Minggu Adven III

Tahun C

Ketika Yohanes Pembaptis mewartakan pertobatan, orang banyak bertanya kepadanya, "Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?" Jawab Yohanes, "Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat demikian juga." Pada waktu itu datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis, dan mereka bertanya kepada Yohanes, "Guru, apakah yang harus kami perbuat?" Jawab Yohanes, "Jangan menagih lebih banyak dari yang telah ditentukan!" Dan prajurit-prajurit pun bertanya kepadanya, "Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?" Jawab Yohanes kepada mereka, "Jangan merampas dan jangan memeras, dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu!" Tetapi orang banyak itu sedang menanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hati tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias. Karena itu Yohanes bekata kepada semua orang itu, "Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa daripada aku masih akan datang, dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. Alat penampi sudah ada di tangan-Nya: Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya untuk mengumpulkan gandum ke dalam lumbung-Nya. Tetapi debu jerami akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan." Dan banyak nasihat lain Yohanes memberitakan Injil kepada orang banyak.


Sto. Yohanes dari Salib

14 Desember
Juan de Yepes lahir pada tahun 1542 dari sebuah keluarga yang miskin di Toledo, Spanyol. Ia adalah putera dari seorang yang berasal dari keluarga bangsawan, tetapi demi hidup bersama istrinya, ia meninggalkan semua kekayaannya. Ayahnya meninggal tidak lama setelah Juan dilahirkan. Ibunya kemudian membesarkannya bersama dengan kakak-kakaknya dalam kemiskinan. Akibat tidak memiliki kemampuan dalam berdagang, Juan bekerja sebagai pelayan di sebuah Rumah Sakit di Medina. Pada tahun 1563 atau ketika ia berusia 21 tahun, ia bergabung dengan Ordo Karmel sebagai seorang Karmelit awam. Pemimpin biara kemudian melihat kemampuan dan hidupnya yang saleh, kemudian mengirimnya untuk berkuliah di Universitas Salamanca. Pada tahun 1567, ia ditahbiskan sebagai seorang imam. Dikemudian hari, Juan ingin berpindah ke Ordo Kartusian yang lebih ketat, tetapi sahabatnya, Sta. Teresa dari Avila menahannya dan mengajaknya untuk mereformasi ordo bersamanya. Bersama Sta. Teresa dari Avila, ia mulai melakukan reformasi dengan membentuk Ordo Fratrum Discalceatorum Beata Mariae Virginem de Monte Carmelo atau Ordo Carmelitarum Discalceatorum atau Karmelit tak Berkasut (O.C.D.) dan Juan menjadi prior pertamanya. Ia mengganti namanya menjadi Yohanes dari Salib. Gerakan ini mendapat persetujuan dan juga pertentangan, terutama dari para biarawan-biarawan senior yang merasa terancam dengan adanya gerakan ini. Ia dikutuk dan dicap sebagai penyesat. Ia sempat diperintahkan untuk kembali ke Medina tetapi menolaknya, sehingga ia ditangkap dan dipenjarakan oleh rekan-rekan seordonya di Toledo. Sel biara itu memberinya pengalaman akan salib penderitaan Yesus. Tetapi berkat pengalaman pahit di dalam sel itu, ia justru mendapat pengalaman rohani yang mengagumkan, ia mengalami banyak peristiwa mistik, ia mampu menggubah kidung-kidung rohani, ia sering mengalami ekstase dan semakin memahami secara sungguh mendalam teologi dan ajaran-ajaran iman Kristen. Semua pengetahuan itu diabadikannya di dalam buku-buku yang ditulisnya. Sembilan bulan kemudian, ia berhasil meloloskan diri dari sel biara. Ia kemudian menyebarkan karya-karyanya dan menjadi vikaris jendral di Andalusia. Meskipun susah dan berat, tetapi usaha mereformasi ordonya berhasil merevitalisasi ordonya. Yohanes dari Salib, O.C.D., meninggal dunia pada 14 Desember 1591 di Andalusia, Spanyol. Pada 25 Januari 1675 ia dibeartifikasi oleh Paus Klement X dan pada 27 Desember 1726 ia di kanonisasi oleh Paus Benediktus XIII. Pada tanggal 24 Agustus 1926, ia dinyatakan sebagai Pujangga Gereja oleh Paus Pius XI dengan gelar Doctor Mysticus.


dari sumber http://www.catholicculture.org/, http://www.imankatolik.or.id/, http://saints.sqpn.com/, http://en.wikipedia.org/, http://www.catholic.org/, dan http://www.indocell.net/yesaya

Sta. Lusia

13 Desember

Lusia lahir pada sekitar tahun 283 di Syracuse, Sicilia, Italia. Ia adalah puteri seorang Romawi, dan Eutychia, seorang Yunani. Lusia ingin mempersembahkan dirinya hanya kepada Tuhan dengan menjaga kemurniannya, walaupun hal ini tidak disetujui leh ibunya, sampai dengan ketika mereka berdoa melalui perantaraan Sta. Agatha, ibunya mengalami kesembuhan. Pada masa itu juga merupakan masa penganiayaan umat Kristen oleh Kaisar Diocletian. Lusia yang banyak menolak lamaran para pemuda, dilaporkan kepada Paschacius, Gubernur Sicilia. Lusia dihukum untuk dipermalukan dengan menjadi seorang pelacur, tetapi Tuhan melindunginya, sehingga Lusia tidak ada seorangpun yang dapat membawanya pergi. Lusia kemudian hendak dibakar, tetapi kembali Tuhan melindunginya. Lusia kemudian menerima mahkota kemartiran setelah dipenggal. Lusia meninggal dunia sebagai martir pada 13 Desember 304 di Sicilia, Italia.


Kalender Orang Kudus