Sto. Andreas

30 November


Andreas adalah satu dari ke-12 rasul Kristus. Ia adalah putera dari Yunus atau Yohanes dan ia juga saudara dari Sto. Petrus. Andreas bekerja sebagai nelayan. Pada awalnya, ia adalah murid dari Sto. Yohanes Pembaptis, tetapi ketika Yohanes menunjuk ke arah Yesus dan berkata “Lihatlah Anak Domba Allah”, ia menyadari bahwa Yesus jauh lebih besar dari pada Yohanes. Ia kemudian mengikuti Yesus dan membawa serta Sto. Petrus menjadi murid-Nya. Setelah kenaikan Tuhan, Andreas diyakini menyebarkan Injil di Yunani dan Asia Kecil. Andreas kemudian mendirikan Gereja di Konstantinopel. Andreas menjadi martir setelah ia disalibkan  di Yunani. Ia disalibkan pada salib yang berbentuk silang (X) yang kemudian dikenal sebagai salib St. Andreas. Ia tidak dipaku melainkan hanya diikatkan pada tiang-tiang salib sehingga ia baru wafat dua hari setelah disalibkan. Selama dua hari, ia terus berkotbah kepada orang-orang yang berada disekitarnya.


St Andreas

30 November

Pada suatu hari, ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.


Bto. Fredericus dari Regensburg

29 November

Frederick lahir di Regensburg, Bavaria, Jerman. Ia adalah putera dari keluarga kelas menengah. Ia masuk biara Agustinian St. Nikolaus di Regensburg sebagai seorang bruder. Fredericus bekerja sebagai tukang kayu dan penebang pohon. Ia dikenal akan kecintaannya terhadap doa, kemurahan hatinya, devosi kepada Sakramen Mahakudus, dan kerendahan hatinya terhadap sesama. Tidak banyak yang diketahui mengenai kisah hidupnya dan lebih banyak legenda tentang dirinya yang berkembang. Fredericus dari Regensburg, O.S.A., meninggal dunia pada 29 November 1329 di Regensburg, Jerman. Pada tanggal 12 Mei 1909, ia dibeatifikasi oleh Paus Sto. Pius X.

dari sumber http://augustinians.net/http://www.osa-west.org/ dan http://www.midwestaugustinians.org/

Sta. Katarina Laboure

28 November

Zoe Laboure lahir pada 2 Mei 1806 di Fain les Moûtiers, Côte d’Or, Burgundy, Perancis. Ia adalah puteri dari Pierre Laboure, seorang petani, dan Louise Madeleine Gontard. Sejak kecil, Zoe sudah merasakan panggilan Tuhan pada dirinya. Melalui beberapa kejadi, Panggilannya semakin diteguhkan, terutama ketika ia memperoleh pengelihatan tentang Sto. Vinsensius a Paulo. Zoe kemudian memutuskan untuk bergabung dengan Kongregasi Putri Kasih dan mengambil nama Katarina. Pada 18 Juli 1830, Katarina memperoleh pengelihatan akan Bunda Maria, yang kemudian memberitahukan misi-misi yang diberikan Tuhan kepada dirinya. Pada tanggal 27 November 1830, Bunda Maria kembali menampakan dirinya dengan memperlihatkan medali untuk kemudian dibuat dan disebarkan. Medali ini dikenal sebagai medali wasiat, yang banyak membawa mukjizat. Katarina tidak pernah menceritakan hal ini kepada siapapun, kecuali kepada bapa pengakuannya, Pastor Aladel. Katarina bekerja seperti biasa, sebagai penjaga pintu ataupun sebagai juru masak. Diakhir kehidupannya, Katarina menceritakan pengalamannya kepada superiornya, Muder Dufes. Katarina Laboure, D.C., meninggal dunia pada 31 Desember 1876 di Enghien Reuilly,  Seine et Oise, Perancis. Jasadnya tidak mengalami kerusakan dan banyak mukjizat terjadi di makamnya. Pada 28 Mei 1933, ia dibeatifikasi oleh Paus Pius XI, dan pada 27 Juli 1947, ia dikanonisasi oleh Paus Pius XII.


dari sumber http://www.imankatolik.or.id/, http://www.magnificat.ca/, http://en.wikipedia.org/http://saints.sqpn.com/, dan http://www.catholic.org/

Sto. Yakobus dari Marka

28 November

Dominic Gangala lahir pada 1 September 1391 di Monteprandone, Ancona, Italia. Ia merupakan putera dari sebuah keluarga miskin. Dominic memperoleh pelajaran dari pamannya yang adalah seorang imam. Ia kemudian belajar hukum di Universitas Perugia. Setelah lulus, ia mengajar pada sebuah keluarga bangsawan di Florence, dan bekerja sebagai hakim bagi para penyihir. Dominic bergabung dengan Ordo Fransiskan di Assisi pada 26 Juli 1416, dan memperoleh nama Yakobus. Ia belajar bersama Sto. Yohanes dari Kapistrno, dengan Sto. Bernardinus dari Siena. Pada 13 Juni 1420, ia ditahbiskan sebagai imam dan mulai berkotbah dan banyak membawa orang untuk bertobat. Pada tahun 1427, Yakobus ikut memerangi ajaran sesat di Eropa tengah dan utara. Yakobus juga menyerukan perang salib, dan ketika Sto. Yohanes meninggal dunia, ia menggantikannya pada tahun 1456. Yakobus berusaha mendamaikan Ordo Fransiskan Observasi dan Konventual, tetapi usahanya gagal. Pada tahun 1460, Yakobus menolak posisi sebagai Uskup Agung Milan. Diakhir masa hidupnya, Yakobus harus mengahadapi pihak inkuisisi, terkait masalah homilinya dii Brescia. Yakobus dari Marka, O.F.M., meninggal dunia pada 28 November 1476 di Naples, Italia. Pada 12 Agustus 1624, ia dibeatifikasi oleh Paus Urbanus VIII, dan pada 10 Desember 1726, ia dikanonisasi oleh Paus Benediktus XIII.


dari sumber http://www.catholic.org/http://saints.sqpn.com/http://www.newadvent.org/, dan http://www.catholicnewsagency.com/

Bta. Maria Helena Stollenwerk

28 November

Anna Helena Stollenwerk lahir pada 28 November 1852 di Rollenbroichs, Jerman. Ia adalah puteri dari Johann Peter Stollenwerk dan Anna Maria Bongard. Sejak kecil, Helena sudah memiliki keinginan kuat untuk menjadi seorang misionaris, terutama ke Cina. Setelah memperoleh izin untuk bergabung dengan sebuah kongregasi misionaris, Helena tidak menemukan satupun kongregasi misi bagi para biarawati di Jerman. Ia kemudian bertemu dengan Sto. Arnoldus Janssen di Steyl, dan memohon agar diterima dalam kongregasi bagi wanita yang akan ia dirikan. Sto. Arnoldus yang belum siap dengan rencananya menerima Helena dan dipekerjakan sebagai pelayan bagi rumah misi. Pada tanggal 8 Desember 1889, kongregasi Misi Abdi Roh Kudus terbentuk dan Helena langsung memasuki masa postulannya. Pada tanggal 17 Januari 1892, tepat pada Pesta Nama Kudus Yesus, ia menerima jubah religius dari Sto. Arnoldus, dan menerima nama Maria. Dalam masa novisiatnya, Sto. Arnoldus menunjuk Helena sebagai pembimbing para novis, karena ia kekurangan tenaga pembantu. Helena juga menjadi superior bagi kongregasinya, sekaligus pendiri bersama dengan Sto. Arnoldus. Pada Maret 1894, Helena mengikrarkan kaul kekalnya, dan ia mempersiapkan banyak biarawati untuk dikirim dalam misi ke Argentina pada tahun 1895, dan kemudian ke Togo. Pada 8 Desember 1896, ia memberikan jubah kepada biarawati-biarawati Abdi Roh Kudus Adorasi Abadi, yang membaktikan hidupnya dengan bertapa dan berdoa. Atas permohonannya sendiri, pada tahun 1898, Helena berpindah ke Kongregasi Abdi Roh Kudus Adorasi Abadi dan memasuki masa novisiat dengan nama Maria Virgo. Maria Helena Stollenwerk, S.Sp.S.A.P., meninggal dunia pada 3 Februari 1900 di Steyl, Limburg, Belanda. Pada 17 Mei 1996, ia dibeatifikasi oleh Paus Sto. Yohanes Paulus II.


dari sumber http://saints.sqpn.com/http://www.worldssps.org/http://www.adorationsisters.org/http://www.svdcuria.org/, dan http://www.svdindia.org/

