Tampilkan postingan dengan label Santa/Beata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santa/Beata. Tampilkan semua postingan

Sta. Katarina Laboure

28 November

Zoe Laboure lahir pada 2 Mei 1806 di Fain les Moûtiers, Côte d’Or, Burgundy, Perancis. Ia adalah puteri dari Pierre Laboure, seorang petani, dan Louise Madeleine Gontard. Sejak kecil, Zoe sudah merasakan panggilan Tuhan pada dirinya. Melalui beberapa kejadi, Panggilannya semakin diteguhkan, terutama ketika ia memperoleh pengelihatan tentang Sto. Vinsensius a Paulo. Zoe kemudian memutuskan untuk bergabung dengan Kongregasi Putri Kasih dan mengambil nama Katarina. Pada 18 Juli 1830, Katarina memperoleh pengelihatan akan Bunda Maria, yang kemudian memberitahukan misi-misi yang diberikan Tuhan kepada dirinya. Pada tanggal 27 November 1830, Bunda Maria kembali menampakan dirinya dengan memperlihatkan medali untuk kemudian dibuat dan disebarkan. Medali ini dikenal sebagai medali wasiat, yang banyak membawa mukjizat. Katarina tidak pernah menceritakan hal ini kepada siapapun, kecuali kepada bapa pengakuannya, Pastor Aladel. Katarina bekerja seperti biasa, sebagai penjaga pintu ataupun sebagai juru masak. Diakhir kehidupannya, Katarina menceritakan pengalamannya kepada superiornya, Muder Dufes. Katarina Laboure, D.C., meninggal dunia pada 31 Desember 1876 di Enghien Reuilly,  Seine et Oise, Perancis. Jasadnya tidak mengalami kerusakan dan banyak mukjizat terjadi di makamnya. Pada 28 Mei 1933, ia dibeatifikasi oleh Paus Pius XI, dan pada 27 Juli 1947, ia dikanonisasi oleh Paus Pius XII.


dari sumber http://www.imankatolik.or.id/, http://www.magnificat.ca/, http://en.wikipedia.org/http://saints.sqpn.com/, dan http://www.catholic.org/

Bta. Maria Helena Stollenwerk

28 November

Anna Helena Stollenwerk lahir pada 28 November 1852 di Rollenbroichs, Jerman. Ia adalah puteri dari Johann Peter Stollenwerk dan Anna Maria Bongard. Sejak kecil, Helena sudah memiliki keinginan kuat untuk menjadi seorang misionaris, terutama ke Cina. Setelah memperoleh izin untuk bergabung dengan sebuah kongregasi misionaris, Helena tidak menemukan satupun kongregasi misi bagi para biarawati di Jerman. Ia kemudian bertemu dengan Sto. Arnoldus Janssen di Steyl, dan memohon agar diterima dalam kongregasi bagi wanita yang akan ia dirikan. Sto. Arnoldus yang belum siap dengan rencananya menerima Helena dan dipekerjakan sebagai pelayan bagi rumah misi. Pada tanggal 8 Desember 1889, kongregasi Misi Abdi Roh Kudus terbentuk dan Helena langsung memasuki masa postulannya. Pada tanggal 17 Januari 1892, tepat pada Pesta Nama Kudus Yesus, ia menerima jubah religius dari Sto. Arnoldus, dan menerima nama Maria. Dalam masa novisiatnya, Sto. Arnoldus menunjuk Helena sebagai pembimbing para novis, karena ia kekurangan tenaga pembantu. Helena juga menjadi superior bagi kongregasinya, sekaligus pendiri bersama dengan Sto. Arnoldus. Pada Maret 1894, Helena mengikrarkan kaul kekalnya, dan ia mempersiapkan banyak biarawati untuk dikirim dalam misi ke Argentina pada tahun 1895, dan kemudian ke Togo. Pada 8 Desember 1896, ia memberikan jubah kepada biarawati-biarawati Abdi Roh Kudus Adorasi Abadi, yang membaktikan hidupnya dengan bertapa dan berdoa. Atas permohonannya sendiri, pada tahun 1898, Helena berpindah ke Kongregasi Abdi Roh Kudus Adorasi Abadi dan memasuki masa novisiat dengan nama Maria Virgo. Maria Helena Stollenwerk, S.Sp.S.A.P., meninggal dunia pada 3 Februari 1900 di Steyl, Limburg, Belanda. Pada 17 Mei 1996, ia dibeatifikasi oleh Paus Sto. Yohanes Paulus II.


dari sumber http://saints.sqpn.com/http://www.worldssps.org/http://www.adorationsisters.org/http://www.svdcuria.org/, dan http://www.svdindia.org/

