspot.com/

Kalender Orang Kudus