Sto. Fransiskus Antonius Fasani

27 November

Giovanniello Fasani lahir pada 6 Agustus 1681 di Lucera, Foggia, Naples, Italia. Ia adalah putera dari Giuseppe Fasani dan Isabella della Monaca. Sejak awal ia sudah memperoleh pendidikan pada sebuah biara Fransiskan Konventual di Lucera. Disinilah ia merasa sangat terpanggil untuk melayani Tuhan. Giovanniello kemudian bergabung dengan Ordo Fransiskan Konventual. Ia memperoleh nama Fransiskus Antonius dan mengikrarkan kaulnya pada tahun 1696. Pendidikan filsafat ia selesaikan di seminari, dan ia melanjutkan pendidikan teologi di Agnone, dan kemudian di Assisi. Fransiskus ditahbiskan sebagai imam pada tahun 1705 di Assisi, dan ia menyelesaikan pendidikan teologinya pada tahun 1707. Fransiskus ditempatkan sebagai pastor paroki di Lucera. Ia sangat disukai umat di Lucera, sampai Daunia dan Molise. Fransiskus membaktikan hidupnya untuk melayani Sakramen Pengakuan Dosa dan Sakramen Ekaristi. Fransiskus juga mengajarkan filsafat kepada para novis. Ia kemudian menjadi guardian dan provinsial untuk ordonya. Pada tahun 1709, Fransiskus menerima gelar master dalam bidang teologi. Sejak itu ia dikenal dengan sebutan Padre Maestro di Lucera. Banyak orang mengatakan Fransiskus mewarisi sifat-sifat Sto. Fransiskus. Fransiskus juga sangat senang melayani orang miskin, sakit, dan tahanan. Ia dikenal juga sebagai mistikus, dan memiliki beberapa karunia. Ia juga dikenal karena dapat melayang ketika berdoa. Fransiskus Antonius Fasani, O.F.M.Conv., meninggal dunia pada 29 November 1742 di Lucera, Italia. Pada 15 April 1951, ia dibeatifikasi oleh Paus Pius XII, dan pada 13 April 1986, ia dikanonisasi oleh Paus Sto. Yohanes Paulus II.


dari sumber http://saints.sqpn.com/http://www.catholic.org/http://www.vatican.va/, http://www.americancatholic.org/, dan http://en.wikipedia.org/

Sto. Yohanes Berchmans

26 November

Jan Berchmans lahir pada 13 Maret 1599 di Diest, Belgia. Ia adalah putera dari seorang pembuat sepatu. Sejak kecil, Yohanes sudah membaktikan hidupnya kepada Tuhan, tetapi ketika ibunya sakit keras, Yohanes menghabiskan banyak waktunya disamping ibunya. Yohanes bekerja sebagai pelayan di rumah Kanon, John Froymont di Malines, dan penghasilannya digunakan untuk membiayai pendidikannya. Yohanes kemudian bergabung dengan novisiat Serikat Yesus di Mechlin, pada 24 September 1616, dan keluarganya menentang keputusan Yohanes. Yohanes sangat mengagumi semangat hidup Sto. Aloysius Gonzaga, dan juga para martir Yesuit di Inggris. Yohanes ditugaskan belajar filsafat, pertama di Antwerp, dan kemudian melanjutkan di Roma. Pada bulan Agustus 1621, Yohanes memimpin sebuah kelompok belajar melakukan perdebatan filsafat. Setelah itu Yohanes jatuh sakit, dan beberapa hari kemudian ia meninggal dunia. Yohanes Berchmans, S.J., meninggal dunia pada 12 Agustus 1621 di Roma, Italia. Pada 28 Mei 1865, ia dibeatifikasi oleh Paus Bto. Pius IX dan pada 15 Januari 1888 ia dikanonisasi oleh Paus Leo XIII.


dari sumber http://www.catholic.org/, http://www.newadvent.org/, http://www.catholicculture.org/http://saints.sqpn.com/http://www.imankatolik.or.id/, dan http://yesaya.indocell.net/

Sto. Leonardus dari Porto Mauritio

26 November

Paul Jerome Casanova lahir pada 20 Desember 1676 di Porto Maurizio, Italia. Ia adalah putera dari Domenico Casanova, seorang kapten kapal, dan Anna Maria Benza. Ketika berusia tigabelas tahun,  ia dititipkan kepada pamannya, Agostino, utuk belajar pada sebuah kolose Yesuit di Roma. Paul kemudian memilih bergabung dengan Riformella, sebuah cabang dari Ordo Fransiskan pada 2 Oktober 1697, dan memperoleh nama baru, Leonardus. Keputusan Leonardus sangat ditentang oleh pamannya. Pada tahun 1703, ia ditahbiskan menjadi imam, dan sangat berkeinginan untuk menjadi misionaris di Cina. Keinginannya sirna ketika ia terserang penyakit, dan empat tahun kemudian ia baru sembuh. Leonardus sempat memimpin biara St. Bonaventura, tetapi memilih membaktikan hidupnya dengan berkotbah diberbagai tempat, dan mempromosikan berbagai devosi, seperti devosi kepada Sakramen Mahakudus, devosi kepada Hati Kudus Yesus, dan Devosi kepada St. Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda Dosa. Dari semua devosi yang ia promosikan, yang paling dikenal hingga saat ini adalah devosi Jalan Salib. Leonardus menyusun dan selalu merenungkan devosi Jalan Salib sama seperti yang kita kenal pada hari ini. Ia membangun sekitar enam ratus Jalan Salib di seluruh Italia, dan yang paling terkenal adalah di Koloseum, untuk menghormati para martir. Leonardus kemudian diutus untuk mendamaikan kelompok yang bertikai di Pulau Corsica pada tahun 1744, oleh Paus Benediktus XIV. Ia kembali ke Roma dengan kurang berhasil, dan menghabiskan sisa hidupnya di biara St. Bonaventura. Leonardus dari Porto Mauritio, O.F.M., meninggal dunia pada 26 November 1751 di Roma, Italia. Pada 15 Juni 1796, ia dibeatifikasi oleh Paus Pius VI dan pada 29 Juni 1867, ia dikanonisasi oleh Paus Bto. Pius IX.


Bta. Elisabet dari Reute

25 November

Elisabeth Achler lahir pada 25 November 1386 di Waldsee, Swabia, Jerman. Ia adalah puteri dari Hans dan Anne Achler, sebuah keluarga miskin. Elisabet mendapat bimbingan dari bapa pengakuannya, Conrad Kugelin, yang adalah kepala dari Canon Regular St. Agustinus di Waldsee. Ketika berusia empatbelas tahun, Elisabet memperoleh jubah ordo ketiga St. Fransiskus, dan tetap tinggal bersama keluarganya. Elisabet berusaha memperoleh izin dari orangtuanya untuk dapat meninggalkan rumahnya. Tanpa persetujuan orangtuanya, Elisabet pergi meninggalkan rumahnya untuk tinggal bersama dengan seorang tertiaris. Setelah tiga tahun, bapa pengakuannya menyediakan sebuah rumah untuk ditinggali oleh para tertiaris di Reute, Jerman. Di rumah ini, Elisabet bertugas melayani di dapur. Elisabet lebih senang menyendiri, sehingga ia memperoleh sebutan "Reclusa", yang artinya "yang menyembunyikan diri". Elisabet menjaga kemurnian dirinya dengan berpuasa dan berdoa. Bapa pengakuannya bahkan kesulitan untuk memberikan absolusi, karena hidup Elisabet yang terlalu murni. Dikisahkan beberapa orang dapat melihat tanda-tanda stigmata dalam tubuh Elisabet, berupa luka mahkota duri pada kepada dan luka siksaan pada tubuh. Elisabet juga beberapakali mengalami sakit pada tangannya. Selain itu, Elisabet juga dikaruniai kemampuan meramal, dengan meramalkan terpilihnya Paus Martinus V. Elisabet dari Reute meninggal dunia pada 25 November 1420 di Reute, Jerman. Pada 19 Juli 1766, ia dibeatifikasi oleh Paus Klement XIII.


Sta. Katarina dari Alexandria

25 November

Katarina lahir pada sekitar tahun 282 di Alexandria, Mesir. Ia adalah puteri dari sebuah keluarga bangsawan. Ketika akan dinikahkan, Katarina meminta sebuah syarat bahwa pasangannya harus lebih harus lebih cakap, lebih pandai, lebih kaya, lebih berkuasa dari pada dia. Dalam sebuah pengelihatan, ia mendapati semua syarat itu dalam sosok Yesus. Katarina kemudian menjadi seorang Kristen. Ketika terjadi penganiayaan umat Kristen oleh Kaisar Maximinus, Katarina datang menghadap Kaisar untuk membuktikan bahwa dewa-dewa yang disembah Kaisar adalah dewa-dewa palsu. Untuk itu Kaisar menghadapkan dengan sekitar lima puluh orang ahli untuk melawan Katarina. Katarina mampu meyakinkan para ahli itu, bahkan sebagian dari mereka bertobat. Kaisar menjadi marah dan membunuh para ahli itu dengan dibakar. Katarina kemudian ditawarkan untuk menjadi isteri Kaisar, tetapi Katarina menolak, sehingga ia di siksa dan dipenjarakan. Ketika Kaisar pergi, kemampuan Katarina menarik perhatian Ratu dan juga kepala pengawal istana. Mereka semua percaya dengan apa yang disampaikan Katarina dan bertobat. Mengetahui hal tersebut, Kaisar kemudian menjatuhi hukuman mati kepada mereka semua. Katarina hendak disiksa menggunakan roda berduri, tetapi roda tersebut langsung hancur ketika menyentuh Katarina, sehingga Katarina kemudian dipenggal. Katarina dari Alexandria meninggal dunia pada sekitar tahun 305 di Alexandria, Mesir.