Bta. Elisabet dari Reute

25 November

Elisabeth Achler lahir pada 25 November 1386 di Waldsee, Swabia, Jerman. Ia adalah puteri dari Hans dan Anne Achler, sebuah keluarga miskin. Elisabet mendapat bimbingan dari bapa pengakuannya, Conrad Kugelin, yang adalah kepala dari Canon Regular St. Agustinus di Waldsee. Ketika berusia empatbelas tahun, Elisabet memperoleh jubah ordo ketiga St. Fransiskus, dan tetap tinggal bersama keluarganya. Elisabet berusaha memperoleh izin dari orangtuanya untuk dapat meninggalkan rumahnya. Tanpa persetujuan orangtuanya, Elisabet pergi meninggalkan rumahnya untuk tinggal bersama dengan seorang tertiaris. Setelah tiga tahun, bapa pengakuannya menyediakan sebuah rumah untuk ditinggali oleh para tertiaris di Reute, Jerman. Di rumah ini, Elisabet bertugas melayani di dapur. Elisabet lebih senang menyendiri, sehingga ia memperoleh sebutan "Reclusa", yang artinya "yang menyembunyikan diri". Elisabet menjaga kemurnian dirinya dengan berpuasa dan berdoa. Bapa pengakuannya bahkan kesulitan untuk memberikan absolusi, karena hidup Elisabet yang terlalu murni. Dikisahkan beberapa orang dapat melihat tanda-tanda stigmata dalam tubuh Elisabet, berupa luka mahkota duri pada kepada dan luka siksaan pada tubuh. Elisabet juga beberapakali mengalami sakit pada tangannya. Selain itu, Elisabet juga dikaruniai kemampuan meramal, dengan meramalkan terpilihnya Paus Martinus V. Elisabet dari Reute meninggal dunia pada 25 November 1420 di Reute, Jerman. Pada 19 Juli 1766, ia dibeatifikasi oleh Paus Klement XIII.


Sta. Katarina dari Alexandria

25 November

Katarina lahir pada sekitar tahun 282 di Alexandria, Mesir. Ia adalah puteri dari sebuah keluarga bangsawan. Ketika akan dinikahkan, Katarina meminta sebuah syarat bahwa pasangannya harus lebih harus lebih cakap, lebih pandai, lebih kaya, lebih berkuasa dari pada dia. Dalam sebuah pengelihatan, ia mendapati semua syarat itu dalam sosok Yesus. Katarina kemudian menjadi seorang Kristen. Ketika terjadi penganiayaan umat Kristen oleh Kaisar Maximinus, Katarina datang menghadap Kaisar untuk membuktikan bahwa dewa-dewa yang disembah Kaisar adalah dewa-dewa palsu. Untuk itu Kaisar menghadapkan dengan sekitar lima puluh orang ahli untuk melawan Katarina. Katarina mampu meyakinkan para ahli itu, bahkan sebagian dari mereka bertobat. Kaisar menjadi marah dan membunuh para ahli itu dengan dibakar. Katarina kemudian ditawarkan untuk menjadi isteri Kaisar, tetapi Katarina menolak, sehingga ia di siksa dan dipenjarakan. Ketika Kaisar pergi, kemampuan Katarina menarik perhatian Ratu dan juga kepala pengawal istana. Mereka semua percaya dengan apa yang disampaikan Katarina dan bertobat. Mengetahui hal tersebut, Kaisar kemudian menjatuhi hukuman mati kepada mereka semua. Katarina hendak disiksa menggunakan roda berduri, tetapi roda tersebut langsung hancur ketika menyentuh Katarina, sehingga Katarina kemudian dipenggal. Katarina dari Alexandria meninggal dunia pada sekitar tahun 305 di Alexandria, Mesir.

Sta. Sesilia

22 November

Caecilia hidup pada abad ketiga di Roma. Ia adalah puteri sebuah keluarga Kristen. Sejak awal, Sesilia sudah mempersebahkan kemurnian hidupnya hanya kepada Allah. Orangtuanya kemudian menjodohkannya dengan seorang pemuda bangsawan yang masih menganut Paganisme, Valerianus. Pada malam pernikahan mereka, Sesilia mengatakan kepada Valerianus bahwa ia jatuh cinta kepada malaikat pelindungnya, dan malaikat itu akan sangat cemburu jika Valerianus merusak kemurniannya. Valerianus ingin bertemu dengan malaikat itu, tetapi Sesilia mengatakan bahwa ia hanya dapat melihat malaikat pelindungnya, jika ia mau beriman Kristen dan dibaptis. Valerianus kemudian setuju untuk dibaptis, dan ia dibaptis oleh Paus Sto. Urbanus. Setelah dibaptis, ketika ia kembali ke rumahnya, ia melihat Sesilia berdoa dengan malaikat pelindung disampinya membawakan mahkota mawar. Tidak lama kemudian, ketika saudara Valerianus, Tiburtius berkunjung, mereka berhasil membawanya juga kepada iman Kristen. Ketiganya kemudian berkarya mempertobatkan banyak orang, melakukan amal, dan juga menguburkan para martir. Tindakan mereka tidak disukai oleh Prefek Turcius Almachius, yang menangkap mereka dan menghukum mati mereka. Sesilia disiksa di kamar mandi rumahnya, tetapi Sesilia tidak tersiksa, sehingga ia dihukum penggal. Setelah tiga kali dipenggal, Sesilia hanya terluka, dan karena hukum tidak memperbolehkan dilakukan pemenggalan lebih dari itu, maka Sesilia dibiarkan dengan lukanya. Sesilia meninggal dunia tiga hari kemudian. Pada tahun 1599, makamnya dibuka dan diketahui bahwa relikuinya tidak mengalami kerusakan.


