Sto. Damasus I

11 Desember

Paus Damasus I adalah Paus ke-37 Gereja Katolik yang menjadi Paus pada tahun 366-384. Damasus lahir pada tahun 306 di Roma, Italia. Ia adalah putera dari Antonius, seorang imam yang berasal dari Spanyol, dan Laurensia. Dikisahkan sebelum dipilih menjadi Paus, ia adalah seorang diakon. Dikisahkan juga, ia adalah sekretaris dari Paus Liberius. Damasus dipilih sebagai Paus pada Oktober 366 dengan suara terbanyak. Saat itu ia mengalahkan calon kuat lainnya, Ursinus. Pertikaian terjadi, dan Kaisar Valentinian mengakui Damasus sebagai Paus dan membuang Ursunius. Ursunius kemudian mendukung ajaran sesat Arianisme, dan bersama para pendukungnya, Ursinus menuduh Paus Damasus melakukan percabulan, tetapi sebuah sinode di Aquelia pada tahun 381 menolak semua tuduhan itu dan mengekskomunikasi para penuduh. Dalam masa Kepausan Damasus muncul juga ajaran sesat Apollinarianisme dan Macedonianisme. Paus Damasus mengutuk kedua ajaran sesat itu, dan hal ini diperkuat oleh Konsili Konstantinopel pada tahun 381, dimana Paus mengirimkan utusannya. Pada masa Kepausannya juga, ia memerintahkan sekretarisnya, Sto. Hieronimus untuk menerjemahkan Kitab Suci ke dalam bahasa Latin, yang kemudian dikenal dengan nama Vulgata. Kanon Kitab Suci ini disahkan oleh Konsili Roma pada tahun 382 dan juga konsili-konsili lain setelah itu. Paus Damasus juga membuka kembali katakombe-katakombe, dan makam para martir serta relikui mereka, untuk dikunjungi para peziarah dan juga dengan cermat menuliskan riwayat para kudus. Paus Damasus menyediakan tempat penyimpanan arsip yang layak. Paus Damasus tidak ingin kalau pelayan-pelayan umat bertindak tidak sesuai dengan martabatnya, dan juga tidak memperhatikan kaum miskin. Paus Damasus dianggap sebagai Paus pertama yang mempekerjakan seorang Vikaris Apostolik di suatu wilayah yang berada di dalam pertikaian. Ia menunjuk Aschollius, Uskup Tesalonika, untuk tetap memangku yurisdiksi religius Roma di Ilyricum ketika wilayah itu berada di bawah pengaruh politik Konstantinopel. Paus Damasus meninggal dunia pada 11 Desember 384 di Roma. Atas permintaannya, ia dimakamkan ibu dan saudara perempuannya di Via Aredeatina.


Sta. Perawan Maria dari Loreto

10 Desember

Sta. Perawan Maria dari Loreto terkait dengan kisah rumah suci di Loreto, Italia. Rumah itu adalah rumah dimana Sta. Maria dilahirkan, dan dimana Santa Perawan Maria menerima kabar gembira dari malaikat Gabriel. Disana juga ditemukan patung kuno Sta. Maria. Tradisi ini sudah berlangsung sejak lama, dimulai dari jaman perang salib, dimana rumah suci yang pada saat itu berada di Tanah Suci terancam keberadaannya ketika Tanah Suci jatuh ke tangan Muslim. Dikisahkan rumah itu ditemukan secara ajaib di Tersato, Dalmatia, Yugoslavia pada 10 Mei 1291. Setelah tiga tahun berada di Dalmatia, rumah itu menghilang. Dalam catatan Paulus Della Selva, seorang pertapa dari Ancona, Italia, pada tanggal 10 Desember, ia melihat para malaikat membawa rumah itu di udara dan meletakannya didalam hutan. Tetapi tidak lama kemudian rumah itu berpindah kembali, kali ini berdiam diatas bukit Loreto, Italia. Mengetahui hal itu, banyak orang Dalmatia yang menyebrangi lautan untuk mengunjungi rumah itu. Beberapa dari mereka bahkan memohon agar Bunda Maria berkenan memindahkan rumah itu kembali ke Dalmatia. Kebenaran mengenai rumah suci diverifikasi dan dituangkan kedalam dokumen-dokumen. Paus Sixtus VI menyatakan rumah suci Loreto adalah harta milik Tahta Suci, dan menempatkan orang-orang tertentu sebagai penjaga. Sebuah Basilika, Basilika Santa Casa, didirikan di sekeliling rumah suci. Paus Klement IX pada tahun 1667 menempatkan kisah rumah suci Loreto kedalam Matyrologium Romanum pada tanggal 10 Desember, atau ketika Rumah Suci Maria, Bunda Allah itu terlihat di Ancona.


Bto. Marc Antonio Durando

10 Desember

Marc Antonio Durando lahir pada 22 Mei 1801 di Mondovi, Italia. Pada usia 15 tahun, ia menyatakan keinginannya untuk pergi sebagai misionaris ke Cina dan ia bergabung dengan Kongregasi Misi. Ia ditahbiskan sebagai seorang imam pada tanggal 12 Juni 1824 di Casale Monferrato. Sampai dengan kematiannya, keinginannya untuk pergi ke Cina tidak pernah terwujud. Pada tahun 1829 ia dikirim untuk berkarya di Turin. Ia banyak berkotbah mengenai Misi dan dua tahun kemudian ia ditunjuk sebagai superior. Salah satu usaha awalnya adalah membawa Suster-Suster Putri Kasih ke Piedmont, dimana mereka melayani rakyat dan rumah sakit militer. Ia juga mengirim mereka ke medan perang pada tahun 1855. Pada tahun 1837, ia ditunjuk sebagai superior untuk provinsi Italia Utara, posisi yang ia duduki sampai dengan kematiannya. Dalam posisinya ini, ia berkotbah retreat untuk pada imam dan menyediakan pengarahan spiritual kepada Suster-Suster St. Yosef atas permintaan Uskup Agung Turin. Ia banyak berkarya dalam komunitas religius wanita. Pada tahun 1855 ia mendirikan Sekolah Brignole-Sale, tujuannya adalah mempersiapkan para umam untuk melayani dalam misi ke luar negri. Ia juga membantu para wanita muda yang tidak dapat masuk dalam komunitas religius karena tidak memenuhi persyaratan kanon. Ia mengirim mereka kepada orang-orang sakit, dengan Luigia Borgiotti sebagai pemimpinnya. Kelompok ini kemudian dikenal sebagai Company of the Passion of Jesus the Nazorean. Marc Antonio Durando, C.M., meninggal dunia pada 10 Desember 1880, dalam usia 79 tahun, di Turin, Italia. Pada 20 Oktober 2002 ia dibeatifikasi oleh Paus Sto. Yohanes Paulus II.


Kalender Orang Kudus