Sto. Vinsensius Liem

24 November

Phạm Hiếu Liêm lahir pada tahun 1732 du Tra Lu, Tonkin, Vietnam. Ia adalah putera dari Antonio dan Monica Daeon de la Cruz, sebuah keluarga bangsawan di Tonkin. Ia dibaptis dan mengambil nama Vicente Liem de la Paz. Vinsensius kemudian dikirim untuk memperoleh pendidikan di Colegio de San Juan de Lateran, dan Universitas St. Tomas, Filipina. Setelah menyelesaikan pendidikannya, pada September 1753, Vinsensius memutuskan untuk bergabung dengan Odro Pengkotbah. Pada tahun 1758, ia ditahbiskan sebagai Imam, dan pada 3 Oktober 1758, ia melakukan perjalanan kembali ke Tonkin. Vinsensius bertugas mengajar di seminari dan berkotbah kepada orang-orang non-Kristen. Ketika terjadi penganiayaan terhadap umat Kristen, Vinsensius tetap melakukan pelayanan sampai pada 2 Oktober 1773, ketika ia ditangkap bersama asistennya. Vinsensius disiksa dan dipermalukan. Ia kemudian bertemu dengan seorang imam Dominikan lainnya, Sto. Jacinto Castanea. Di dalam penjara, mereka tidak hberhenti berkotbah dan menyebarkan Injil. Mereka diadili di hadapan Raja, dan dijatuhi hukuman mati. Vinsensius Liem, O.P., meninggal dunia pada 7 November 1773 di Vietnam. Pada 20 Mei 1906, ia dibeatifikasi oleh Paus Sto. Pius X, dan pada 19 Juni 1988, ia dikanonisasi oleh Paus Sto. Yohanes Paulus II.


Kristus Raja Semesta Alam

Tahun C

Ketika Yesus bergantung di salib, pemimpin-pemimpin bangsa Yahudi mengejek-Nya, “Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia benar-benar Mesias, orang yang dipilih Allah!” Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepada-Nya dan berkata, “Jika Engkau raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!” Ada juga tulisan di atas kepala-Nya, “Inilah Raja Orang Yahudi”. Salah seorang dari penjahat yang digantung itu menghujat Yesus, katanya, “Bukankah Engkau Kristus?” Selamatkanlah diri-Mu sendiri dan kami!” Tetapi penjahat yang seorang lagi menegur dia, katanya, “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah? Padahal engkau menerima hukuman yang sama! Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita. Tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.” Lalu ia berkata kepada Yesus, “Yesus, ingatlah akan daku, apabila Engkau datang sebagai Raja!” Kata Yesus kepadanya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama Aku di dalam Firdaus.”

Sto. Andreas Dung Lac

24 November

Tran An Dung lahir pada sekitar tahun 1795 di Bac-Ninh, Vietnam Utara. Ia adalah putera keluarga pagan yang miskin. Ketika ia berusia duabelas tahun, keluarganya berpindah ke Hanoi, dimana orangtuanya mendapatkan pekerjaan. Disana ia bertemu seorang katekis dan mendapat makanan dan tempat tinggal darinya. Ia juga memperoleh pelajaran mengenai iman Kristen selama tiga tahun, dan ia dibaptis di Vinh-Tri dengan nama baptis Andreas. Setelah mempelajari bahasa Mandarin dan Latin, Andreas menjadi seorang katekis, dan mengajarkan katekismus. Andreas terpilih untuk belajar teologi, dan pada 15 Maret 1823 ia ditahbiskan sebagai Imam. Sebagai pastor paroki di Ke-Dam ia terus menerus berhomili. Andreas sering berpuasa dan hidup sederhana, ia juga menjadi contoh baik bagi masyarakat, dan banyak orang ingin dibaptis. Pada 1835, Andreas ditangkap pada saat penganiayaan Kaisar Minh-Mang, yang juga mendapat julukan Kaisar Nero dari Vietnam, tetapi ia dibebaskan setelah anggota-anggota kongregasi yang ia layani membayar kebebasannya. Untuk menghindari penganiayaan, ia mengganti namanya menjadi Andreas Lac dan pindah ke daerah lain untuk melanjutkan karyanya. Tetapi pada 10 November 1839 ia ditangkap kembali, kali ini bersama Sto. Petrus Thi, seorang imam Vietnam lain yang sedang ia kunjungi sehingga ia dapat mengaku dosa. Sekali lagi Andreas dibebaskan bersama dengan Sto. Petrus Thi, dengan membayar uang. Kebebasan mereka hanya sementara. Mereka ditangkap kembali dan dibawa ke Hanoi, dimana mereka disiksa dengan kejam. Andreas Dung Lac meninggal dunia pada 21 Desember 1839 di Vietnam, sebagai martir setelah dipenggal. Pada 27 Mei 1900, ia dibeatifikasi oleh Paus Leo XIII, dan pada 19 Juni 1988, ia dikanonisasi oleh Paus Sto. Yohanes Paulus II.


Sto. Ignasius Delgado

24 November

Ignacio Clemente Delgado Cebrian lahir pada 23 November 1761 di Villafeliche, Zaragoza, Spanyol. Ia adalah putera sebuah keluarga yang saleh. Ignasius bergabung dengan Ordo Dominikan, dan setelah ditahbiskan menjadi imam, ia dikirim menjadi misionaris ke Vietnam. Ignasius bertugas di Vietnam selama sekitar lima puluh tahun. Ia kemudian ditunjuk sebagai Vikaris Apostolik Koajutor Tonkin Timur pada 11 Februari 1794. Ignasius menjadi Vikaris Apostolik Tonkin Timur pada 2 Februari 1799. Pada saat terjadi penganiayaan terhadap umat Kristen, Ignasius ditangkap dan dimasukan kedalam kurungan. Ia dipertontonkan dan dipermalukan dihadapan publik, juga dihina dan dilecehkan. Ignasius dibiarkan begitu saja sampai dengan mati kelaparan. Ignasius Delgado, O.P., meninggal dunia pada 12 Juli 1838, di Nam Ðinh, Vietnam. Pada 27 Mei 1900, ia dibeatifikasi oleh Paus Leo XIII dan pada 19 Juni 1988 ia dikanonisasi oleh Paus Sto. Yohanes Paulus II.


Sto. Dominikus An Kham

24 November

Dominic Kham Trong Pham lahir pada tahun 1780 di Nam Dinh, Vietnam. Ia adalah putera sebuah keluarga Kristen yang kaya di daerahnya. Ketika berusia sembilanbelas tahun, Dominikus menikah dengan seorang wanita Kristen, dan dikaruniai, 3 orang putera dan 3 orang puteri. Pada tahun 1799, Dominikus menjadi seorang Dominikan awam. Dominikus dikenal sebagai seorang hakim, yang membela orang-orang yang mendapat ketidakadilan. Ketika terjadi penganiayaan terhadap umat Kristen oleh Raja Tu Duc, Dominikus ikut ditangkap. Karena usianya yang sudah tua, Dominikus tidak disiksa seperti para tahanan yang lebih muda, tetapi Dominikus menolak untuk menyangkal imannnya. Pada akhirnya, Dominikus dijatuhi hukuman mati bersama dengan puteranya, Sto. Lukas Kham Trong Thin. Dominikus An Kham meninggal dunia sebagai martir pada tahun 1859. Pada 29 April 1951, ia dibeatifikasi oleh Paus Pius XII, dan pada 29 April 1951, ia dikanonisasi oleh Paus Sto. Yohanes Paulus II.



dari sumber https://sites.google.com/site/vietnamesemartyrs/home, http://www.gcatholic.org/, dan http://www.op-stjoseph.org/