Sta. Mechtildis

19 November

Matilda von Hackerborn-Wippra lahir pada sekitar tahun 1240 di Helfta, Saxony, Jerman. Ia adalah puteri keluarga bangsawan. Ketika berusia tujuh tahun, Mechtildis dibawa oleh ibunya untuk mengunjungi saudaranya, Gertrudis, yang telah menjadi biarawati di Rodersdorf, Swiss, dan ia mulai terpanggil untuk mengikuti jejak saudaranya. Pada tahun 1258, Mechtildis menjadi biarawati Benediktin di Helfta, dimana Gertrudis menjadi abdis. Mechtildis dikaruniai talenta dalam bidang musik. Pada tahun 1261, Tuhan mempercayakannya untuk mengasuh seorang anak, Sta. Gertrudis. Ketika St. Gertrudis menuliskan buku mengenai kejadian mistis yang dihadapinya, Mechtilis takut buku itu akan menjadi masalah. Yesus datang kepadanya dan memberitahu Mechtildis bahwa apa yang tertulis dalam buku itu, sesuai dengan apa yang ingin Ia sampaikan. Mechtildis banyak mengoreksi tulisan-tulisan Sta. Gertrudis. Mechtildis juga menjadi seorang pembimbing rohani banyak orang, termasuk para Dominikan. Mechtildis, O.S.B., meninggal dunia pada 19 November 1298 di biara Helfta, Jerman. Ia tidak pernah dikanonisasi secara resmi.


dari sumber http://www.newadvent.org/http://www.catholic.org/ dan http://saints.sqpn.com/

Sta. Agnes dari Assisi

19 November

Agnes Scifi lahir pada tahun 1197 di Assisi, Italia. Ia adalah puteri dari Favorino Scifi dan Bta. Hortulana. Ia juga merupakan saudara dari Sta. Klara dari Assisi. Ketika Sta. Klara memutuskan untuk meninggalkan rumah dan mengikuti semangat hidup Sto. Fransiskus dari Assisi, enambelas hari kemudian Agnes bergabung dengan para biarawati Benediktin di biara St. Angelo di Panso, dimana Klara memperoleh penampungan sementara, dan ia mengikuti kehidupan saudaranya. Mengetahui hal ini, maka marahlah ayah mereka dan memerintahkan saudaranya, Maldano dan beberapa kerabat untuk meminta Agnes kembali. Selain itu, ayahnya juga mengirim beberapa orang bersenjata yang diperintahkan untuk membawa paksa jika pendekatan persuasif gagal. Agnes menolak bujukan para kerabatnya dan akhirnya ia dipaksa untuk pulang oleh para orang suruhan ayahnya. Tubuh Agnes mendadak menjadi berat sehingga mereka tidak dapat menarik Agnes. Ketika mereka memaksa Agnes, Sta. Klara keluar untuk menghentikan mereka. Akhirnya para kerabat Agnes dan Sta. Klara mundur dan menyerahkan Agnes kepada Sta. Klara. Melihat semangat Agnes, Sto. Fransiskus memberikannya jubah kemiskinan dan juga mengirim Agnes dan Sta. Klara menuju biara San Damiano. Beberapa gadis bangsawan dari Assisi juga bergabung bersama mereka dan membentu suster-suster Klaris. Sto. Fransiskus menunjuk Agnes sebagai abdis biara Klaris di Monticelli, dekat Florence pada tahun 1219. Ia membangun juga biara di Mantua, Venesia, dan Padua, dan membantu saudaranya bertahan dalam kemiskinan ordo mereka. Agnes dari Assisi meninggal dunia pada 16 November 1253 di biara San Damiano, Italia. Pada tahun 1753, ia dikanonisasi oleh Paus Benediktus XIV.


