Sto. Eusebius dari Vercelli

2 Agustus

Eusebius lahir pada tahun 283 di Sardinia, Italia. Diperkirakan ia sempat tinggal di Roma dan ditahbiskan sebagai Lektor sebelum menetap di Vercelli. Di Vercelli, Eusebius terpilih sebagai Uskup pada tahun 340 dan ia ditahbiskan oleh Paus Sto. Julius I pada 15 Desember tahun yang sama. Sebagai Uskup, ia mengumpulkan para klerus di Keuskupannya dan mempraktekan hidup monastik kepada mereka. Paus Liberius kemudian mengutusnya bersama Uskup Lucifer dari Cagliari untuk bertemu dengan Kaisar Konstantin dan menghadiri sinode di Milan. Dalam sinode ini, Eusebius harus berhadapan dengan uskup-uskup Arian yang didukung Kaisar, dan ia membela Sto. Athanasius dari Alexandria. Eusebius bahkan dengan berani melemparkan Syahdat Iman Nikea kehadapan semua peserta dan meminta mereka untuk menandatanganinya. Karena menolak untuk mengutuk Sto. Athanasius, Eusebius diasingkan bersama dengan Lucifer ke Scythopolis dekat Palestina. Disana ia diawasi oleh Patrophilus, seorang uskup Arian, dan diperlakukan dengan sangat kasar. Setelah Julian menjadi Kaisar, Eusebius diperbolehkan kembali ke Vercelli. Sebelum kembali, ia dan Lucifer berkarya sejenak di wilayah oriental. Eusebius pergi menemui Sto. Athanasius di Alexandria dan berkonsultasi dengannya. Ia juga menghadiri sinode di Alexandria, sebelum pada akhirnya ia kembali ke Vercelli yang disambut oleh umatnya dengan sukacita. Ia masih berjuang bersama Sto. Hillarius dari Poitiers dalam menghadapi Auxientius dari Milan, seorang uskup Arian, dalam usaha mereka menekan Arianisme pada Gereja Barat. Eusebius meninggal dunia pada 1 Agustus 371, di Vercelli, Italia. Beberapa sumber mengatakan ia meningggal sebagai seorang martir.


dari sumber:
http://www.imankatolik.or.id/
http://saints.sqpn.com/
http://www.catholic.org/
http://www.newadvent.org/
http://www.catholicculture.org/

Sto. Petrus Yulianus Eymard

2 Agustus

Pierre Julien Eymard lahir pada 4 Februari 1811 di La Mure, Perancis. Ia adala putera sebuah keluarga miskin, yang terlahir ditengah suasana anti-klerus, dan anti-Katolik, akibat pengaruh dari Revolusi Perancis. Keinginannya untuk menjadi seorang imam mendapat tentangan dari orangtuanya. Usahanya awalnya gagal, ketika masalah kesehatan membuatnya meninggalkan seminari. Petrus tidak menyerah dan ia kembali berusaha, sampai pada 20 Juli 1834, ia ditahbiskan sebagai imam di Keuskupan Grenoble. Pada 20 Agustus 1839, Petrus memutuskan bergabung dengan Serikat Maria/ Marist. Ia juga menjadi sahabat dari Sto. Yohanes Maria Vianney. Dalam Kongregasinya, ia ditugaskan untuk membimbing para anggota ketiga, dan pada tahun 1845, ia diangkat sebagai superior provinsial Serikat Maria. Petrus yang memiliki devosi yang besar terhadap Bunda Maria sering melakukan ziarah ke tempat-tempat ziarah Maria di Perancis. Selain itu semangat devosi yang kuat terhadap Sakramen Mahakudus memanggilnya untuk menuliskan aturan, sekaligus mendirikan sebuah kongregasi baru. Petrus mendirikan Kongregasi Sakramen Mahakudus/ Congregatio Sanctissimi Sacramenti (S.S.S.) pada tahun 1856 bagi para pria, dan Pelayan Sakramen Mahakudus pada tahun 1858 bersama dengan Marguerite Guillot bagi para wanita. Karyanya tidak berjalan lancar pada awalnya, bahkan Petrus harus berpindah dua kali karena tidak ada peminat pada kongregasi barunya, bahkan kongregasinya mengalami masalah finansial. Banyak karya dalam tulisannya yang dipublikasikan, yang kemudian mendapatkan pengesahan dari Takhta Suci. Petrus Yulianus Eymard, S.S.S., meninggal dunia pada 1 Agustus 1868, setelah mengalami stroke. Pada tahun 1925, ia dibeatifikasi oleh Paus Pius XI, dan pada 9 Desember 1962, ia dikanonisasi oleh Paus Sto. Yohanes XXIII.


dari sumber:
http://www.blessedsacrament.com/
http://www.newadvent.org/
http://saints.sqpn.com/
http://www.catholic.org/
http://www.catholicculture.org/
http://en.wikipedia.org/