Sto. Klement I

23 November

Paus Klement adalah Paus ke-4 Gereja Katolik yang menjadi Paus pada tahun 88-97. Klement lahir pada tahun 30 di Mont Coelius, Roma. Ia adalah putera dari Faustinianus, seorang senator Romawi, yang bersahabat baik dengan kaisar-kaisar Roma. Klemens adalah murid Sto. Petrus dan ia ditahbiskan Sto. Petrus menjadi Uskup. Nama Klemens disebutkan dalam Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi. Klement menjadi Paus menggantikan Paus Sto. Anakletus pada tahun 88. Kesulitan-kesulitan dihadapi Paus Klement, terlebih lagi pada saat itu Gereja masih dalam masa penganiayaan oleh bangsa Romawi. Suatu ketika terjadi masalah di Korintus, dimana umat tidak mau menghormati Uskup yang telah dipilih. oleh sebab itu Paus Klement mengirimkan surat kepada jemaat di Korintus. Isinya menyangkut ajaran mulia perihal rahasia Tuhan dan cinta kasih antara umat. Surat itu diterima baik oleh umat Korintus dan dijadikan bacaan ibadat sebagai surat seorang rasul selama beberapa kali di dalam gereja. Surat ini merupakan surat pertama Klemens yang memperlihatkan campur tangan seorang Paus terhadap masalah di keuskupan lain. Paus Klemens juga dikenal sebagai Bapa Apostolik pertama. Ia ditangkap dan dibuang selama penganiayaan Gereja oleh Kaisar Trajan ke Krimia, Laut Hitam dan dihukum kerja paksa di sana. Paus Klement menghibur dan membesarkan hati rekan-rekannya dengan mengisahkan penderitaan Yesus. Karena dianggap mencurigakan, para serdadu Romawi mengikat Paus Klemens dan menceburkannya ke dalam Laut Hitam. Paus Klement meninggal dunia sebagai martir sekitar tahun 99-101.


Sto. Kolumbanus

23 November

Columbanus lahir pada sekitar tahun 543 di Leinster, Irlandia. Pada masa mudanya, ia adalah seorang pemuda yang tampan dan banyak disukai oleh wanita-wanita. Godaan-godaan terus berdatangan, sampai suatu ketika ia dinasehati oleh seorang biarawati. Kolumbanus kemudian memutuskan untuk meninggalkan kehidupannya dan menjadi seorang biarawan. Keinginannya ditentang oleh ibunya, tetapi Kolumbanus tetap melangkah pergi menuju biara di Lough Erne. Di sana, dibawah asuhan Sinnel, Kolumbanus dapat menuliskan komentar terhadap kitab Mazmur. Tidak lama kemudian, Kolumbanus pergi menuju Bangor dibawah asuhan Abbas Sto. Comgall, untuk menghayati hidup monastik. Kolumbanus kemudian meminta izin untuk bermisionaris, walaupun pada awalnya ditolak, pada akhirnya ia diizinkan. Kolumbanus pergi bersama Sto. Attala, Kolumbanus muda, Cummain, Domgal, Eogain, Eunan, Sto. Gall, Gurgano, Libran, Lua, Sigisbert dan Waldoleno. Pertama mereka sempat singgah di Inggris, dan kemudian mereka pergi ke Galia. Di Galia, mereka diterima karena umat sangat membutuhkan misionaris. Oleh Raja Gontram, Kolumbanus diizinkan menggunakan benteng Romawi, Annegray, sebagai biara yang ia pimpin. Kehidupan mereka banyak menarik perhatian umat baik rakyat sampai bangsawan untuk bergabung dengan mereka, sampai biara mereka penuh. Banyak juga orang sakit datang dan sembuh melalui doa-doa yang mereka lakukan. Melihat karya-karya yang telah dilakukan, Raja memberikan sebuah kastil Luxueil untuk dijadikan biara. Permasalahan mulai terjadi, dimulai dari para Uskup di Perancis yang mempermasalahkan perayaan Paskah yang dilakukan Kolumbanus sesuai tradisi Celtic. Kolumbanus membalas pertentangan ini dengan mengatakan bahwa ada lebih banyak masalah daripada tanggal merayakan Paskah. Beberapa kali para Uskup mencoba untuk memanggilnya, tetapi Kolumbanus menolak hadir. Kolumbanus bahkan mencoba untuk mengajukan banding kepada Paus. Masalah selanjutnya berasal dari penentangan Kolumbanus terhadap kehidupan Raja Thierry II yang memiliki lebih dari satu isteri. Kolumbanus sempat ditangkap bahkan hendak dikirim kembali ke Irlandia. Dikisahkan juga bahwa ia pergi mengelilingi Perancis dan sekitarnya sambil berevangelisasi hingga sampai di Milan. Di Milan ia diterima oleh Raja Agilulf, seorang Arian, dan diberi ruang untuk berkarya di Bobbio, antara kota Milan dan Genoa. Disana ia mendirikan kembali gereja St. Petrus yang sudah rusak dan juga ia mendirikan biara. Kolumbanus juga melakukan perlawanan terhadap ajaran sesat Arianisme dan Nestorianisme. Diakhir hidupnya, Raja Clothaire memintanya kembali ke Galia setelah musuh-musuh Kolumbanus meninggal, tetapi Kolumbanus menolak karena ia menyadari usianya sudah tidak lama lagi. Kolumbanus kemudian pergi untuk tinggal dalam sebuah gua sampai dengan kematiannya. Kolumbanus meninggal dunia pada 21 November 615 di Bobbio, Italia.


Bto. Mikhael Agustinus Pro

23 November

Jose Ramon Miguel Agustin Pro Juarez lahir pada 13 Januari 1891 di Guadalupe, Zacatecas, Meksiko. Ia adalah putera seorang teknisi pertambangan. Mikhael sudah merasakan panggilan Tuhan sejak awal, dan hal ini ia kembangkan ketika saudaranya memutuskan untuk menjadi biarawati. Mikhael kemudian memutuskan untuk bergabung dengan Serikat Yesus, dan ia masuk novisiat Yesuit di Llano, Michoacan, pada tahun 1911. Pada tahun 1914, ketika terjadi revolusi dan penganiayaan umat Katolik oleh pemerintah, Mikhael dan para Yesuit lainnya diungsikan pergi ke Amerika. Mikhael melanjutkan pendidikan seminarinya di Granada, Spanyol. Pada tahun 1925, Mikhael dipindahkan ke Belgia untuk menerima Tahbisan Imam. Ketika sakit perut menyerang Mikhael, ia pulang kembali ke Meksiko untuk memulihkan kesehatannya. Keadaan Meksiko dibawah penganiayaan umat Katolik menggerakan Mikhael untuk melayani umat secara sembunyi-sembunyi. Ia melayani berbagai Sakramen kepada para umat dengan berbagai samaran. Pada November 1927, ketika terjadi percobaan pembunuhan terhadap Presiden Calles, Mikhael dan dua orang saudaranya menjadi tersangka, karena mobil yang digunakan dalam percobaan pembunuhan dimiliki oleh saudara Mikhael. Mikhael dan saudaranya dijatuhi hukuman mati, sementara seorang saudaranya dibebaskan. Ketika akan dieksekusi, Mikhael memaafkan para eksekutor dan meminta agar matanya tidak ditutup. Ia merentangkan tangannya dan mengucapapkan dengan lantang "Viva Cristo Rey!". Mikhael Agustinus Pro, S.J., meninggal dunia sebagai martir pada 12 November 1927 di Mexico City, Meksiko. Pada 25 September 1988, ia dibeatifikasi oleh Paus Sto. Yohanes Paulus II.

Sta. Sesilia

22 November

Caecilia hidup pada abad ketiga di Roma. Ia adalah puteri sebuah keluarga Kristen. Sejak awal, Sesilia sudah mempersebahkan kemurnian hidupnya hanya kepada Allah. Orangtuanya kemudian menjodohkannya dengan seorang pemuda bangsawan yang masih menganut Paganisme, Valerianus. Pada malam pernikahan mereka, Sesilia mengatakan kepada Valerianus bahwa ia jatuh cinta kepada malaikat pelindungnya, dan malaikat itu akan sangat cemburu jika Valerianus merusak kemurniannya. Valerianus ingin bertemu dengan malaikat itu, tetapi Sesilia mengatakan bahwa ia hanya dapat melihat malaikat pelindungnya, jika ia mau beriman Kristen dan dibaptis. Valerianus kemudian setuju untuk dibaptis, dan ia dibaptis oleh Paus Sto. Urbanus. Setelah dibaptis, ketika ia kembali ke rumahnya, ia melihat Sesilia berdoa dengan malaikat pelindung disampinya membawakan mahkota mawar. Tidak lama kemudian, ketika saudara Valerianus, Tiburtius berkunjung, mereka berhasil membawanya juga kepada iman Kristen. Ketiganya kemudian berkarya mempertobatkan banyak orang, melakukan amal, dan juga menguburkan para martir. Tindakan mereka tidak disukai oleh Prefek Turcius Almachius, yang menangkap mereka dan menghukum mati mereka. Sesilia disiksa di kamar mandi rumahnya, tetapi Sesilia tidak tersiksa, sehingga ia dihukum penggal. Setelah tiga kali dipenggal, Sesilia hanya terluka, dan karena hukum tidak memperbolehkan dilakukan pemenggalan lebih dari itu, maka Sesilia dibiarkan dengan lukanya. Sesilia meninggal dunia tiga hari kemudian. Pada tahun 1599, makamnya dibuka dan diketahui bahwa relikuinya tidak mengalami kerusakan.


