Minggu Biasa XXVIII

Tahun B

Pada suatu hari Yesus berangkat meneruskan perjalanan-Nya. Maka datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya, "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Jawab Yesus kepadanya, "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain Allah! Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta dan jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayah dan ibumu!" Kata orang itu kepada Yesus, "Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku." Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya, "Hanya satu lagi kekuranganmu: Pergilah, juallah apa yang kaumiliki, dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin. Maka engkau akan beroleh harta di surga. Kemudian datanglah ke mari, dan ikutlah Aku." Mendengar perkataan Yesus, orang itu menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyaklah hartanya. Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka, "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah." Murid-murid tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi, "Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah. Lebih mudah seekor unta melewati lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah." Para murid semakin gempar dan berkata seorang kepada yang lain, "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?" Yesus memandang mereka dan berkata, "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab bagi Allah segala sesuatu adalah mungkin!" Lalu berkatalah Petrus kepada Yesus, "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!" Maka Yesus menjawab, "Sungguh, Aku berkata kepadamu, barangsiapa, karena Aku dan karena Injil, meninggalkan rumah, saudara-saudari, ibu atau bapa, anak-anak atau ladangnya, pada masa ini juga ia akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak-anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan; dan di masa datang ia akan menerima hidup yang kekal."


B. Angela Truszkowska

10 Oktober

Sophia Camille Tuszkowska lahir pada 16 Mei 1825 di Kalisz, Polandia. Ia adalah puteri dari Joseph dan Josephina Truszkowska, yang merupakan keluarga bangsawan. Ketika kecil ia belajar dari seorang guru privat. Kemudian pada tahun 1837, ia pindah ke Warsaw, dan dimasukan ke Akademi Madame Guerrin. Kondisinya yang lembah membuatya kembali belajar di rumahnya dengan seorang guru privat. Pada tahun 1848, dalam usia duapuluh tiga tahun, Sophia memulai masa pertobatannya. Ia menjadi lebih berdevosi kepada Sakramen Mahakudus, dan lebih mencintai doa. Ia bahkan ingin bergabung dengan suster-suster Visitasi, tetapi pembimbing spiritualnya tidak menyarankannya. Sophia kemudian bergabung dengan Serikat St. Vinsensius a Paulo untuk membantu orang-orang miskin. Bersama dengan sepupunya, Clothilde, Sophia menyewa tempat untuk menolong anak-anak yang tidak memiliki tempat tinggal dan juga memberikan pendidikan kepada mereka. Tempat ini kemudian diberi nama Institut Sophia Truszkowska. Pada 21 November 1855, Sophia mengikrarkan kaul pribadi dihadapan ikon Bunda Maria dari Czestochowa, dan mengganti namanya menjadi Angela. Dengan bantuan B. Honoratus Kosminski, Angela mendirikan Kongregasi Suster-Suster St. Felix dari Cantalice atau dikenal sebagai biarawati Felician. Biarawati Felician memiliki pelayanan utama yakni membantu orang miskin, yatim-piatu, jompo, dan juga orang-orang sakit. Angela menjadi superior jendral sampai dengan ia berusia empatpuluh empat tahun, ketika ia mulai kehilangan pendengarannya. Setelah melepaskan jabatannya, Angela tetap memberikan perhatian kepada para biarawatinya, termasuk ketika beberapa biarawati akan melakukan misi ke Amerika. Angela memilih hidup tersembunyi ketika berbagai penyakit mulai menyerangnya. Angela Truszkowska, C.S.S.F., meninggal dunia pada 10 Oktober 1899. Pada 18 April 1993, ia dibeatifikasi oleh Paus St. Yohanes Paulus II.


dari sumber http://saints.sqpn.com/, http://www.americancatholic.org/, http://www.catholic.org/, http://www.stjoenj.net/, http://www.franciscan-sfo.org/, dan http://feliciansisters.org/

St. Nicholas

10 Oktober

Kemartiran St. Berardus dan kawan-kawannya memberikan dorongan bangi banyak orang Kristen untuk mempertobatkan orang-orang Muslim. Enam biarawan Fransiskan dari Tuscany, St. Agnellus, St. Samuel, St. Donulus, St. Leo, St. Hugolinus, dan Nicholas meminta izin kepada bruder Elias dari Cortona untuk menyebarkan Injil dan berhomili di Maroko. Mereka kemudian dikirim ke Spanyol dan bergabung bersama St. Daniel, Provinsial Calabria. Mereka semua pergi menuju Maroko dan tinggal beberapa hari di desa yang dihuni oleh para pedagang Kristen. Mereka kemudian memasuki kota Ceuta dan mulai berkotbah, sampai mereka ditangkap dan dipenjara. Mereka diminta untuk menyangkal iman mereka dan mereka menolaknya, sehingga mereka dihukum mati dengan dipenggal. Nicholas, O.F.M., meninggal pada 10 Oktober 1227 di Ceuta, Maroko. Pada tahun 1516, mereka dikanonisasi oleh Paus Leo X.


dari sumber http://saints.sqpn.com/, http://ofm.or.id/, http://www.imankatolik.or.id/, dan http://www.newadvent.org/

Kalender Orang Kudus