Sto. Robertus Southwell

2 Desember

Robert Southwell lahir pada tahun 1561 di Norfolk, Inggris. Ia adalah putera dari Richard Southwell dan Bridget, yang merupakan keluarga Katolik.  Robert dikirim untuk memperoleh pendidikan di Douai, Perancis. Disana ia memperoleh pendidikan di kolose Yesuit. Karena situasi politik, Robert sempat mengungsi ke Paris. Robert kemudian melanjutkan pendidikan pada sebuah kolose Inggris di Roma. Robert berkeinginan untuk bergabung dengan Serikat Yesus, tetapi ia ditolak pada awalnya. Ia kemudian memohon untuk dapat diterima melalui sebuah surat. Pada 15 Oktober 1578, Robert bergabung dengan Serikat Yesus dan menyelesaikan masa novisiatnya di Tournai pada tahun 1580. Robert melanjutkan belajar di Roma, dan kemudian ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1584. Robert kemudian bertugas menjadi Prefek Studi untuk kolose Inggris di Roma. Robert juga dikenal sebagai seorang penyair. Pada tahun 1586, Robert dikirim ke Inggris bersama Henry Garnet atas permintaannya sendiri. Disana ia melayani keluarga-keluarga Katolik yang setia secara sembunyi-sembunyi. Ia juga menjadi imam bagi Ann Howard, isteri dari Sto. Philip Howard. Selama enam tahun Robert bermisi di Inggris dan ia hidup dengan bersembunyi di rumah umat secara berpindah-pindah. Pada tahun 1592, Robert tertangkap di Uxendon Hall, Harrow, setelah Anne Bellamy, puteri salah satu umat yang rumahnya digunakan Robert tertangkap dan mengakui keberadaan Robert. Robert disiksa dengan kejam dan setelah dipenjara selama tiga tahun, ia dijatuhi hukuman mati dengan di gantung. Robert Southwell, S.J., meninggal dunia pada 21 Februari 1595 di Tyburn, London, Inggris. Pada 15 Desember 1929, ia dibeatifikasi oleh Paus Pius XI, dan pada 25 Oktober 1970, ia dikanonisasi oleh Paus Bto. Paulus VI.


dari sumber http://www.newadvent.org/, http://www.newadvent.org/, http://saints.sqpn.com/, dan http://en.wikipedia.org/

Bta. Maria Angela Astorch

2 Desember

Jerónima Maria Agnese lahir pada 1 September 1592 di Barcelona, Spanyol. Maria kehilangan kedua orangtuanya ketika berusia lima tahun. Dikisahkan juga, ketika ia berusia tujuh tahun, Maria menderita penyakit yang bahkan sampai dikatakan Maria meninggal dunia. Maria memperoleh mukjizat kesembuhan atau kebangkitan melalui doa dari Muder Angela Margaret Seraphina. Melalui sebuah dispensasi khusus, Maria bergabung dengan Ordo Klaris Kapusin, di Barcelona, pada usia sebelas tahun, dimana saudaranya sudah terlebih dahulu bergabung. Maria menjalani masa postulan selama lima tahun, sebelum ia memasuki masa novisiat pada 7 September 1608. Maria mengikrarkan kaulnya pada 8 September 1609. Bersama dengan lima biarawati lain, Maria memulai pendirian komunitas baru di Zaragoza. Pada tahun 1614-1623, Maria menjadi pembimbing para novis, dan setelah tahun 1623, ia menjadi direktur formasi. Pada tahun 1626, Maria ditunjuk sebagai Abdis. Maria mengusahakan agar aturan bagi para biarawati Klaris Kapusin di Spanyol memperoleh pengesahan dari Takhta Suci, dan ia berhasil setelah aturan itu diakui oleh Paus Urbanus VII pada tahun 1627. Ketika biara di Zaragosa sudah berkembang, Maria mulai berkeinginan untuk membuka sebuah komunitas baru. Berdasarkan permintaan, Maria memutuskan membuka biara baru di Murcia pada tahun 1645. Biara ini dipersembahkan kepada Penghormatan Sakramen Mahakudus. Kesulitan cukup dialami Maria dalam mendirikan komunitas baru ini. Pada tahun 1647, terjadi wabah penyakit, dan pada tahun 1651 dan 1653, terjadi bencana banjir. Dikisahkan juga ketika terjadi bencana banjir, muncul tuduhan kepada biarawati Klaris Kapusin memiliki hubungan yang tidak pantas dengan imam-imam Yesuit. Hal ini terjadi ketika para biarawati mengungsi ke tempat para Yesuit. Maria dan vikarisnya harus menerima hukuman, yang kemudian dianulir karena semua tuduhan itu tidak terbukti. Terhadap para biarawatinya, Maria mengusahakan supaya mereka hidup seturut aturan yang dibuat Sta. Klara. Selain itu Maria menerapkan agar ibadat harian selalu dilakukan, begitu juga dengan usaha agar para biarawati dapat menerima Komuni setiap hari. Maria Angela Astorch, O.S.C.Cap., meninggal dunia pada 2 Desember 1665 di Murcia, Spanyol. Pada 23 Mei 1982, ia dibeatifikasi oleh Paus Sto. Yohanes Paulus II.