Sta. Perawan Maria Dipersembahkan Kepada Allah

21 November

Ketika berusia tiga tahun, Sta. Perawan Maria dibawa oleh Sto. Yoakim dan Sta. Anna, untuk dipersembahkan kepada Allah di Yerusalem. Hal ini sudah menjadi sebuah kebiasaan dan hanya puteri-puteri Israel terbaik saja yang dapat diterima oleh Imam Agung. Disinilah Maria memperoleh pengajaran. Kisah bersumber dari kitab-kitab Apokrif. Peringatan ini sendiri sudah dimulai dari Gereja di Timur. Setelah diperkenalkan kepada Gereja Roma, pada tahun 1472, Paus Sixtus IV memperingatinya pada seluruh Gereja semesta. Peringatan ini sempat dihapuskan, sebelum akhirnya diperkenalkan kembali.


Sta. Mechtildis

19 November

Matilda von Hackerborn-Wippra lahir pada sekitar tahun 1240 di Helfta, Saxony, Jerman. Ia adalah puteri keluarga bangsawan. Ketika berusia tujuh tahun, Mechtildis dibawa oleh ibunya untuk mengunjungi saudaranya, Gertrudis, yang telah menjadi biarawati di Rodersdorf, Swiss, dan ia mulai terpanggil untuk mengikuti jejak saudaranya. Pada tahun 1258, Mechtildis menjadi biarawati Benediktin di Helfta, dimana Gertrudis menjadi abdis. Mechtildis dikaruniai talenta dalam bidang musik. Pada tahun 1261, Tuhan mempercayakannya untuk mengasuh seorang anak, Sta. Gertrudis. Ketika St. Gertrudis menuliskan buku mengenai kejadian mistis yang dihadapinya, Mechtilis takut buku itu akan menjadi masalah. Yesus datang kepadanya dan memberitahu Mechtildis bahwa apa yang tertulis dalam buku itu, sesuai dengan apa yang ingin Ia sampaikan. Mechtildis banyak mengoreksi tulisan-tulisan Sta. Gertrudis. Mechtildis juga menjadi seorang pembimbing rohani banyak orang, termasuk para Dominikan. Mechtildis, O.S.B., meninggal dunia pada 19 November 1298 di biara Helfta, Jerman. Ia tidak pernah dikanonisasi secara resmi.


dari sumber http://www.newadvent.org/http://www.catholic.org/ dan http://saints.sqpn.com/

Sto. Rafael dari Yosef Kalinowski

19 November

Jozef Kalinowski lahir pada 1 September 1835 di Vilna, Russia Polandia. Ia adalah putera dari Andrew Kalinowski, seorang guru, dan Josephine Polanska. Yosef memperoleh pendidikan di Instytut Szlachecki, sebuah sekolah bangsawan dimana ayahnya mengajar. Benih-benih panggilan sudah mulai ia rasakan pada sejak kecil. Yosef kemudian melanjutkan pendidikannya pada bidang agrikultur di Hory-Horky, Rusia, pada tahun 1851-1852, dan kemudian melanjutkan kembali pada bidang teknik militer di St. Petersburg, pada tahun 1853-1857. Yosef lulus dengan pangkat Letnan, dan setelah melaksanakan beberapa tugas, seperti membangun jalur kereta api, Kurks-Kiev-Odessa, ia dipromosikan menjadi Kapten. Pada tahun 1863, Yosef meninggalkan militer Rusia dan bergabung dengan pasukan pemberontak Polandia. Sebagai seorang pemimpin, Yosef memerintahkan untuk tidak pernah menjatuhkan hukuman mati kepada setiap tahanannya. Pada 24 Maret 1864, Yosef ditangkap dan dijatuhi hukuman mati. Karena takut Yosef akan dianggap menjadi martir dan pahlawan, hukumannya diubah menjadi sepuluh tahun kerja paksa di Siberia. Panggilannya semakin berkembang selama Yosef berada di Siberia. Pada 2 Februari 1874, Yosef dibebaskan dan kembali ke Polandia. Ia kemudian pergi ke Paris, Perancis, dan menjadi pengajar bagi Pangeran Bto. August Czartoryski. Pada tahun 1877, Yosef menjawab Panggilan Tuhan dan bergabung dengan Ordo Karmel Tak Berkasut di Graz, Austria. Yosef memperoleh nama baru, Rafael dari St Yosef. Rafael belajar Teologi di Hungaria dan pada 15 Januari 1882, ia ditahbiskan sebagai imam di Czerna, Polandia. Rafael bertugas membantu para biarawan dan biarawati Karmel. Rafael sangat senang melayani Sakramen Tobat dan menjadi pembimbing yang sangat dikenal. Rafael juga mendirikan biara dan mengubah beberapa gereja dan biara yang telah ditinggalkan menjadi sebuah tempat ziarah, terutama yang dibersembahkan bagi St. Maria dari Gunung Karmel. Salah satu biara yang ia dirikan berada di Wadowice, pada sekitar tahun 1889. Rafael dari Yosef Kalinowski, O.C.D., meninggal dunia pada 15 November 1907 di Wadowice, Polandia. Pada 22 Juni 1983, ia dibeatifikasi, dan pada 17 November 1991, ia dikanonisasi oleh Paus Sto. Yohanes Paulus II.


Sta. Agnes dari Assisi

19 November

Agnes Scifi lahir pada tahun 1197 di Assisi, Italia. Ia adalah puteri dari Favorino Scifi dan Bta. Hortulana. Ia juga merupakan saudara dari Sta. Klara dari Assisi. Ketika Sta. Klara memutuskan untuk meninggalkan rumah dan mengikuti semangat hidup Sto. Fransiskus dari Assisi, enambelas hari kemudian Agnes bergabung dengan para biarawati Benediktin di biara St. Angelo di Panso, dimana Klara memperoleh penampungan sementara, dan ia mengikuti kehidupan saudaranya. Mengetahui hal ini, maka marahlah ayah mereka dan memerintahkan saudaranya, Maldano dan beberapa kerabat untuk meminta Agnes kembali. Selain itu, ayahnya juga mengirim beberapa orang bersenjata yang diperintahkan untuk membawa paksa jika pendekatan persuasif gagal. Agnes menolak bujukan para kerabatnya dan akhirnya ia dipaksa untuk pulang oleh para orang suruhan ayahnya. Tubuh Agnes mendadak menjadi berat sehingga mereka tidak dapat menarik Agnes. Ketika mereka memaksa Agnes, Sta. Klara keluar untuk menghentikan mereka. Akhirnya para kerabat Agnes dan Sta. Klara mundur dan menyerahkan Agnes kepada Sta. Klara. Melihat semangat Agnes, Sto. Fransiskus memberikannya jubah kemiskinan dan juga mengirim Agnes dan Sta. Klara menuju biara San Damiano. Beberapa gadis bangsawan dari Assisi juga bergabung bersama mereka dan membentu suster-suster Klaris. Sto. Fransiskus menunjuk Agnes sebagai abdis biara Klaris di Monticelli, dekat Florence pada tahun 1219. Ia membangun juga biara di Mantua, Venesia, dan Padua, dan membantu saudaranya bertahan dalam kemiskinan ordo mereka. Agnes dari Assisi meninggal dunia pada 16 November 1253 di biara San Damiano, Italia. Pada tahun 1753, ia dikanonisasi oleh Paus Benediktus XIV.


