Pentakosta

Tahun B

Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku." Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Roh Kebenaran datang, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya, itulah yang akan dikatakan-Nya, dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang Dia terima dari pada-Ku. Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah kepunyaan-Ku, sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang Dia terima dari pada-Ku."


dari sumber:
http://renunganpagi.blogspot.com/

Vigili Pentakosta

Sore Menjelang Hari Raya Pentakosta

Pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan Pondok Daun, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup." Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.


dari sumber:

St. Eleutherius

26 Mei

Paus Eleutherius adalah Paus ke-13 Gereja Katolik yang menjadi Paus pada tahun 175-189.Eleutherius berasal dari Nicopolis, Yunani. Ia adalah putera dari Habundius. Eleutherius adalah seoraang diakon pada masa kepausan Paus St. Anisetus dan St. Soter. Setelah kematian Paus St. Soter, Eleutherius terpilih sebagai Paus pada tahun 175. Masa Kepausannya dimula dengan menerima surat dari Lucius, Raja Inggris, yang meminta menjadi pengikut Kristus. Paus Eleutherius kemudian mengirimkan Fugatius dan Damian ke Inggris untuk memberikan pengajaran kepada Raja dan orang-orang yang mau mengikuti Kristus. Setelah itu, Paus Eleutherius menerima St. Ireneus dari Lyon, yang memperingatkat Paus akan bahaya ajaran sesat Montanisme. Ada yang mengatakan Paus menganggap remeh ajaran sesat ini, tetapi ada juga yang mengatakan Paus Eleutherius melawan dengan keras ajaran sesat Montanisme beserta ajaran sesat Gnostisisme. Paus Eleutherius juga menghapuskan beberapa kebiasaan makan orang Yahudi bagi orang-orang Kristen. Selama masa Kepausan Eleutherius, Gereja berada dalam masa yang tenang dan damai. Paus Eleutherius meninggal dunia pada 24 Mei 189, dan diyakini sebagai seorang martir. Paus Eleutherius dimakamkan di bukit Vatikan.


Kalender Orang Kudus