St. Theodorus Studit


11 November

Theodorus lahir pada tahun 759 di Konstantinopel. Ia adalah putera dari Photeinos, seorang pegawai keuangan penting istana, dan St. Theoctista. Ia adalah keponakan dari St. Plato, abbas biara Saccudium di Bithynia. Theodorus kemudian menjadi biarawan di biara Saccadium yang dipimpin pamannya. Ia ditahbiskan menjadi imam oleh Patriark Tarasius pada usia duapuluh dua tahun. Theodorus menggantikan pamannya sebagai abbas biara Saccudium pada tahun 794. Theodorus menentang perceraian dan pernikahan kembali Kaisar Constantine VI, sehingga pada tahun 797, ia diasingkan ke Tesalonika. Theodorus kembali setelah Kaisar Constantine VI diturunkan dan digantikan oleh ibunya, Ratu Irene. Theodorus kemudian memindahkan biara Saccadium ke Studites untuk menghindari orang-orang Saracen. Theodorus kembali diasingkan ketika ia melawan pandangan sesat Kaisar Leo V mengenai Ikonoklasme. Theodorus tinggal di Metopa pada tahun 814, kemudian pindah ke Bonita pada tahun 819, dan ia menetap di Smyrna. Theodorus terus melakukan perlawanan, walaupun ia dalam pengasingan. Ketika Kaisar Michael II berkuasa, Theodorus diizinkan untuk kembali, dan ia kembali ke Konstantinopel, tetapi Theodorus tidak pernah kembali ke Studites. Theodorus dari Studit meninggal dunia pada 11 November 826 di Prinkipo. 


dari sumber http://www.catholic.org/, http://www.newadvent.org/, http://en.wikipedia.org/, dan http://www.vatican.va/

Minggu Biasa XXXII

Tahun B

Pada suatu hari, dalam pengajaran-Nya, Yesus berkata kepada orang banyak, “Waspadalah terhadap ahli-ahli Taurat! Mereka suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar. Mereka suka menduduki tempat-tempat terdepan dalam rumah ibadat dan tempat terhormat dalam perjamuan. Mereka mencaplok rumah janda-janda sambil mengelabui orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.” Pada suatu hari lain, sambil duduk berhadapan dengan peti persembahan, Yesus memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu datanglah seorang janda miskin. Ia memasukkan “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin itu memberi lebih banyak daripada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda itu memberi dari kekurangannya; semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.”


St. Deusdedit (Adeodatus I)

8 November

Paus Deusdedit adalah Paus ke-68 Gereja Katolik yang menjabat sebagai Paus pada tahun 615-618. Deusdedit lahir di Roma dan merupakan putera dari Stefanus, seorang subdiakon. Ia di tahbiskan sebagai Paus pada 19 Oktober 615, dan dikenal karena kepedulian dan dukungannya kepada para klerus yang miskin, karena konflik politik. Ketika gempa bumi menghantam Roma pada Agustus 618, ia bekerja tidak mengenal lelah selama bencana. Paus Deudedit juga dikenal sebagai Paus pertama yang menggunakan bullae dalam sebuah dokumen, yang saat ini dikenal dengan bulla kepausan. Beberapa sumber mengatakan bahwa ia adalah seorang Benediktin, meskipun tidak ada bukti pendukungnya. Paus Deusdedit meninggal di Roma pada tahun 618 dan dimakamkan di Basilika St. Petrus.


dari sumber http://www.catholic.org/, http://www.newadvent.org/, dan http://saints.sqpn.com/

Kalender Orang Kudus