Bta. Salomea

18 November

Salomea lahir pada tahun 1201 di Cracow, Polandia. Ia adalah puteri dari Pangeran Leszek I dari Cracow, pemimpin bangsa Polandia, dan Grzymislawa dari Lutsk. Ia adalah saudara dari Raja Boleslaw V, suami Sta. Kunigunda Kinga. Sejak kecil, Salomea telah dipertunangkan dengan Pangeran Koloman dari Hungaria. Salomea dikirim ke Istana Raja Andras II dari Hungaria, untuk memperoleh pendidikan, serta mempelajari kebudayaan setempat. Ketika Salomea dan Koloman menikah pada tahun 1215, mereka berjanji untuk menjaga keperawanan mereka. Keduanya menjadi pasangan yang saleh, dan atas izin suaminya, Salomea menerima jubah Ordo Ketiga St. Fransiskus. Ketika Koloman menjadi Raja, Salomea mempertahankan kesederhanaannya. Pada tahun 1225, Raja Koloman gugur dalam pertempuran melawan bangsa Tartar, dan Salomea kemudian menggunakan hartanya untuk membantu orang-orang miskin serta membangun gereja. Pada tahun 1240, Salomea bergabung ke dalam Ordo St. Klara di Zawichost. Biara ini kemudian dipindahkan ke dekat Cracow. Ditempat inilah, Salomea menghabiskan sisa hidupnya. Ia bahkan sempat menjadi Abdis untuk biaranya. Diakhir kehidupannya, Salomea meramalkan kematiannya. Salomea, O.S.C., meninggal dunia pada 17 November 1268 di Crarow, Polandia. Jasadnya tidak mengalami kehancuran, dan mengeluarkan bau yang harum. Pada tahun 1672/3, ia dibeatifikasi oleh Paus Klement X.


dari sumber http://www.catholic.org/, http://www.roman-catholic-saints.com/, http://ofm.or.id/, dan http://en.wikipedia.org/

Sta. Philippine Duchesne

18 November

Rose Philippine Duchesne lahir pada 19 Agustus 1769 di Grenoble, Perancis. Ia adalah puteri dari Francois Duchesne, seorang pengacara, dan Rose Perier. Philippine memperoleh pendidikan dari para biarawati Visitasi, dan ia kemudian bergabung dengan Kongregasi Visitasi. Pada masa Revolusi Perancis, Philippine terpaksa kembali ke rumahnya. Ia kemudian merawat para tahanan dan orang-orang yang menderita akibat Revolusi Perancis. Pada tahun 1804, Philippine bersama beberapa  rekannya berusaha untuk membangun kembali biara Visitasi, tetapi tidak berhasil. Philippine kemudian bertemu dengan Sta. Magdalena Sofia Barat, yang baru saja mendirikan Kongregasi Hati Kudus Yesus. Philippine dan rekan-rekannya memutuskan untuk bergabung dengan Kongregasi Hati Kudus Yesus. Philippine memiliki keinginan untuk berkarya di benua baru, Amerika. Keinginannya terwujud pada tahun 1818, ketika Uskup Louisiana meminta bantuan. Philippine bersama beberapa biarawati pergi menjalankan misi ke Amerika, dan berkarya di St. Charles, Missouri. Philippine mendirikan biara dan mulai beradaptasi dengan lingkungan barunya. Kesulitan yang ia hadapi adalah kesulitan berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Philippine kemudian berhasil mendirikan sekolah dengan keterbatasan dan kesulitan. Perhatian Philippine kemudian tertuju kepada penduduk Indian. Ketika berusia 72 tahun, Philippine yang sudah tidak memiliki jabatan superior, mendirikan sekolah bagi suku Potawatomi, di Sugar Creek, Kansas. Walaupun Philippine menjadi semangat bagi para penerus karyanya, kesehatan Philippine mulai menurun. Philippine Duchesne, R.S.C.J., meninggal dunia pada 18 November 1852 di St. Charles, Missouri, Amerika. Pada 12 Mei 1940, ia dibeatifikasi oleh Paus Pius XII, dan pada 3 Juli 1988, ia dikanonisasi oleh Paus Sto. Yohanes Paulus II.

Bto. Grimoaldo Santamaria

18 November

Ferdinando Santamaria lahir pada 4 Mei 1883 di Pontecorvo, Frosinone, Italia. Ia adalah putera dari keluarga pebuat tali. Ketika berusia delapan tahun, Ferdinando menerima Komuni pertamanya. Ia melakukan berbagai aktivitas rohani, seperti menjadi Altar Server, anggota Koor, dan bergabung dengan kolompok Maria Imakulata. Ketika berusia duabelas tahun, ia membantu mengkatekisasi teman-temannya. Keinginannya untuk hidup religius pada awalnya mendapat tentangan dari ayahnya, tetapi kemudian ia diizinkan. Ferdinando kemudian memutuskan untuk bergabung dengan Kongregasi Passionist di Pugliano. Pada 5 Maret 1899, ia menerima jubah dan mengambil nama Grimoaldo. Pada 6 Maret 1900, ia mengikrarkan kaulnya. Grimoaldo memulai pendidikannya untuk menjadi seorang Imam di Corniano, Ceccano, Italia. Pada tahun 1902, Grimoaldo didiagnosa terkena penyakit meningitis akut. Grimoaldo Santamaria, C.P., meninggal dunia pada 18 November 1902 di Ceccano, Italia. Pada 29 Januari 1995, ia dibeatifikasi oleh Paus Sto. Yohanes Paulus II.


dari sumber http://saints.sqpn.com/, http://www.catholic.org/, http://passionistcharism.wordpress.com/, http://thepassionists.org/, dan http://en.wikipedia.org/

Minggu Biasa XXXIII

Tahun C

Sekali peristiwa, ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai barang persembahan, berkatalah Yesus, “Akan datang harinya segala yang kamu lihat di situ diruntuhkan, dan tidak akan ada satu batu pun dibiarkan terletak di atas batu yang lain.” Lalu murid-murid bertanya kepada Yesus, “Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?” Jawab Yesus, “Waspadalah, jangan sampai kamu disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata ‘Akulah Dia’ atau ‘Saatnya sudah dekat’. Janganlah kamu mengikuti mereka. Dan bila kamu mendengar tentang perang dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera.” Kemudian Yesus berkata kepada mereka, “Bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan terjadi gempa bumi yang dahsyat, dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan. Dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit. Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya. Karena nama-Ku kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat, dimasukkan ke dalam penjara, dan dihadapkan kepada raja-raja dan para penguasa. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetap teguhlah di dalam hatimu, jangan kamu memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Aku sendirilah yang akan memberi kamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. Kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluarga dan sahabat-sahabatmu, dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh; karena nama-Ku kamu akan dibenci semua orang. Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.”

Sto. Yohanes de Castillo


16 November


Juan de Castillo lahir pada tahun 1596 di Spanyol. Ia kemudian meutuskan untuk bergabung dengan Serikat Yesus. Mendengar kisah Sto. Rochus Gonzales di Paraguay, Yohanes bersama dengan Sto. Alphonsus Rodriguez memutuskan untuk membantu. Mereka bersama membangun sebuah reduksi baru, tetapi apa yang mereka kerjakan tidak disukai oleh para dukun Indian. Dua hari sebelum kemartirannya, para dukun Indian menyerang dan membunuh Sto. Rochus Gonzales dan Sto. Alphonsus Rodriguez. Setelah itu, dukun yang sama membunuh Yohanes. Yohanes de Castilo, S.J., meninggal dunia sebagai martir pada 17 November 1628 sebagai martir di Caaro, Brazil. Pada 28 Januari 1934, ia dibeatifikasi oleh Paus Pius XI, dan pada 16 Mei 1988, ia dikanonisasi oleh Paus Sto. Yohanes Paulus II.


Sto. Alphonsus Rodriguez


16 November

Alphonsus Rodriguez lahir pada tahun 1598 di Spanyol. Ia kemudian meutuskan untuk bergabung dengan Serikat Yesus. Mendengar kisah Sto. Rochus Gonzales di Paraguay, Alphonsus bersama dengan Sto. Yohanes del Castillo memutuskan untuk membantu. Mereka bersama membangun sebuah reduksi baru, tetapi apa yang mereka kerjakan tidak disukai oleh para dukun Indian. Bersama dengan Sto. Rochus Gonzales, Alphonsus diserang ketika berada dalam sebuah kapel. Alphonsus Rodriguez, S.J., meninggal dunia pada 15 November 1628 sebagai martit di Caaro, Brazil. Pada 28 Januari 1934, ia dibeatifikasi oleh Paus Pius XI, dan pada 16 Mei 1988, ia dikanonisasi oleh Paus Sto. Yohanes Paulus II.