Bta. Salomea

18 November

Salomea lahir pada tahun 1201 di Cracow, Polandia. Ia adalah puteri dari Pangeran Leszek I dari Cracow, pemimpin bangsa Polandia, dan Grzymislawa dari Lutsk. Ia adalah saudara dari Raja Boleslaw V, suami Sta. Kunigunda Kinga. Sejak kecil, Salomea telah dipertunangkan dengan Pangeran Koloman dari Hungaria. Salomea dikirim ke Istana Raja Andras II dari Hungaria, untuk memperoleh pendidikan, serta mempelajari kebudayaan setempat. Ketika Salomea dan Koloman menikah pada tahun 1215, mereka berjanji untuk menjaga keperawanan mereka. Keduanya menjadi pasangan yang saleh, dan atas izin suaminya, Salomea menerima jubah Ordo Ketiga St. Fransiskus. Ketika Koloman menjadi Raja, Salomea mempertahankan kesederhanaannya. Pada tahun 1225, Raja Koloman gugur dalam pertempuran melawan bangsa Tartar, dan Salomea kemudian menggunakan hartanya untuk membantu orang-orang miskin serta membangun gereja. Pada tahun 1240, Salomea bergabung ke dalam Ordo St. Klara di Zawichost. Biara ini kemudian dipindahkan ke dekat Cracow. Ditempat inilah, Salomea menghabiskan sisa hidupnya. Ia bahkan sempat menjadi Abdis untuk biaranya. Diakhir kehidupannya, Salomea meramalkan kematiannya. Salomea, O.S.C., meninggal dunia pada 17 November 1268 di Crarow, Polandia. Jasadnya tidak mengalami kehancuran, dan mengeluarkan bau yang harum. Pada tahun 1672/3, ia dibeatifikasi oleh Paus Klement X.


dari sumber http://www.catholic.org/, http://www.roman-catholic-saints.com/, http://ofm.or.id/, dan http://en.wikipedia.org/

Sta. Philippine Duchesne

18 November

Rose Philippine Duchesne lahir pada 19 Agustus 1769 di Grenoble, Perancis. Ia adalah puteri dari Francois Duchesne, seorang pengacara, dan Rose Perier. Philippine memperoleh pendidikan dari para biarawati Visitasi, dan ia kemudian bergabung dengan Kongregasi Visitasi. Pada masa Revolusi Perancis, Philippine terpaksa kembali ke rumahnya. Ia kemudian merawat para tahanan dan orang-orang yang menderita akibat Revolusi Perancis. Pada tahun 1804, Philippine bersama beberapa  rekannya berusaha untuk membangun kembali biara Visitasi, tetapi tidak berhasil. Philippine kemudian bertemu dengan Sta. Magdalena Sofia Barat, yang baru saja mendirikan Kongregasi Hati Kudus Yesus. Philippine dan rekan-rekannya memutuskan untuk bergabung dengan Kongregasi Hati Kudus Yesus. Philippine memiliki keinginan untuk berkarya di benua baru, Amerika. Keinginannya terwujud pada tahun 1818, ketika Uskup Louisiana meminta bantuan. Philippine bersama beberapa biarawati pergi menjalankan misi ke Amerika, dan berkarya di St. Charles, Missouri. Philippine mendirikan biara dan mulai beradaptasi dengan lingkungan barunya. Kesulitan yang ia hadapi adalah kesulitan berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Philippine kemudian berhasil mendirikan sekolah dengan keterbatasan dan kesulitan. Perhatian Philippine kemudian tertuju kepada penduduk Indian. Ketika berusia 72 tahun, Philippine yang sudah tidak memiliki jabatan superior, mendirikan sekolah bagi suku Potawatomi, di Sugar Creek, Kansas. Walaupun Philippine menjadi semangat bagi para penerus karyanya, kesehatan Philippine mulai menurun. Philippine Duchesne, R.S.C.J., meninggal dunia pada 18 November 1852 di St. Charles, Missouri, Amerika. Pada 12 Mei 1940, ia dibeatifikasi oleh Paus Pius XII, dan pada 3 Juli 1988, ia dikanonisasi oleh Paus Sto. Yohanes Paulus II.

Sta. Gertrudis

16 November

Gertrude lahir pada 6 Januari 1256 di Jerman, ada yang mengatakan di Eisleben, dan ada juga yang mengatakan disuatu tempat selain Eisleben. Tidak diketahui siapa kedua orangtuanya, tetapi ia sudah diasuh oleh para biarawati Benediktin di biara St. Maria dari Helfta, Eisleben, saat ia berusia lima tahun. Gertrudis diasuh dibawah bimbingan abdis Gertrudis dari Hackeborn, dan juga Sta. Mechtildis. Gertrudis mampu berbahasa Latin, seperti terlihat dalam tulisan-tulisannya. Gertrudis menjadi biarawati Benediktin dan ketika ia berusia sekitar duapuluh lima tahun, ia mulai mengalami penampakan Yesus. Ia menuliskan pengalaman mistisnya dan juga ia mulai menyebarkan devosi kepada Hati Kudus Yesus. Tulisan-Tulisannya banyak menjadi bahan pelajaran. Gertrudis sering menyambut Ekaristi Kudus, walaupun pada masa itu hal ini tidak biasa. Ia pun rajin mendoakan Jiwa-jiwa di Api Penyucian. Gertrudis dari Helfta, O.S.B., meninggal dunia pada 17 November 1302, di biara St. Maria dari Helfta, Jerman. Ia tidak pernah dikanonisasi secara resmi, dan pada tahun 1677 ia dikanonisasi oleh Paus Klement XII.


