Sto. Petrus dari Alcantara

19 Oktober

Peter Garavita lahir pada athun 1499 di Alcantara, Spanyol. Ia adalah putera dari Peter Garavita, seorang gubernur, dan ibunya adalah anggota keluarga bangsawan Sanabia. Petrus memperoleh pendidikan bahasa dan filsafat di Alcantara. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya pada bagian hukum negara dan Gereja di Universitas Salamanca. Pada tahun 1515, Petrus secara diam-diam memilih untuk bergabung dengan Ordo Fransiskan beraliran ketat di Manxaretes, Extremadura. Petrus kemudian ditugaskan untuk mendirikan komunitas baru di Badajoz, ketika ia berusia 22 tahun. Pada tahun 1524, Petrus ditahbiskan menjadi imam, dan pada tahun 1525, ia diangkat sebagai guardian biara di Robredillo. Petrus kemudian menjadi seorang pengkotabh yang cukup dikenal. Pada tahun 1538, Petrus ditunjuk sebagai Provinsial untuk Extremadura. Petrus berusaha untuk mereformasi provinsi yang ia pimpin. Pada tahun 1540, Petrus mengajukan sebuah aturan baru, tetapi mendapat banyak penolakan. Petrus memilih mundur dari posisinya dan bersama dengan Sto. Yohanes dari Avila mengasingkan diri ke pegunungan Arabida, Portugal. Beberapa orang biarawan datang dan bergabung dengan Petrus. Pada tahun 1553, Petrus kembali ke Spanyol, dan dua tahun kemudian ia melakukan perjalan menuju Roma dengan berjalan kaki. Di Roma, Petrus meminta izin kepada Paus Julius III untuk mendirikan sebuah biara baru di Spanyol dibawah pengawasan Ordo Fransiskan Konventual. Petrus memperoleh izin, dan Petrus memulai reformasi Alcantarine. Pada tahun 1561 menjadi provinsial untuk provinsi baru yang ia dirikan. Keberhasilan Petrus mendapat pujian dari Sto. Fransiskus Borgia. Petrus juga menjadi pembimbing rohani Sta. Teresa dari Avila, terutama ketika Sta. Teresa berusaha untuk mereformasi Ordo Karmel dan juga mendirikan sebuah biara baru. Petrus dari Alcantara, O.F.M. meninggal dunia pada 18 Oktober 1562 di Extremadura, Spanyol. Pada 18 April 1622, ia dibeatifikasi oleh Paus Gregorius XV, dan pada 28 April 1669, ia dikanonisasi oleh Paus Klement XI.

Dari sumber http://www.imankatolik.or.id/, http://saints.sqpn.com/, http://www.americancatholic.org/, http://www.newadvent.org/, http://www.catholic.org/, http://en.wikipedia.org/, dan http://ofm.or.id/

Sto. Isaac Jogues

19 Oktober

Isaac Jogues lahir pada 10 Januari 1607 di Orleans, Perancis. Ia bergabung dengan Serikat Yesus pada tahun 1624. Setelah ditahbiskan ia sempat menjadi pengajar sastra di Rouen, sebelum pada tahun 1636 di kirim sebagai misionaris ke Quebec, Kanada. Bersama dengan Sto. Rene Goupil, Isaac berkarya di tengah suku Huron dekat Great Lakes. Keduanya ditangkap dan disiksa oleh suku Mohawks di Osernenon. Sto. Rene Goupil meninggal dunia sebagai martir, sementara itu Isaac menjadi budak selama sekitar tiga belas bulan. Isaac diselamatkan oleh koloni Belanda yang membawanya ke New York sebelum kembali ke Perancis. Di Perancis, Isaac disambut seperti seorang pahlawan, tetapi satu hal yang ia inginkan adalah diizinkan mempersembahkan Misa, karena ia kehilangan dua jarinya selama disiksa. Paus Urbanus VIII, kemudian memberikan izin kepada Isaac. Isaac kembali ke Kanada pada tahun1644. Ia menjadi negosiator kepada suku Iroquois. Bersama dengan Sto. Jean de la Lande, Isaac mengunjungi kembali tempat dimana ia ditangkap dan disiksa, pada tahun 1646. Isaac berhasil menjalin persahabatan dengan suku Mohawks. Ketika Isaac berkunjung untuk ketiga kalinya, ia dituduh sebagai pembawa penyakit dan pembawa kelaparan. Isaac dan Sto. Jean de la Lande ditikam dengan tombak dan dipenggal. Isaac Jogues, S.J., meninggal dunia pada 18 Oktober 1646 di Osernenon, New York, Amerika Serikat. Pada 21 Juni 1925, ia dibeatifikasi, dan pada 29 Juni 1930, ia dikanonisasi oleh Paus Pius XI.


dari sumber:
http://imankatolik.or.id/
http://www.newadvent.org/
http://www.catholic.org/
http://www.ignatianspirituality.com/
https://www.americancatholic.org/
http://saints.sqpn.com/