Sto. Rochus Gonzales

16 November

Roque Gonzalez lahir pada tahun 1576 di Asuncion, Paraguay. Ia adalah putera dari Bartolome Gonzalez dan Dona Maria, yang merupakan keluarga bangsawan Spanyol. Rochus sejak kecil sudah memperlihatkan kekudusan hidupnya dan banyak yang memperkirakan ia akan menjadi seorang imam. Rochus ditahbiskan menjadi imam ketika ia berusia duapuluh tiga tahun. Ketertarikannya yang besar kepada suku Indian, membuatnya bergabung dengan Serikat Yesus agar dapat lebih berkarya dalam misi. Rochus membangun reduksi, San Ignacio Guazu,  bagi para masyarakat Indian dan membela hak-hak mereka. Rochus juga banyak membawa orang-orang Indian untuk mengenal Injil. Karyanya menarik perhatian dia Yesuit muda, Sto. Alphonsus Rodriquez, dan Sto. Yohanes de Castillo, untuk membantunya. Karya mereka meluas sampai ke Brazil. Karya mereka kurang disukai oleh seorang dukun setempat. Rochus bersama dengan Sto. Alfonsus Rodriquez diserang oleh orang-orang yang tidak menyukai mereka, ketika berada di kapel. Rochus Gonzales, S.J., meninggal dunia pada 15 November 1628 di Caaro, Brazil. Pada 28 Januari 1934, ia dibeatifikasi oleh Paus Pius XI, dan pada 16 Mei 1988, ia dikanonisasi oleh Paus Sto. Yohanes Paulus II.


dari sumber http://pantisemedi.com/, http://www.catholic.org/, http://www.imankatolik.or.id/, http://saints.sqpn.com/, http://www.manresa-sj.org/, http://saintsresource.com/, http://www.ignatianspirituality.com/, dan http://en.wikipedia.org/

Sta. Gertrudis

16 November

Gertrude lahir pada 6 Januari 1256 di Jerman, ada yang mengatakan di Eisleben, dan ada juga yang mengatakan disuatu tempat selain Eisleben. Tidak diketahui siapa kedua orangtuanya, tetapi ia sudah diasuh oleh para biarawati Benediktin di biara St. Maria dari Helfta, Eisleben, saat ia berusia lima tahun. Gertrudis diasuh dibawah bimbingan abdis Gertrudis dari Hackeborn, dan juga Sta. Mechtildis. Gertrudis mampu berbahasa Latin, seperti terlihat dalam tulisan-tulisannya. Gertrudis menjadi biarawati Benediktin dan ketika ia berusia sekitar duapuluh lima tahun, ia mulai mengalami penampakan Yesus. Ia menuliskan pengalaman mistisnya dan juga ia mulai menyebarkan devosi kepada Hati Kudus Yesus. Tulisan-Tulisannya banyak menjadi bahan pelajaran. Gertrudis sering menyambut Ekaristi Kudus, walaupun pada masa itu hal ini tidak biasa. Ia pun rajin mendoakan Jiwa-jiwa di Api Penyucian. Gertrudis dari Helfta, O.S.B., meninggal dunia pada 17 November 1302, di biara St. Maria dari Helfta, Jerman. Ia tidak pernah dikanonisasi secara resmi, dan pada tahun 1677 ia dikanonisasi oleh Paus Klement XII.


Sta. Margarita dari Skotlandia

16 November

Margaret lahir pada sekitar tahun 1045 di Hungaria. Ia adalah puteri dari Edward, putera Raja Edmund Ironclad, dan Agatha. Keluarganya mengungsi ke Hungaria dimana Sto. Stefanus I, kerabat mereka berada, dikarenakan adanya serangan bangsa Denmark, yang dipimpin oleh Raja Canut. Pada tahun 1066, ketika akan kembali ke Inggris, kapal yang mereka gunakan terdampar ke Skotlandia. Margaret dan ibunya disambut oleh Raja Malcolm III. Pada tahun 1070, Margaret menikah dengan Raja Malcolm III, dan dari perkawinan mereka, dikaruniai delapan anak. Selama menjadi Ratu, Margaret banyak berbuat amal, dan juga memberikan nasihat-nasihat kepada suaminya. Margaret mendirikan beberapa gereja dan salah satunya adalah biara Dunfermline. Margarita dari Skotlandia meninggal dunia pada 16 November 1063 di Edinburgh, Skotlandia, empat hari setelah kematian suami dan putera pertama mereka. Pada tahun 1250, ia dikanonisasi oleh Paus Innosensius IV.


Bta. Magdalena Morano

15 November

Magdalena Catalina Morano lahir pada 15 November 1847 di Chieri, Torino, Italia. Ia adalah puteri dari Francis, yang meninggal ketika Magdalena berusia delapan tahun. Magdalena membantu ibunya dan dengan bantuan pamannya yang seorang imam, ia dapat terus melanjutkan pendidikannya sampai menjadi guru. Magdalena menjadi guru di Montaldo selama duabelas tahun. Perjumpaannya dengan Sto. Yohanes Bosko mendorongnya untuk mengikuti Panggilan Tuhan yang sudah ada dalam hatinya. Pada tahun 1879, Magdalena bergabung dengan Kongregasi Putri Maria Penolong Umat Kristiani di Mornese. Magdalena diterima oleh Sta. Maria Domenica Mazarello, dan pada tahun 1880, ia mengikrarkan kaul sementaranya. Atas permintaan Uskup Agung Catania, Magdalena ditugaskan untuk berkarya di Trecastagni. Magdalena kemudian ditugaskan mengurus komunitas F.M.A. di Sicilia. Magdalena membuka sekolah, oratori, tempat penginapan, dan banyak tempat kerja di Sicilia. Magdalena menumbuhkan banyak panggilan, sempat menjadi kepala novis, dan menjadi provinsial. Magdalena Morano, F.M.A., meninggal dunia pada 26 Maret 1908 karena menderita tumor di Catania, Sicilia, Italia. Pada 5 November 1994, ia dibeatifikasi oleh Paus Sto. Yohanes Paulus II.


dari sumber http://www.sdb.org/http://www.cgfmanet.org/, dan http://saints.sqpn.com/

Sto. Albertus Agung

15 November

Albertus lahir pada sekitar tahun 1205-1206 di Lauingen, Swabia, Jerman. Ia adalah putera keluarga bangsawan dari Bollstadt. Albertus belajar di Universitas Padua, Italia. Di sana ia memutuskan untuk menjadi seorang Dominikan karena terarik kotbah Bto. Yordanus dari Saxony. Keluarganya sangat menentang keputusan Albertus, dan diyakini Albertus pergi belajar teologi di Bologna. Albertus kemudian mengajar di Hildesheim, Freiburg, Ratisbon, Strasburg, dan Cologne. Pada tahun 1245, ia diperintahkan untuk mengajar di Paris, dimana ia memperoleh gelar Doktor. Pada saat ini juga, Albertus bertemu dengan Sto. Tomas Aquino yang menjadi muridnya. Pada tahun 1248, Albertus kembali ke Cologne bersama Sto. Tomas Aquino. Pada tahun 1254, Albertus terpilih sebagai Provinsial Ordo Dominikan di Jerman. Pada tahun 1256, Albertus pergi ke Roma membela Ordo Mendicant terhadap serangan William dari St. Amour. Pada tahun 1257, Albertus mengundurkan diri dari jabatan provinsial untuk dapat belajar dan mengajar. Pada tahun 1260, Albertus ditunjuk sebagai Uskup Regensburg, tetapi dua tahun kemudian ia mengajukan pengunduran diri dan kembali mengajar di Cologne. Pada tahun 1274, Paus Gregorius X memintanya untuk menghadiri Konsili Lyon, tetapi kemudian muncul kabar kematian Sto. Tomas Aquino yang membuat Albertus sangat terpukul. Semangatnya kembali pada tahun 1277, ketika beberapa orang hendak mengutuk tulisan-tulisan Sto. Tomas Aquino. Albertus pergi ke Paris untuk melakukan pembelaan. Karya-karya Albertus tidak hanya dalam teologi, tetapi juga ilmu pengetahuan, seperti biologi, kimia, astronomi, geografi, metafisika, dan matematika dan mendapatkan pujian dari banyak orang. Pada tahun 1278, Albertus mulai kehilangan ingatannya sedikit demi sedikit. Albertus Agung, O.P., meninggal dunia pada 15 November 1280 di Cologne, Prusia, Jerman. Pada tahun 1622, ia dibeatifikasi oleh Paus Gregorius XV dan pada tahun 1931, dikanonisasi dan juga dinyatakan sebagai Pujangga Gereja oleh Paus Pius XI dengan gelar Doctor Universalis.


Sto. Yosef Pignatelli

14 November

Giuseppe Maria Pignatelli lahir pada 27 Desember 1737 di Zaragoza, Spanyol. Ia adalah putera seorang bangsawan Italia dan ibunya adalah seorang Spanyol. Ia memperoleh pendidikan di kolose Yesuit di Zaragoza. Pada tahun 1753, Yosef bergabung dengan Serikat Yesus. Tidak lama kemudian Yosef terkena penyakit Tuberculosis yang menghantuinya sepanjang hidupnya. Pada tahun 1763, Yosef ditahbiskan sebagai imam dan bertugas melayani umat di penjara, terutama mereka yang dijatuhi hukuman mati. Pada 3 April 1767, ketika para Yesuit di Spanyol diusir oleh Raja Charles III, Yosef memiliki kesempatan untuk tetap tinggal di Spanyol, karena statusnya sebagai bangsawan, tetapi ia memilih untuk pergi bersama para saudaranya. Setelah pergi dari Spanyol, mereka ditolak dibeberapa tempat sampai akhirnya mereka tiba di Corsica. Tidak lama setelah tiba di Corsica, mereka harus kembali pergi ketika pulau itu dikuasai Perancis. Yosef dan para Yesuit kemudian tiba dan menetap di Ferrara. Pada tahun 1773, Paus Klement XIV secara resmi membubarkan Serikat Yesus, sehingga Yosef kehilangan hak-haknya sebagai imam. Yosef pergi ke Bologna dan menghabiskan waktunya untuk berdoa. Keinginannya untuk pergi ke Russia dan bergabung bersama para Yesuit yang masih dapat berkarya tidak dapat dilaksanakannya. Pada tahun 1797, Penguasa Parma memintanya untuk kembali membangun Serikat Yesus di wilayahnya. Yosef meminta izin dari Paus Pius VI, dan pada tahun 1798, ia diizinkan mendirikan novisiat di Parma. Yosef menjadi kepala novis dan mulai membangun kembali Serikat Yesus. Yosef  menjadi Provinsial untuk seluruh Italia. Penagkuan kembali berdirinya Serikat Yesus harus tertunda sampai dengan tahun 1814, atau setelah Yosef meninggal. Yosef Pignatelli, S.J., meninggal dunia pada 11 November 1811 di Roma, Italia. Pada 21 Mei 1933, ia dibeatifikasi oleh Paus Pius XI, dan pada 12 Juni 1954, ia dikanonisasi oleh Paus Pius XII.