Sta. Margarita dari Skotlandia

16 November

Margaret lahir pada sekitar tahun 1045 di Hungaria. Ia adalah puteri dari Edward, putera Raja Edmund Ironclad, dan Agatha. Keluarganya mengungsi ke Hungaria dimana Sto. Stefanus I, kerabat mereka berada, dikarenakan adanya serangan bangsa Denmark, yang dipimpin oleh Raja Canut. Pada tahun 1066, ketika akan kembali ke Inggris, kapal yang mereka gunakan terdampar ke Skotlandia. Margaret dan ibunya disambut oleh Raja Malcolm III. Pada tahun 1070, Margaret menikah dengan Raja Malcolm III, dan dari perkawinan mereka, dikaruniai delapan anak. Selama menjadi Ratu, Margaret banyak berbuat amal, dan juga memberikan nasihat-nasihat kepada suaminya. Margaret mendirikan beberapa gereja dan salah satunya adalah biara Dunfermline. Margarita dari Skotlandia meninggal dunia pada 16 November 1063 di Edinburgh, Skotlandia, empat hari setelah kematian suami dan putera pertama mereka. Pada tahun 1250, ia dikanonisasi oleh Paus Innosensius IV.


Bta. Magdalena Morano

15 November

Magdalena Catalina Morano lahir pada 15 November 1847 di Chieri, Torino, Italia. Ia adalah puteri dari Francis, yang meninggal ketika Magdalena berusia delapan tahun. Magdalena membantu ibunya dan dengan bantuan pamannya yang seorang imam, ia dapat terus melanjutkan pendidikannya sampai menjadi guru. Magdalena menjadi guru di Montaldo selama duabelas tahun. Perjumpaannya dengan Sto. Yohanes Bosko mendorongnya untuk mengikuti Panggilan Tuhan yang sudah ada dalam hatinya. Pada tahun 1879, Magdalena bergabung dengan Kongregasi Putri Maria Penolong Umat Kristiani di Mornese. Magdalena diterima oleh Sta. Maria Domenica Mazarello, dan pada tahun 1880, ia mengikrarkan kaul sementaranya. Atas permintaan Uskup Agung Catania, Magdalena ditugaskan untuk berkarya di Trecastagni. Magdalena kemudian ditugaskan mengurus komunitas F.M.A. di Sicilia. Magdalena membuka sekolah, oratori, tempat penginapan, dan banyak tempat kerja di Sicilia. Magdalena menumbuhkan banyak panggilan, sempat menjadi kepala novis, dan menjadi provinsial. Magdalena Morano, F.M.A., meninggal dunia pada 26 Maret 1908 karena menderita tumor di Catania, Sicilia, Italia. Pada 5 November 1994, ia dibeatifikasi oleh Paus Sto. Yohanes Paulus II.


dari sumber http://www.sdb.org/http://www.cgfmanet.org/, dan http://saints.sqpn.com/

Bta. Maria Teresa Scrilli

13 November

Maria Teresa Scrilli lahir pada 15 Mei 1825 di Montevarchi, Arezzo, Italia. Ia adalah puteri sebuah keluarga yang sangat berpengaruh. Ketika masih kecil, Maria mengalami sakit keras selama dua tahun, tetapi berhasil sembuh secara ajaib melaui doa. Maria kemudian bergabung dengan sebuah biara Karmel St. Maria Magdalena de Pazzi di Florence, walaupun hal ini ditentang oleh orangtuanya. Maria tidak menghabiskan waktu lama, dan mengkuti kata hatinya untuk keluar biara. Maria kemudian menjadi anggota Ordo Ketiga Karmel. Maria kemudian mendirikan sebuah sekolah kecil yang mengajar kepada gadis-gadis kecil. Maria terpanggil untuk mendirikan sebuah kingregasi, dan setelah memperoleh dukungan dari Uskup dan Duke Leopold II, Maria bersama tiga orang mendirikan sebuah institut Biarawati Bunda Maria dari Karmel dengan menggunakan jubah Karmel. Maria kemudian menggunakan nama baru, Maria Teresa dari Yesus. Kongregasi ini pada awalnya berkembang dengan cepat dan berkarya pada bidang pendidikan anak-anak perempuan. Situasi politik kemudian mematikan perkembangan kongregasi ini dengan cepat juga. Maria dan para biarawati lainnya bahkan harus kembali hidup dengan keluarga mereka masing-masing. Pada tahun 1878, Maria pindah ke Florence dan dengan dukungan Uskup membangun kembali kongregasinya. Ia kembali berkarya dengan membuka sebuah sekolah bagi anak perempuan miskin. Aturan hidup yang ketat dan juga lingkungan yang kurang sehat membuat kesehatan Maria menurun. Maria Teresa Scrilli meninggal dunia pada 14 November 1889 di Florence, Italia. Pada 8 Oktober 2006, ia dibeatifikasi oleh Paus Benediktus XVI, yang diwakili oleh Kardinal Jose Saraiva Martins.


