Sta. Marta

29 Juli

Marta adalah saudara dari Sta. Maria Mgdalena dan Sto. Lazarus. Ia dan saudara-saudaranya tinggal di Betania. Dikisahkan Marta dan keluarganya memiliki hubungan yang cukup akrab dengan Yesus. Hal ini terlihat ketika Yesus mendengar bahwa Sto. Lazarus sakit, Ia tidak langsung mengunjungi Marta dan Sta. Maria Magdalena. Ketika Sto. Lazarus meninggal dunia karena sakitnya, Marta dikisahkan dalam Injil menyambut Yesus dan meyakini bahwa Yesus adalah Meisas, Putera Allah, sebelum kemudian Yesus membangkitkan Sto. Lazarus dari kematiannya. Dikisahkan juga dalam Injil, ketika Yesus mengunjungi rumahnya, Marta sibuk melayaninya sementara Sta. Maria berdiam diri untuk mendengarkan Yesus. Dikisahkan setelah kenaikan Yesus, Marta, Sta. Maria, dan Sto. Lazarus diusir oleh orang-orang Yahudi. Sebuah tradisi mengisahkan, setelah kenaikan Yesus ke surga, Marta, Sta. Maria, dan Sto. Lazarus pergi berlayar. Kapal mereka karam, tetapi mereka berhasil sampai di Marseilles, Perancis. Marta membantu menyebarkan Injil di Perancis sampai pada kematiannya. Tradisi lain mengisahkan, Marta menyebarkan Injil sampai ke Siprus. Marta meninggal dunia sekitar tahun 80.


dari sumber:
http://imankatolik.or.id/
http://www.catholicculture.org/
http://saints.sqpn.com/
http://www.newadvent.org/
http://www.catholicnewsagency.com/
http://www.catholic.org/
http://en.wikipedia.org/

Minggu Biasa XVII

Tahun C
 
Pada waktu itu Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya, “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sebagaimana Yohanes telah mengajar murid-muridnya.” Maka Yesus berkata kepada mereka, “Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah kerajaan-Mu. Berilah kami setiap hari makanan yang secukupnya, dan ampunilah dosa kami, sebab kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.” Lalu kata-Nya kepada mereka, “Jika di antara kamu ada yang tengah malam pergi ke rumah seorang sahabat dan berkata kepadanya, ‘Saudara, pinjami aku tiga buah roti, sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku, dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya’, masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab, ‘Jangan mengganggu aku; pintu sudah tertutup, dan aku serta anak-anakku sudah tidur. Aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepadamu’. Aku berkata kepadamu: Sekalipun dia tidak mau bangun dan tidak mau memberikan sesuatu meskipun ia itu sahabatnya, namun karena sikap sahabatnya yang tidak malu-malu itu, pasti ia akan bangun dan memberikan apa yang dia perlukan. Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka kamu akan diberi; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta akan menerima, setiap orang yang mencari akan mendapat, dan setiap orang yang mengetuk akan dibukakan pintu. Bapa manakah di antara kamu, yang memberi anaknya sebuah batu kalau anak itu minta roti? Atau seekor ulat, kalau anaknya minta ikan? Atau kalajengking, kalau yang diminta telur? Jadi, jika kamu yang jahat tahu memberikan yang baik kepada anakmu, apalagi Bapamu yang di surga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada siapa pun yang meminta kepada-Nya.”
 
 

Bta. Maria Magdalena Martinengo

27 Juli

Margarita Martinengo da Barco lahir pada 5 Oktober 1687 di Brescia, Italia. Ia adalah puteri Fidelis, seorang bangsawan yang terpandang. Ibunya meninggal dunia ketika Margarita berusia lima bulan yang juga berdampak pada perkembangan Margarita. Margarita kemudian memutuskan untuk bergabung dengan Ordo St. Klara Kapusin pada usia 17/18 tahun di Santa Maria della Neve. Maria Magdalena sangat menyukai kegiatan-kegiata yang dilakukan biaranya, terutama melalui doa, meditasi, dan kunjungan pada tabernakel. Maria Magdalena membimbing para novis saat menjadi magistra, dan para biarawati saat menjadi abdis, melalui sikap hidupnya. Namanya menjadi dikenal dan banyak orang mencarinya untuk meminta nasehat. Maria Magdalena Martinengo, O.S.C.Cap., meninggal dunia pada 27 Juli 1737. Pada 3 Juni 1900, ia dibeatifikasi oleh Paus Leo XIII.


dari sumber http://saints.sqpn.com/, http://www.roman-catholic-saints.com/, http://www.catholicnewsagency.com/, dan http://ofm.or.id/

Kalender Orang Kudus