St. Simplicius

10 Maret

Paus Simplicius adalah Paus ke-47 Gereja Katolik yang menjadi Paus pada tahun 468-483. Tidak diketahui kapan ia dilahirkan, tetapi diyakini ia berasal dari Tivoli. Simplicius adalah putera dari Castinus. Setelah kematian Paus St. Hilarius, ia terpilih sebagai Paus tanpa hambatan. Pada masa Kepausannya, Kekaisaran Romawi Barat berakhir. Paus Simplicius sementara itu melawan dengan keras ajaran sesat Monophisitisme yang mempengaruhi Kekaisaran Byzantium. Paus Simplicius berpegang teguh pada hasil keputusan Konsili Kalsedon dan juga mendapat dukungan dari para imam dan abbot di Konstantinopel. Paus Simplicius menentang keinginan Kaisar Leo II yang ingin menempatkan kedudukan otoritas Patriark Konstantinopel sebagai yang kedua setelah Paus. Di Roma, Paus Simplicius membangun empat gereja baru. Paus Simplicius meninggal pada 10 Maret 483 di Roma dan dimakamkan di Basilika St. Petrus di Vatikan.


Minggu Prapaskah II

Tahun B

Pada suatu hari Yesus berbicara tentang bagaimana Ia akan menderita sengsara. Sesudah itu Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama mereka naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situlah mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka, dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang sanggup mengelantang pakaian seperti itu. Maka nampaklah kepada mereka Elia dan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus. Lalu Petrus berkata kepada Yesus, "Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini! Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." Petrus berkata demikian, sebab tidak tahu apa yang harus dilakukannya, karena mereka sangat ketakutan. Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara, "Inilah Anak-Ku terkasih, dengarkanlah Dia!" Dan sekonyong-konyong, waktu memandang sekeliling, mereka tidak lagi melihat seorang pun bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri. Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan supaya mereka jangan menceritakan kepada siapa pun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati. Mereka memegang pesan tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan "bangkit dari antara orang mati."


dari sumber:

Yohanes VI

701-705

Paus Yohanes VI adalah Paus ke-85 Gereja Katolik yang menjadi Paus pada tahun 701-705. Yohanes berasal dari Efesus, Yunani. Ia terpilih menjadi Paus menggantikan Paus St. Sergius pada 30 Oktober 701. Paus Yohanes melindungi Theophylactus yang diutus Kaisar dari Sicilia menuju Roma, karena umat curiga kepadanya. Ketika bangsa Lombardia mulai menyerang kembali wilayah-wilayah Italia, Paus Yohanes menemui pemimpin mereka, Gisulf dan memintanya kembali ke wilayahnya. Paus Yohanes juga menebur para tawanan perang. Tidak lama kemudian St. Wilfridus kembali ke Roma dan meminta bantuan Paus kembali untuk mengembalikan takhta Keuskupannya. Paus Yohanes mengikuti jejak pendahulunya dan menyurati Raja Ethelred. Paus Yohanes juga mengakui Brithwald sebagai Uskup Agung Canterbury. Paus Yohanes VI meninggal pada 11 Januari 705 dan dimakamkan di Basilika St. Petrus.




dari sumber http://saints.sqpn.com/, http://www.catholic.org/, http://www.newadvent.org/, dan http://en.wikipedia.org/

Kalender Orang Kudus