dari sumber http://ocarm.org/, http://www.vatican.va/, dan http://carmelites.info/

Bta. Patricinio Giner

13 November

Maria Cinta Ascuncion Giner lahir pada 4 Januari 1874 di Tortosa, Spanyol. Ia adalah puteri sebuah keluarga religius. Beberapa saudaranya terpanggil untuk hidup religius, Maria yang menerima pendidikan dari biarawati Claretian, memilih untuk bergabung dengan Kongregasi Religius Maria Imakulata Misionaris Claretian. Maria mengikrarkan kaulnya pada tahun 1893, dan memperoleh nama Maria Patricinio. Maria kemudian bertugas sebagai pengajar pada sebuah sekolah. Maria kemudian menjadi pembimbing Novis dan Prioress di Valencia. Ketika terjadi perang saudara, Maria memilih untuk tetap tinggal di biaranya, dan menguatkan para biarawati lainnya. Pada 13 November 1936, Maria ditangkap dan dieksekusi karena imannya. Patricinio Giner, R.M.I., meninggal dunia pada 13 November 1936. Pada 11 Maret 2001, ia dibeatifikasi oleh Paus Sto. Yohanes Paulus II.


dari sumber http://www.spirituality.org/, http://asiarmi.blogspot.com/, http://www.claret.org/, dan http://www.gcatholic.org/

Sta. Agustina Pietrantoni

13 November

Olivia Pietrantoni lahir pada 27 Maret 1864 di Pozzaglia Sabina, Rieti, Italia. Ia adalah puteri dari Francesco Pietrantoni dan Caterina Constantini, sebuah keluarga petani. Ketika berusia empat tahun, Livia menerima Sakramen Krisma, dan pada sekitar tahun 1876, ia menerima Komuni pertamannya. Sejak kecil, Livia sudah bekerja di ladang, merawat hewan-hewan. Ketika berusia tujuh tahun, ia bekerja bersama teman-temannya memindahkan batu dan pasir untuk pembangunan jalan. Livia tumbuh menjadi gadis yang cantik, dan disukai oleh banyak pemuda, tetapi Livia memilih untuk menjadi mempelai Kristus. Bersama Pamannya, Fra Matteo, Livia pergi ke Roma, untuk mencari Kongregasi yang cocok bagi dirinya, tetapi Livia mendapat penolakan. Beberapa bulan kemudian, Livia mendapat panggilan dari Muder Jendral Kongregasi Suster-Suster Cintakasih St. Yohana Antida. Pada 23 Maret 1886, Livia kembali ke Roma untuk memasuki masa postilan dan novisiat. Setelah menyelesaikan masa Postulan dan Novisiat, Livia memperoleh nama baru, Agustina, dan ia merasa akan menjadi orang kudus dengan nama barunya. Agustina kemudian ditempatkan di rumah sakit Roh Kudus. Rumah sakit yang ia tempati bukanlah rumah sakit religius, bahkan Ordo Kapusin terusir dari rumah sakit itu, serta para biarawati dilarang membicarakan tentang Tuhan. Hal ini tidak menghentikan Agustina untuk menyebarkan imannya akan Tuhan. Ketika merawat penderita tuberculosis, Agustina ikut tertular, tetapi kemudian ia memperoleh mukjizat kesembuhan. Ketika ada seorang pasien yang selalu melakukan pelecehan, bernama Joseph Romanelli, Agustina tetap merawat dan mendoakannya, bahkan ketika ibunya datang, Agustina menyambutnya. Agustina kemudian mendapatkan ancaman pembunuhan dari Joseph Romanelli, yang dalam suratnya mengancam Agustina bahwa usiannya hanya satu bulan lagi. Joseph dikeluarkan dari rumah sakit, tetapi kemudian ia menyerang dan membunuh Agustina. Agustina Pietrantoni, Sd.C., meninggal dunia pada 13 November 1894 di Roma, Italia. Pada 12 November 1972, ia dibeatifikasi oleh Paus Bto. Paulus VI, dan pada 18 April 1999, ia dikanonisasi oleh Paus Yohanes Paulus II.


dari sumber http://www.vatican.va/http://famvin.org/http://www.scsja.org/http://saints.sqpn.com/http://www.catholic.org/, dan http://en.wikipedia.org/