Sto. Yohanes de Brebeuf

19 Oktober

Jean de Brebeud lahir pada 25 Maret 1593 di Conde Sur Vire, Normandia, Perancis. Yohanes bergabung dengan Serikat Yesus pada 8 November 1617. Penyakit Tuberculosis membuat Yohanes hampir dikeluarkan, tetapi ia tetap melanjutkan pendidikannya dengan hanya mengambil pelajaran yang diperlukan. Yohanes ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1622 di Pontoise. Yohanes kemudian dikirim menjadi misionaris ke Kanada, dan pada 19 Juni 1625, ia tiba di Quebec. Pada awalnya, Yohanes tinggal bersama suku Montagnais, kemudian ia diutus untuk berkarya di tengah suku Huron. Pada tahun 1629, Yohanes harus kembali ke Perancis, karena Inggris menguasai Kanada. Di Perancis Yohanes tetap berkarya sebagai pengkotbah dan pembimbing rohani. Pada tahun 1633, Yohanes kembali ke Kanada dan tetap berkarya di tengah suku Huron. Ketika wabah penyakit menjangkiti suku Huron, Yohanes dan para misionaris mendapat tuduhan sebagai pembawa penyakit. Yohanes tetap tinggal dan merawat mereka. Yohanes berhasil membaptis sekitar 7000 orang dan juga menuliskan katekismus serta kamus bahasa Huron. Perang antara Suku Huron dan Iroquois membawa dampak kepada para misionaris. Yohanes ditangkap bersama dengan Sto. Gabriel Lalement oleh suku Iroquois. Keduanya disiksa dengan kejam sampai dengan kemartiran mereka. Yohanes de Brebeuf, S.J., meninggal dunia pada 16 Maret 1649 di Georgian Bay, Kanada. Pada 21 Juni 1925, ia dibeatifikasi dan pada 29 Juni 1930, ia dikanonisasi oleh Paus Pius XI.


dari sumber:
http://imankatolik.or.id/
http://en.wikipedia.org/
http://www.newadvent.org/
http://www.catholic.org/
https://www.americancatholic.org/
http://saints.sqpn.com/
http://www.ignatianspirituality.com/

Sto. Paulus dari Salib

19 Oktober

Paolo Francesco Danei lahir pada 3 Januari 1694 di Ovada, Genoa, Italia. Ia adalah putera dari Luke Danei, seorang pedagang dan keturunan bangsawan, dan Anna Maria Massari. Paulus memperoleh pendidikan dari seorang imam di Cremonilo, Lomabardia. Ayahnya mempersiapkan Paulus untuk meneruskan usahanya, tetapi Paulus kemudian mendaftarkan diri menjadi tentara Venetian dalam menghadapi serangan bangsa Turki. Setelah menyelesaikan tugasnya, Paulus kembali ke kehidupannya dalam doa, dan pertobatan. Ia juga menolak untuk dinikahkan. Dikisahkan Paulus melihat penampakan Bunda Maria dengan jubah hitam dengan nama Yesus dan salib berwarna putih ditengahnya. Paulus diminta untuk mendirikan sebuah kongregasi. Setelah meminta bimbingan dari Mgr. Gastinara, Uskup Alessandria, Paulus mendapat dukungan bahwa apa yang ia lihat adalah benar. Paulus kemudian mulai medirikan Kongregasi Sengsara Yesus Kristus/ Congregatio Passionis Iesu Christi (C.P.) dengan bantuan adiknya, Giovanni Batista. Paulus mengganti namanya menjadi Paulus dari Salib. Pada tahun 1721, Paulus mencoba untuk meminta persetujuan terhadap aturan kongregasi barunya, tetapi di tolak, dan pada tahun 1725, Paus Benediktus XIII menerima aturan tersebut. Kongregasi Passionist mulai menerima novis, tetapi karena ketatnya aturan, banyak dari para novis yang mengundurkan diri. Pada tahun 1727, Paulus ditahbiskan menjadi imam oleh Paus Benediktus XIII. Paulus mengajukan perubahan aturan pada tahun 1741 dan 1746, dan disetujui oleh Paus Benediktus XIV. Pada kapitel pertamanya pada tahun 1747, Paulus terpilih menjadi Superior Jendral, walaupun ia sebenarnya tidak menginginkan posisi itu. Kongregasi Pasionist memperoleh aprobasi akhir pada tahun 1769 oleh Paus Klement XIV. Dua tahun kemudian, Paulus mulai mempersiapkan kongregasinya untuk menerima biarawati Pasionist. Paulus dari Salib, C.P., meninggal dunia pada 18 Oktober 1775 di Roma, Italia. Pada 1 Oktober 1852, ia dibeatifikasi dan pada 29 Juni 1867, ia dikanonisasi oleh Paus Bto. Pius IX.


dari sumber:
http://saints.sqpn.com/
http://www.catholictradition.org/
http://www.catholic.org/
http://www.newadvent.org/
http://www.passionist.org/
http://www.catholicculture.org/
http://www.gcatholic.org/
http://imankatolik.or.id/

Kalender Orang Kudus