Minggu Paskah VII

Tahun B

Dalam perjamuan malam terakhir Yesus menengadah ke langit dan berdoa bagi semua murid-Nya, "Ya Bapa, yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku. Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. Tetapi sekarang Aku datang kepada-Mu. Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka. Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Aku tidak meminta supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia. Dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran."


St. Selestius V

19 Mei

Paus Selestinus V adalah Paus ke-192 Gereja Katolik yang menjadi Paus pada tahun 1294. Pietro del Murronne, atau Petrus Morone, atau Petrus Selestinus lahir pada tahun 1210 di Isneria, Abruzzi, Italia. Petrus adalah anak kesebelas dari 12 bersaudara. Ayahnya meninggal ketika Petrus masih kecil sementara ibunya berusaha keras membesarkan semua anaknya. Ibu Petrus sering menanyakan pada anak-anaknya siapa yang ingin menjadi seorang kudus dan Petrus dengan berani menjawab bahwa ia akan menjadi seorang kudus. Pada usia tujuhbelas tahun, Petrus bergabung dengan biara Benediktin dan kemudian ditahbiskan sebagai Imam di Roma. Petrus memilih menjadi seorang pertapa dan mengahabiskan waktunya dengan berdoa dan membaca Kitab Suci di gunung Maiella. Petrus berpuasa setiap hari, kecuali pada hari Minggu. Banyak orang datang kepadanya karena ingin belajar darinya. Banyaknya orang yang belajar darinya membuat Petrus mendirikan Komunitas Roh Kudus dari Maiella. Komunitas ini kemudian berkembang menjadi Ordo Selestines, yang merupakan cabang dari Ordo Benediktin. Ordo ini diakui oleh Paus Urbanus IV pada tahun 1264. Setelah kematian Paus Nikolas IV, Gereja Katolik tidak memiliki Paus selama lebih dari dua tahun, karena para kardinal tidak memiliki suara bulat dalam pemilihan. Petrus kemudian menyurati mereka dan berkata bahwa Allah tidak senang atas penundaan yang terjadi. Kemudian para kardinal bersepakat untuk memilih Petrus, sebagai Paus. Petrus dengan sedih menerima jabatan sebagai Paus pada 5 Juli 1294 dengan nama Selestinus V. Paus Selestinus berupaya untuk mereformasi Gereja, tetapi sifat rendah hatinya, membuatnya sulit menolak permintaan seseorang, sehingga Paus Selestinus mudah dimanfaatkan. Karena hal ini, Paus Selestinus V memutuskan untuk mengundurkan diri. Paus Selestinus digantikan oleh Paus Bonifasius VIII pada 13 Desember 1294. Paus Bonifasius VIII takut akan terjadi skisma dengan memanfaatkan Paus Selestinus, sehingg ia mengurung Paus Selestinus di Kastil Fumone. Ada  yang mengatakan bahwa Paus Selestinus harus dikejar-kejar sampai ditangkap, tetapi ada juga yang mengatakan Paus Selestinus disembunyikan oleh Paus Bonifasius VIII atas alasan keselamatan. Di Kastil Fumone, Paus Selestinus hidup dalam doa kontemplasi dan pertobatan dalam ruangan yang dibuat mirip seperti biaranya. Paus Selestinus V, O.S.B., meninggal pada 19 Mei 1296 dan dimakamkan di gereja St. Agatha, Ferentino, Italia. Pada 5 Mei 1313, Paus Selestinus V dikanonisasi oleh Paus Klement V, dan makamnya dipindahkan ke gereja St. Maria di Collemaggio, Aquila, Italia.


Kenaikan Tuhan

Tahun B

Pada suatu hari Yesus yang telah bangkit dari antara orang mati menampilkan diri kepada kesebelas murid, dan berkata kepada mereka, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: Mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” Sesudah berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Tuhan Yesus ke surga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Maka pergilah para murid memberitakan Injil ke segala penjuru dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.


dari sumber:
http://renunganpagi.blogspot.com/

Kalender Orang Kudus