Sta. Fransiska Xaveria Cabrini

13 November

Francesca Saverio Cabrini lahir pada 15 Juli 1850 di Sant'Angelo Lodigiano, Lombardia, Italia. Ia adalah puteri dari Agostino, seorang petani, dan Stella. Fransiska sudah berkeinginan menjadi seorang biarawati, tetapi ketika mendaftar ia ditolak karena kesehatannya yang buruk. Fransiska kemudian melanjutkan pendidikan pada sebuah sekolah yang diasuh biarawati Putri Hati Kudus di Arluno. Fransiska kemudian mencoba bergabung dengan Putri Hati Kudus, tetapi ia kembali tidak diterima. Fransiska kembali ke Sant'Angelo pada tahun 1868 dan mengajar pada sebuah sekolah. Pada tahun 1871, Fransiska mengajar di Vidardo atas permintaan seorang Imam. Pada tahun 1874, Fransiska diminta untuk mengurus sebuah panti asuhan di Codogno. Bersama beberapa wanita muda yang mengajar di panti asuhan, Fransiska mengikrarkan kaul religius pada tahun 1877. Fransiskan menjadi pemimpin dari para novis. Pada 14 November 1880, Fransiska mendirikan Misionaris Hati Kudus atas permintaan dan dukungan dari Uskup. Fransiskan berkeinginan untuk menjadi misionaris ke China. Fransiska pergi ke Roma untuk meminta pengakuan atas kongregasi barunya. Disana ia bertemu dengan Bto. Yohanes Baptista Skalabrini. Ketika beraudiensi dengan Paus Leo XIII, Fransiska diminta untuk tidak bermisi ke timur, melainkan ke barat. Bersama dengan enam biarawati, Fransiska pergi ke Amerika dan diba di New York pada tahun 1889. Berbagai kesulitan dihadapi Fransiska, termasuk ketika ia diminta untuk kembali oleh Uskup Agung New York. Fransiska menolak untuk pulang, karena ia dikirim oleh Paus untuk berkarya. Sedikit demi sedikit, Fransiska dan kongregasinya menunjukan buah karyanya dengan membangun sekolah, panti asuhan, rumah sakit, dan berbagai tempat-tempat sosial lainnya. Fransiska berkarya terutama bagi para imigran Italia di Amerika. Karyanya juga berkembang sampai ke Amerika Selatan dan Eropa. Pada tahun 1909, Fransiska secara resmi menjadi warga negara Amerika. Fransiska Xaveria Cabrini, M.S.C., meninggal dunia pada 22 Desember 1917 di Chicago, Illinois, USA. Pada 13 November 1938, ia dibeatifikasi oleh Paus Pius XI, dan pada 7 Juli 1946, ia dikanonisasi oleh Paus Pius XII. Sta. Fransiska menjadi warga negara Amerika pertama yang dikanonisasi.

Bta. Elisabet dari Tritunggal

8 November

Elisabeth Catez lahir pada 18 Juli 1880 di Kamp Militer di Bourges, Perancis. Ia adalah puteri dari Joseph Catez, seorang kapten, dan Maria Catez. Ketika masih kecil Elisabet memiliki sifat yang kasar. Kematian ayahnya pada tahun 1887 membuat ibunya membawa Elisabet dan saudaranya, Margaret pindah ke Dijou. Setelah menerima Komuni pertama dan juga kunjungan dari prioress biara Karmel, sifat Elisabet berubah dan mulai merasakan kehadiran Allah dalam hidupnya. Elisabet juga memiliki bakat dalam bermusik, bahkan sampai mendapatkan penghargaan. Ia juga memiliki keahlian lain seperti menulis puisi. Elisabet juga mengajar katekismus kepada anak-anak. Elisabet merasakan Panggilan Tuhan dan memutuskan untuk bergabung dengan Ordo Karmel Tak Berkasut, walaupun ibunya menentang keputusannya, bahkan sampai mencarikan suami untuk Elisabet. Elisabet tetap pada keputusannya untuk menjadi seorang biarawati Karmel dan ia diterima dan menerima jubah pada tanggal 8 Desember 1901, dengan nama Elisabet dari Tritunggal. Melalui perlindungan Tritunggal Mahakudus, Elisabet lebih memahami misteri Trinitas, dan ia menuliskan apa yang ia rasakan. Pada tahun 1903, Elisabet mengikrarkan kaul kekalnya dan pada tahun 1905, kesehatannya menurun. Elisabet dari Tritunggal, O.C.D., meninggal dunia pada 9 November 1906 di Dijon, Perancis. Pada 25 November 1984 Ia dibeatifikasi oleh Paus Sto. Yohanes Paulus II.


dari sumber http://saints.sqpn.com/http://www.catholicculture.org/http://www.carmelitesistersocd.com/http://en.wikipedia.org/http://www.elisabeth-dijon.org/, dan http://www.carmelnet.org/

