Sta. Maria


Maria adalah puteri dari Sto. Yoakim dan Sta. Anna, yang diperoleh ketika keduanya telah berusia lanjut. Maria dikandung tanpa noda dosa, sesuai dengan iman Katolik akan rencana Allah yang besar, yang dirayakan pada setiap tanggal 8 Desember, dan dilanjutkan dengan kelahiran Maria yang dipestakan setiap tanggal 8 September. Ketika berusia tiga tahun, Sto. Yoakim dan Sta. Anna membawa Maria ke Yerusalem untuk dipersembahkan kepada Allah dan peristiwa ini selalu diperingati pada tanggal 21 November. Maria hidup seturut kehendak Allah, dan ia kemudian dipertunangkan dengan Sto. Yusuf.  Pada suatu hari, Allah mengutus Sto. Gabriel, untuk menyampaikan Kabar Sukacita akan peristiwa Inkarnasi Kristus ke dunia, yang dirayakan setiap tanggal 25 Maret. Maria mempercayai semua yang disampaikan oleh Sto. Gabriel, dan ia mengandung Yesus. Seteleh beberapa waktu, Maria mengunjungi Sta. Elisabeth, saudaranya, yang juga sedang mengandung Sto. Yohanes Pembaptis. Setelah Sto. Yohaes Pembaptis lahir, Maria kembali ke Nazareth. Maria tetap diterima oleh Sto. Yusuf, yang juga telah didatangi oleh Sto. Gabriel. Ketika dilakukan cacah jiwa, Sto. Yusuf membawa Maria untuk pergi bersamanya menuju Bethlehem. Saat tiba di Bethlehem, tibalah waktunya bagi Maria untuk melahirkan, dan karena penginapan yang penuh, Maria melahirkan disebuah kandang domba. Sto. Yusuf kemudian membawa Maria dan Yesus pergi ke Mesir atas petunjuk Malaikat Allah. Setelah kembali dari Mesir, Maria dan Sto. Yusuf rutin untuk berziarah di Yerusalem. Diyakini juga bahwa Sto. Yusuf meninggal lebih dahulu, sehingga Maria membesarkan Yesus sendiri. Maria mengikuti Yesus sampai Yesus wafat, bangkit dan naik ke surga. Maria kemudian tinggal bersama Sto. Yohanes yang diberikan tugas oleh Yesus untuk menjaga ibu-Nya. Tidak diketahui apakah Maria mengalami kematian atau tidak, tetapi umat Katolik meyakini Maria diangkat ke surga dengan jiwa dan raganya di Efesus atau di Yerusalem, dan peristiwa ini dirayakan setiap tanggal 15 Agustus. Dalam beberapa kesempatan juga Bunda Maria menampakan dirinya kepada orang-orang tertentu serta memberikan pesan kepada mereka. Gereja Katolik sangat berhati-hati dalam menanggapi peristiwa ini dan tidak semua peristiwa yang dilaporkan diakui oleh Gereja akan keasliannya.


-rangkuman semua tulisan mengenai Sta. Perawan Maria yang dibuat oleh SantoSantaGereja-

Kalender Orang Kudus