St. Galla

5 Oktober

Galla adalah seorang janda, yang mendapat pujian dari Paus St. Gregorius I yang Agung. Ia adalah puteri dari Quintus Aurelius Symmachus. Ia menikah dan menjadi janda dalam waktu satu tahun. Galla bergabung dengan komunitas wanita saleh di Bukit Vatikan. Ia tinggal disana, merawat orang sakit dan miskin sampai penyakit kangker merengut nyawanya. Paus St. Gregorius I menulikan kisahnyan, dan St. Fulgentius dari Ruspe membuat buku untuk mengenangnya. Diceritakan bahwa ia menyembuhkan seorang gadis bisu dan tuli dengan memberkati air dan meminta gadis itu untuk meminumnya.


St. Flora

5 Oktober

Flora lahir di Perancis pada sekitar tahun 1309. Ia adalah seorang anak yang saleh dan berasal dari keluarga yang harmonis. Ia menolak keinginan orangtuanya untuk menikahkannya, dan pada tahun 1324 ia memasuki biara suster-suster Hospitaller St. Yohanes dari Yerusalem di Beaulieu. Disini ia mengalami berbagai cobaan dan pergulatan hidup. Tetapi ia tidak pernah menyerah untuk mencari kasih Tuhan, dan iapun diberikan banyak mujizat-mukjizat tidak biasa. Pada akhirnya, Tuhan menganugerahinya dengan penglihatan-penglihatan yang menakjubkan dan karunia mengetahui kejadian di masa mendatang. Segera saja, orang banyak menyadari bahwa Sr. Flora adalah seorang yang sungguh kudus. Mereka datang untuk meminta doa dan nasehatnya. Ia juga menerima anugerah istimewa sengsara luka-luka Kristus di salib atau yang lebih dikenal dengan stigmata. Tampaknya ia merasakan sesuatu menembusinya, meninggalkan suatu luka di lambungnya. Dan pada suatu waktu, ketika ia sedang bermeditasi, ia terangkat dan melayang di udara. Dari semua mukjizat itu, Sr. Flora selalu merendahkan dirinya dan tetap berada dalam kesatuan dengan pemimpinnya. Pada tahun 1347, ia meninggal dunia untuk menerima hadiah abadi dari Tuhan dan banyak mukjizat terjadi pada makamnya.


dari sumber http://www.catholic.org/ dan http://www.indocell.net/yesaya/

St. Kuintinus

Tak ada banyak cerita tentang kehidupan masa muda St. Kuintinus. Yang diketahui hanyalah bahwa St. Kuintinus, yang disebut juga Kuentin, adalah seorang martir abad ketiga yang dibunuh karena giat mewartakan Injil kepada orang-orang kafir.

Menurut legenda, ia bersama St. Lusianus dari Beauvais berangkat dari Roma ke Prancis untuk mewartakan Injil di sana. Sesampai di Prancis mereka berpisah di kota Amiens. St. Kuintinus tetap tinggal di Amiens dan giat mewartakan Injil-kepada penduduk kota itu. Kotbah dan caranya mengajar sangat menarik sehingga ia berhasil mentobatkan banyak orang, dan mempermandikan mereka. Tetapi keberhasilannya itu menyebabkan ketidakpuasan penguasa setempat. Ia ditangkap lalu dipenjarakan. Konon ia dibebaskan secara ajaib oleh seorang malaikat Tuhan dan kembali giat mengajar para pengikutnya. Beberapa hari kemudian ia ditangkap lagi dan dibawa ke kota. yang sekarang dinamakan kota Sint Kuentin, Prancis. Di sana ia dipenggal kepalanya pada tahun 570.


Dari sumber http://www.imankatolik.or.id/

Kalender Orang Kudus