Bta. Assunta Pallota

7 November

Assunta Maria Liberata Pallota lahir pada 20 Agustus 1878 di Force, Italia. Ia adalah puteri dari Luigi Pallota dan Eufrasia Casali. Assunta menerima Sakramen Baptis pada 21 Agustus 1878 dan Sakramen Krisma pada 7 Juli 1880. Assunta selalu berdoa setiap Minggu sore sebelum mengikuti pelajaran Katekismus. Ia juga sering mengunjungi Sakramen Mahakudus, berpuasa, dan tidur diatas batu. Assunta mengikuti Panggilan Tuhan dengan bergabung dengan Fransiskan Misionaris Maria. Ia memasuki masa novisiat pada 9 Oktober 1898 dan ditempatkan di Grottaferrata. Maria Assunta mengikrarkan kaul kekalnya pada Desember 1900 dan pada 3 Januari 1902, ia pindah ke Florence, Italia. Maria Assunta banyak berdoa kepada jiwa-jiwa di Api Penyucian. Dikisahkan ia berdoa Istirahat Abadi (Requiem Aeternam) 100 kali setiap hari. Maria Assunta kemudian meminta untuk dikirim untuk melakukan karya misi. Pada Maret 1904, Maria Assunta dikirim ke Cina dan tiba di Tong Eul Keou dan bertugas di dapur. Pada tahun 1905, terjadi wabah tifus, dan Maria Assunta tidak kenal lelah untuk menolong para penderita tifus, sampai ia juga terserang lepra. Maria Assunta meminta Viatikum Suci dan sudah mengetahui akan meninggal dalam beberapa hari. Maria Assunta Pallota, F.M.M., meninggal dunia pada 7 April 1905 di Tong Eul Keou, Cina. Pada 7 November 1954, ia dibeatifikasi oleh Paus Pius XII.

Bta. Fransiska Ambosia

5 November

Frances d'Amboise lahir pada 28 September 1427 di Thouars, Perancis. Ia adalah puteri dari Louis d'Amboise, seorang bangsawan. Sejak berusia empat tahun, Fransiska sudah dijodohkan dengan Peter II dari Britanny, dan mereka menikah ketika Fransiska berusia limabelas tahun. Pada awalnya, pernikahannya tidak membahagiakan, bahkan Peter sering memperlakukannya dengan buruk. Peter kemudian sadar dan membantu pekerjaan-pekerjaan sosial Fransiska. Fransiska membantu pendirian biara Klaris di Nates, ia juga membantu biara Dominikan di Nates, dan membantu proses kanonisasi Sto. Vinsensius Ferrer. Fransiskan memiliki pembimbing spiritual, Bto. Yohanes Soreth, Prior Jendral Ordo Karmel. Pada tahun 1457, Peter meninggal dunia dan Fransiska memutuskan untuk meneruskan hidup dalam kehidupan religius. Ia bergabung dengan Ordo Karmel di Bondon pada 25 Maret 1468, dan bekerja di ruang kesehatan. Pada tahun 1473, Fransiskan ditunjuk sebagai prioress, dan pada tahun 1477, ia pindah ke biara di Nates. Fransiskan Ambosi, O.Carm., meninggal dunia pada 4 November 1485 di Les Coutes, Nates, Perancis. Pada 16 Juli 1863, ia dibeatifikasi oleh Paus Bto. Pius IX.


Sta. Ursula

21 Oktober

Ursula dikisahkan lahir pada sekitar abad ke-4 di Inggris. Ia merupakan puteri seorang Raja Inggris yang telah menjadi seorang Kristen. Kisah hidup Ursula dikatakan sebagai sebuah legenda. Banyak versi yang beredar dan juga kurangnya bukti pendukung membuat kisah hidupnya diragukan. Dikisahkan Ursula mempersembahkan dirinya kepada Tuhan dan berkeinginan menjaga keperawanannya. Suatu ketika, seorang Raja penganut Paganisme melamar Ursula untuk dinikahkan dengan puteranya. Banyak harta dipersiapkan bagi Ursula dan ayahnya, demikian juga dengan ancaman. Ursula kemudian mengajukan beberapa syarat dimana ia meminta sepuluh orang gadis bangsawan, untuk pergi menemaninya selama tiga tahun. Selama itu juga, ia meminta supaya putera Raja Pagan itu dibaptis dan mempraktekan hidup sebagai seorang Kristen. Dikisahkan juga bahwa setiap gadis-gadis yang menemani Ursula, membawa serta masing-masing 1000 gadis. (Kisah ini diragukan karena adanya penafsiran berbeda dari tulisan Latin pada sebuah kisahnya.) Syarat-Syarat ini diterima oleh Raja Pagan, dan Ursula pergi bersama gadis-gadisnya berlayar sampai Roma, dimana ia dikisahkan bertemu dengan Paus Cyriacus. (Kisah ini juga sangat diragukan, karena tidak ada Paus Cyriacus.) Dalam perjalanan ini juga, dikisahkan Ursula membawa rombongannya untuk menjadi seorang Kristen.  Ketika kembali melewati Cologne, rombongan Ursula diserang oleh bangsa Hun. Ursula dan rombongannya mempertahankan keperawanan mereka sehingga mereka dibunuh sebagai martir. Dalam kisah yang lain, Ursula pergi bersama gadis-gadisnya tetapi terdampar di Cologne, karena kapalnya karam. Disini mereka mati sebagai martir, mempertahankan keperawanan mereka.


Kalender Orang Kudus