Sto. Nikolaus Tavelic

14 November
Nikola Tavelic lahir pada tahun 1340 di Dalmatia. Ia adalah putera dari keluarga bangsawan di Kroatia. Nikolaus bergabung dengan Ordo Fransiskan dan setelah ditahbiskan menjadi imam, ia berkarya di wilayah sekitar Bosnia. Pada tahun 1384 ia mengajukan diri untuk bermisi ke Tanah Suci karena ia sangat ingin menjadi martir. Ia kemudian pergi ke Tanah Suci untuk mencari tempat suci, merawat para peziarah Kristen, dan mempelajari kebudayaan Arab. Pada tahun 1391, bersama dengan Sto. Deodat dari Rodez, Sto. Petrus dari Narbonne, dan Sto. Stefanus dari Cuneo memutuskan berkotbah kepada orang-orang Muslim di Masjid bersar di Omar pada 11 November 1391. Mereka meminta orang-orang Muslim untuk menerima Injil, tetapi hal ini ditolak. Mereka ditangkap dan kemudian menjadi martir setelah dipukuli dan dipenggal. Nikolaus Tavelic, O.F.M., meninggal dunia pada 14 November 1391 di Yerusalem. Pada tahun 1889, ia dibeatifikasi oleh Paus Leo XIII dan pada 21 Juni 1970 ia dikanonisasi oleh Paus Bto. Paulus VI.


dari sumber http://ofm.or.id/, http://www.americancatholic.org/http://www.paxetbonum.net/http://catatanseorangofs.wordpress.com/, dan http://www.catholic.org/

Bta. Maria Teresa Scrilli

13 November

Maria Teresa Scrilli lahir pada 15 Mei 1825 di Montevarchi, Arezzo, Italia. Ia adalah puteri sebuah keluarga yang sangat berpengaruh. Ketika masih kecil, Maria mengalami sakit keras selama dua tahun, tetapi berhasil sembuh secara ajaib melaui doa. Maria kemudian bergabung dengan sebuah biara Karmel St. Maria Magdalena de Pazzi di Florence, walaupun hal ini ditentang oleh orangtuanya. Maria tidak menghabiskan waktu lama, dan mengkuti kata hatinya untuk keluar biara. Maria kemudian menjadi anggota Ordo Ketiga Karmel. Maria kemudian mendirikan sebuah sekolah kecil yang mengajar kepada gadis-gadis kecil. Maria terpanggil untuk mendirikan sebuah kingregasi, dan setelah memperoleh dukungan dari Uskup dan Duke Leopold II, Maria bersama tiga orang mendirikan sebuah institut Biarawati Bunda Maria dari Karmel dengan menggunakan jubah Karmel. Maria kemudian menggunakan nama baru, Maria Teresa dari Yesus. Kongregasi ini pada awalnya berkembang dengan cepat dan berkarya pada bidang pendidikan anak-anak perempuan. Situasi politik kemudian mematikan perkembangan kongregasi ini dengan cepat juga. Maria dan para biarawati lainnya bahkan harus kembali hidup dengan keluarga mereka masing-masing. Pada tahun 1878, Maria pindah ke Florence dan dengan dukungan Uskup membangun kembali kongregasinya. Ia kembali berkarya dengan membuka sebuah sekolah bagi anak perempuan miskin. Aturan hidup yang ketat dan juga lingkungan yang kurang sehat membuat kesehatan Maria menurun. Maria Teresa Scrilli meninggal dunia pada 14 November 1889 di Florence, Italia. Pada 8 Oktober 2006, ia dibeatifikasi oleh Paus Benediktus XVI, yang diwakili oleh Kardinal Jose Saraiva Martins.


dari sumber http://ocarm.org/, http://www.vatican.va/, dan http://carmelites.info/

Bta. Patricinio Giner

13 November

Maria Cinta Ascuncion Giner lahir pada 4 Januari 1874 di Tortosa, Spanyol. Ia adalah puteri sebuah keluarga religius. Beberapa saudaranya terpanggil untuk hidup religius, Maria yang menerima pendidikan dari biarawati Claretian, memilih untuk bergabung dengan Kongregasi Religius Maria Imakulata Misionaris Claretian. Maria mengikrarkan kaulnya pada tahun 1893, dan memperoleh nama Maria Patricinio. Maria kemudian bertugas sebagai pengajar pada sebuah sekolah. Maria kemudian menjadi pembimbing Novis dan Prioress di Valencia. Ketika terjadi perang saudara, Maria memilih untuk tetap tinggal di biaranya, dan menguatkan para biarawati lainnya. Pada 13 November 1936, Maria ditangkap dan dieksekusi karena imannya. Patricinio Giner, R.M.I., meninggal dunia pada 13 November 1936. Pada 11 Maret 2001, ia dibeatifikasi oleh Paus Sto. Yohanes Paulus II.


dari sumber http://www.spirituality.org/, http://asiarmi.blogspot.com/, http://www.claret.org/, dan http://www.gcatholic.org/

Sta. Agustina Pietrantoni

13 November

Olivia Pietrantoni lahir pada 27 Maret 1864 di Pozzaglia Sabina, Rieti, Italia. Ia adalah puteri dari Francesco Pietrantoni dan Caterina Constantini, sebuah keluarga petani. Ketika berusia empat tahun, Livia menerima Sakramen Krisma, dan pada sekitar tahun 1876, ia menerima Komuni pertamannya. Sejak kecil, Livia sudah bekerja di ladang, merawat hewan-hewan. Ketika berusia tujuh tahun, ia bekerja bersama teman-temannya memindahkan batu dan pasir untuk pembangunan jalan. Livia tumbuh menjadi gadis yang cantik, dan disukai oleh banyak pemuda, tetapi Livia memilih untuk menjadi mempelai Kristus. Bersama Pamannya, Fra Matteo, Livia pergi ke Roma, untuk mencari Kongregasi yang cocok bagi dirinya, tetapi Livia mendapat penolakan. Beberapa bulan kemudian, Livia mendapat panggilan dari Muder Jendral Kongregasi Suster-Suster Cintakasih St. Yohana Antida. Pada 23 Maret 1886, Livia kembali ke Roma untuk memasuki masa postilan dan novisiat. Setelah menyelesaikan masa Postulan dan Novisiat, Livia memperoleh nama baru, Agustina, dan ia merasa akan menjadi orang kudus dengan nama barunya. Agustina kemudian ditempatkan di rumah sakit Roh Kudus. Rumah sakit yang ia tempati bukanlah rumah sakit religius, bahkan Ordo Kapusin terusir dari rumah sakit itu, serta para biarawati dilarang membicarakan tentang Tuhan. Hal ini tidak menghentikan Agustina untuk menyebarkan imannya akan Tuhan. Ketika merawat penderita tuberculosis, Agustina ikut tertular, tetapi kemudian ia memperoleh mukjizat kesembuhan. Ketika ada seorang pasien yang selalu melakukan pelecehan, bernama Joseph Romanelli, Agustina tetap merawat dan mendoakannya, bahkan ketika ibunya datang, Agustina menyambutnya. Agustina kemudian mendapatkan ancaman pembunuhan dari Joseph Romanelli, yang dalam suratnya mengancam Agustina bahwa usiannya hanya satu bulan lagi. Joseph dikeluarkan dari rumah sakit, tetapi kemudian ia menyerang dan membunuh Agustina. Agustina Pietrantoni, Sd.C., meninggal dunia pada 13 November 1894 di Roma, Italia. Pada 12 November 1972, ia dibeatifikasi oleh Paus Bto. Paulus VI, dan pada 18 April 1999, ia dikanonisasi oleh Paus Yohanes Paulus II.


dari sumber http://www.vatican.va/http://famvin.org/http://www.scsja.org/http://saints.sqpn.com/http://www.catholic.org/, dan http://en.wikipedia.org/

Kalender Orang Kudus