Sto. Petrus Faber

2 Agustus


Petrus Faber lahir pada 13 April 1506 di Villaret, Savoy. Ia adalah putera dari seorang peternak. Setiap hari Minggu, Petrus mengajarkan Katekismus kepada anak-anak lain. Untuk pendidikan, orangtuanya menyerahkannya kepada seorang imam di Thones. Pada tahun 1525, setelah memperoleh izin orangtuanya, Petrus pergi ke Paris dan berkuliah di kolose Sainte-Barbe. Disana ia bertemu dengan Sto. Fransiskus Xaverius, kemudian dengan Sto. Ignasius de Loyola. Bersama dengan Sto. Ignasius, Petrus dan Sto. Fransiskus turut mendirikan Serikat Yesus bersama dengan Alfonso Salmeron, Diego Laínez, Nicolás Bobadilla, dan Simon Rodrigues. Pada tahun 1530, Petrus memperoleh gelarnya, dan pada tahun 1534, ia ditahbiskan sebagai Imam. Setelah itu Petrus pergi ke Venesia, sebelum akhirnya berkarya di Roma. Petrus kemudian diutuis Paus untuk pergi ke Parma dan Piacenza, dimana ia mengembalikan kesalehan umat disana. Petrus kemudian dikirim ke Jerman pada tahun 1540 untuk mengahdiri pertemuan di Worms dan pada tahun 1541 di Ratisbon. Petrus melawan Lutheranisme dan berhasil menarik kembali para imam, maupun umat yang terpengaruh oleh ajaran sesat ini. Karyanya harus terhenti ketika Sto. Ignasius mengutusnya ke Spanyol. Enam bulan kemudian, Paus mengutusnya kembali ke Jerman, dimana salah satu karyanya adalah membimbing Sto. Petrus Kanisius dalam menjawab panggilan Allah. Pada Agustus 1544, Petrus meninggalkan Jerman menuju Portugal, kemudian ke Spanyol, dimana ia berkarya bersama Sto. Fransiskus Borgia. Oleh Paus Paulus III, Petrus diharapkan menjadi teolog dalam Konsili Trente, dan oleh Raja John III, Petrus sangat diinginkan menjadi Patriark untuk Ethiopia. Petrus tiba di Roma untuk menjalankan tugas yang diberikan Paus, tetapi pada 1 Agustus 1546, Petrus Faber, S.J., meninggal dunia dipangkuan Sto. Ignasius Loyola, di Roma karena sakit. Pada 5 September 1872, ia dibeatifikasi oleh Paus Leo XIII, dan pada 17 Desember 2013, ia dikanonisasi oleh Paus Fransiskus.


Bto. Yohanes dari Rieti

2 Agustus

Yohanes Bufalari lahir pada sekitar tahun 1318 di Castel Proziano, Keuskupan Amelia (Terni), Italia. Ia adalah saudara dari Bta. Lucia Bufalari dari Amelia. Di usianya yang masih remaja, Yohanes bergabung dengan biara Agustinian di  Rieti. Ia dikenal karena kesederhanaan, keceriaan, suka membantu dalam kelompok, dan juga tidak memiliki salah. Lebih dari itu, Yohanes sangat suka menyambut orang-orang yang datang ke biaranya, serta menjadi pelayan dalam Misa. Dikisahkan suatu ketika, Yohanes menangis ditaman, karena manusia sudah tidak memiliki ketaatan kepada Allah seperti halnya tanaman, pohon-pohon dan burung-burung. Yohanes Bufalari dari Rieti, O.S.A., meninggal pada sekitar tahun 1336. Pada tahun 1832, ia dibeatifikasi oleh Paus Gregorius XVI.


Bto. August Czartoryski

2 Agustus

Augusto Czartoryski lahir pada 2 Agustus 1858 di Paris, Perancis. Ia adalah putera dari Pangeran Ladislaus dari Polandia, dan Putri Maria Amparo, Puteri dari Ratu Spanyol, Maria Christina. Sejak kecil, August sangat diharapkan oleh ayahnya untuk menjadi pemimpin mempersatukan kembali negaranya. Ketika August berusia enam tahun, ibunya meninggal dunia karena Tuberculosis dan August juga terinfeksi yang membuat kehsehatanya tidak pernah baik. Ayahnya menikah kembali dengan Putri Margaret d'Orleans. August memperoleh pelajaran dari Sto. Rafael dari Yosef Kalinowski sebelum Sto. Rafael bergabung dengan Ordo Karmel Tak Berkasut. Atas saran Sto. Rafael, ayahnya mencarikan August pembimbing seorang imam. August tidak merasa senang dengan kehidupannya sebagai seorang bangsawan, sebaliknya ia merasa terpanggil untuk hidup religius. Ia bertemu dengan Sto. Yohanes Bosko, ketika Sto. Yohanes berkunjung ke Paris, August merasakan jawaban Tuhan dan memutuskan untuk bergabung dengan Kongregasi Salesian. August pergi ke Turin untuk bertemu Sto. Yohanes Bosko dan mengikuti retreat. Ia tidak merasa terganggu dengan kesehatan dan juga tentangan dari keluarganya. Sto. Yohanes Bosko pada awalnya ragu untuk menerima August, sehingga August bertemu dengan Paus Leo XIII, yang kemudian meyakinkan Sto. Yohanes Bosko untuk menerimanya. Pada tahun 1887, August memulai masa novisiatnya dan menyesuaikan diri dengan kehidupan barunya. Pada 24 November 1887, ia menerima jubah dari Sto. Yohanes Bosko. Sementara itu, ayahnya berusaha meyakinkan August untuk meninggalkan panggilannya dan melakukan usaha-usaha agar August keluar dari Kongregasinya. Pada 2 April 1892, August ditahbiskan menjadi imam di San Remo, Italia tanpa dihadiri keluarganya. Satu bulan kemudian ia kembali bertemu dengan ayahnya di Mentone. August Czartoryski, S.D.B., meninggal dunia pada 8 April 1893 di Allasio, Italia. Pada 25 April 2004, ia dibeatifikasi oleh Paus Sto. Yohanes Paulus II.


dari sumber http://www.vatican.va/, http://www.sdb.org/, http://en.wikipedia.org/, dan http://salesianity.blogspot.com/

Kalender Orang Kudus