dari sumber http://www.capuchin.or.kr/, http://www.catholic.org/, http://www.capdox.com/, dan http://saints.sqpn.com/

Sto. Edmund Campion

2 Desember

Edmund Campion lahir pada 24 Januari 1540 di London, Inggris. Ia putera seorang penjual buku, yang juga seorang Katolik. Edmud berkeinginan menjadi pedagang seperti ayahnya, tetapi ia memperoleh beasiswa di Kolose St. John, Oxford. Pada tahun 1569, ketika Ratu Elisabeth berkunjung, Edmund menyampaikan pidato yang membuat Ratu Elisabeth sangat memperhatikannya. Edmund kemudian mendapat bujukan-bujukan yang membuatnya mengingkari imannya dan ia ditahbiskan menjadi Diakon Gereja Anglikan. Dalam perkembangannya, Edmund menyadari kebenaran dalam iman Katolik yang ia telah ia sangkal. Edmund kemudian pergi ke Irlandia dengan harapan dapat melanjutkan pendidikan di Dublin. Edmund kemudian pergi ke Douai, Perancis, dan memutuskan untuk masuk seminari. Beberapa tahun kemudian, Edmund berziarah dengan berjalan kaki menuju Roma. Di Roma ia memutuskan untuk bergabung dengan Serikat Yesus, dan ia diterima dalam novisiat. Edmund memperoleh pendidikan di Praha, dan ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1578. Edmund kemudian mengajar di Praha dan juga menulis drama. Ketika tarekatnya membuka misi ke Inggris, Edmund menjadi yang pertama untuk bersedia dikirim kembali ke tanah kelahirannya. Dikisahkan Bunda Maria menampakan diri kepada Edmund pada sebuah taman di Brunn, dan memberitahu bagaimana ia akan menjadi martir. Begitu juga dengan teman-temannya di Praha yang menuliskan nama Edmund sebagai martir di depan kamarnya. Edmund kembali ke Inggris pada tahun 1580 dengan menyamar sebagai pedagang permata. Secara sembunyi-sembunyi, ia melayani orang-orang Katolik yang tetap setia pada iman mereka. Keberadaan Edmund mulai diketahui oleh razzmatazz, bada intelijen Inggris. Edmund tertangkap pada tahun 1581 setelah ia dikhianati. Ia dibujuk dan disiksa agar menyangkal imannya, tetapi Edmund tetap setia kepada imannya. Dikisahkan juga Ratu Elisabeth datang menemuinya dipenjara dan membujuk Edmund untuk kembali menjadi seorang Anglikan, tetapi Edmund menolaknya. Edmund kemudian dijatuhi hukuman mati dengan cara digantung. Edmund Campion, S.J., meninggal dunia pada 1 Desember 1581 di Tyburn, London, Inggris. Pada 9 Desember 1886, ia dibeatifikasi oleh Paus Leo XIII, dan pada 25 Oktober 1970, ia dikanonisasi oleh Paus Bto. Paulus VI.


Minggu Adven I

Tahun C

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Akan tampak tanda-tanda pada matahari, pada bulan dan bintang-bintang, dan pada bumi. Bangsa-bangsa di bumi. Bangsa-bangsa di bumi akan ketakutan dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena cemas berhubung dengan segala sesuatu yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan bergoncangan. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu di mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu sebab penyelamatanmu sudah dekat. Oleh karena itu, jagalah dirimu, jangan sampai hatimu sarat dengan pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi, dan jangan sampai hari Tuhan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjagalah-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu mendapat kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”

Kalender Orang Kudus